Sukses


Menyindir PSSI Terkait Polemik Standar FIFA, Putra Jokowi Sarankan JIS Ganti Nama Jadi Jawa Barat International Stadium

Bola.com, Jakarta - Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, turut berkomentar terkait pernyataan PSSI yang menyebut Jakarta International Stadium (JIS) tidak layak menggelar duel FIFA Matchday. Kaesang meminta JIS untuk berganti nama agar bisa dinyatakan sesuai standar FIFA oleh PSSI.

Sindiran Kaesang Pangarep itu mengacu pada pembatalan Jakarta International Stadium (JIS) dalam menggelar laga kedua antara Timnas Indonesia melawan Curacao pada 27 September 2022. PSSI berdalih, JIS tidak layak menggelar duel bertaraf internasional tersebut karena tidak sesuai dengan standar FIFA.

Acuan PSSI adalah hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI. Sekjen Yunus Nusi menyebut stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur.

"Untuk menggelar sebuah pertandingan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday yang mengundang animo penonton sangat banyak, maka diperlukan simulasi terkait jumlah penonton. Mulai 25-100 persen dari perhitungan kapasitas maksimal keselamatan," kata Yunus Nusi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Suruh Ganti Nama

Kaesang Pangarep meminta Jakarta International Stadium (JIS) untuk berganti nama. Bila itu dilakukan, Kaesang menyebut JIS bakal langsung sesuai standar FIFA.

"Coba aja kalo namanya JawaBarat International Stadium pasti auto standar FIFA," tulis Kaesang Pangarep di akun Twitter-nya.

Sindiran itu mengacu pada kegemaran PSSI dalam menggelar laga-laga Timnas Indonesia di daerah Jawa Barat.

Sebut saja saat Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh (1/6/2022) yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Piala AFF U-19 2022 yang diikuti Timnas U-19 digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, termasuk laga perdana FIFA Matchday melawan Curacao (24/9/2022) yang juga akan digelar di GBLA.

 
3 dari 5 halaman

Ikut Geram

Sementara itu, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, juga menyayangkan keluarnya komentar terkait ketidaklayakan JIS dari PSSI. Pria yang juga Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaku heran karena JIS sudah dibangun sesuai dengan standar FIFA.

"JIS memakai uang rakyat. Pasti tidak dibangun sembarangan. Ada konsultan perencana, konsultan pengawas, dan tim pelaksana yang pasti akan tersinggung dengan komentar yang tidak bijak," kata Achsanul Qosasi di akun Instagram miliknya.

"Apakah federasi sudah membuat analisa dan kajian kelayakan? Apa iya JIS kalah layak dibanding Patriot?" tegas Achsanul Qosasi.

4 dari 5 halaman

Dirancang Tim Terkenal

Achsanul Qosasi juga meragukan pernyataan dari PSSI terkait ketidaklayakan JIS. Menurut Achsanul, JIS sudah dirancang tim arsitektur terkenal di dunia.

"Setahu saya, JIS dirsncang oleh Buro Happold yang merupakan konsultan perencana dari Inggris yang berpengalaman merancang stadion-stadion sepak bola modern," ucap Achsanul.

"Jika JIS tidak layak, berarti ada pemborosan uang rakyat," tegas Achsanul.

5 dari 5 halaman

Bantahan Jakpro

Pernyataan PSSI itu juga menyulut bantahan dari Jakpro. Menurut Jakpro, JIS sudah sesuai dengan standar FIFA dan dirancang oleh tim yang terbiasa membangun stadion-stadion besar di dunia.

"Jakarta International Stadium salah satu stadion yang mirip dengan stadion di Eropa baik secara desain maupun fasilitas. Pada saat perencanaan stadionnya, Jakpro juga didampingi langsung oleh Assessor FIFA pada saat perencanaan dan desain JIS dilakukan," bunyi pernyataan Jakpro.

"Selain itu, JIS dirancang oleh Buro Happold, konsultan perencana dari Inggris yang memiliki pengalaman internasional dalam merancang stadion-stadion sepak bola modern di Liga Inggris, seperti Tottenham Hotspurs Stadium di London serta perancangan beberapa stadion Piala Dunia Qatar 2022," tegas Jakpro.

Video Populer

Foto Populer