Sukses


BRI Liga 1: Rapor Buruk Pertahanan Persiraja Bukan Jaminan Persela Bisa Menang Mudah

Bola.com, Jakarta - Persiraja Banda Aceh bakal menghadapi Persela Lamongan dalam laga pekan kelima BRI Liga 1 2021/2022, Selasa (28/9/2021), dengan rekor cukup mngenaskan. Klub berjulukan Laskar Rencong tersebut merupakan tim yang memiliki jumlah kebobolan terbanyak sejauh ini.

Dalam empat pertandingan, tim arahan Hendri Susilo itu telah kebobolan sembilan gol. Artinya, dalam setiap pertandingan Persiraja minimal memungut bola sampai dua kali dari gawangnya.

Hal ini sungguh kontras dengan penampilan mereka di Liga 1 2020. Dalam tiga laga perdana tersebut, Fakhurrazi Quba tidak pernah kebobolan dan mencatatkan rekor clean sheet terlama pada awal kompetisi.

Meski begitu pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan, tidak melihat lawan dari data statistik saja. Menurutnya, Persiraja memiliki kemampuan untuk bertahan dengan sangat baik.

"Kalau dari statistik seperti yang disampaikan, kami setuju Persiraja adalah tim yang banyak kebobolan. Tapi, ini tidak mudah karena Persiraja sebenarnya juga punya permainan membangun compact defence yang sulit," ujar pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan.

Pelatih asal Aceh itu menilai Persela butuh lebih serius, terutama dalam menciptakan peluang. Sejauh ini mereka hanya menciptakan dua gol yang semua diborong oleh Ivan Carlos.

"Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan kelemahan mereka menjadi kekuatan kita. Tapi, untuk merobek compact defence butuh satu kreativitas yang tinggi. InsyaAllah itu yang saya tuntut dari para pemain dalam laga nanti," tegas pelatih Persela Lamongan itu.

 

2 dari 4 halaman

Tidak Akan Mengulang Pelajaran di SSB

Dua gol yang diciptakan Persela Lamongan sejauh ini membuktikan bila lini depan mereka juga bermasalah. Suplai bola yang minim jadi penyebab seretnya gol yang bisa mereka ciptakan dalam empat laga.

Tak hanya itu, bagi Iwan Setiawan tanggung jawab mencetak gol seharusnya tidak dibebankan kepada Ivan Carlos saja. Setiap tim juga memiliki tanggung jawab yang sama saat mendapatkan peluang.

Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya ini menegaskan bila dia tak perlu mengulang pelajaran menendang bola seperti di sekolah sepak bola (SSB). Ketika berada di level elite, pemain dituntut berkembang setiap waktu dengan mengasah kemampuannya sendiri.

"Persoalan tim kami ada di finishing touch. Tapi, kami tidak akan mengajarkan cara menendang yang benar. Kami juga tidak mengajarkan bagaimana pemain harus lebih percaya diri atau cool di dalam menyelesaikan peluang ini," tegas Iwan.

"Persoalan tim kami ada di eksekusi teknis dalam menyelesaikan peluang. Itu pekerjaan rumah besar buat kami. Mudah-mudahan anak-anak muda di tim kami ini bisa lebih percaya diri ke depannya. Jadi pada saat memiliki peluang, mereka bisa (bikin) skor," tandasnya.

 

3 dari 4 halaman

Tidak Ingin Kembali Kecolongan

Sementara itu, winger Persela Lamongan, Riyatno Abiyoso, mengaku telah menyadari kesalahan yang terjadi dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Untuk itu, dia dan rekan-rekannya telah menyiapkan diri untuk menata fokus dalam pertandingan ini.

Sekalipun bakal bermain tanpa Paulo Henrique, tentu bukan pekerjaan mudah untuk menghentikan letupan serangan Persiraja. Jika tidak ingin takluk sekali lagi, konsentrasi menjadi kata kunci bagi Persela.

"Saya rasa sama seperti sebelumnya, terutama pada menit awal babak pertama dan menit akhir babak kedua harus tetap fokus. Soalnya seperti ini kejadian saat melawan PSIS, Persita, dan terakhir Persija. Jadi kami harus benar-benar fokus," ujarnya.

"Kami juga harus menyerang, tapi tidak boleh kehilangan fokus dalam laga sebelumnya. Saat melawan Persita, kami sudah unggul jumlah pemain, tapi malah kami yang kebobolan. Jangan sampai kesalahan kecil membuat kita kecewa nantinya," pungkas pria yang karib disapa Abi ini.

 

4 dari 4 halaman

Posisi Persela di BRI Liga 1 2021/2022

Pemain Naturalisasi Solusi Timnas Akhiri Kutukan Spesialis Nyaris Juara di Piala AFF?

Video Populer

Foto Populer