Sukses


Deretan Pemain Ikonik Timnas Irak: Pahlawan Juara Piala Asia 2007 Paling Mudah Dikenali

Bola.com, Jakarta - Timnas Irak akan menjadi satu di antara ketiga lawan Timnas Indonesia pada ajang putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tim Merah-Putih akan dua kali bersua dengan Irak pada tanggal 16 November 2023 dan 15 Januari 2024.

Timnas Indonesia punya catatan buruk menghadapi Timnas Irak. Sejarah mencatat, skuad Merah-Putih tidak pernah menang dalam enam laga yang sudah dimainkan kontra Irak.

Timnas Indonesia menelan lima kekalahan dan sekali imbang. Satu-satunya hasil imbang melawan Irak terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 1974 dengan skor 1-1.

Timnas Garuda juga punya catatan buruk, yakni tak mampu menjebol gawang Irak dalam empat laga terakhir. Ini tentu menjadi tantangan berat buat pelatih Shin Tae-yong.

Terlepas dari hal tersebut. Timnas Irak merupakan salah satu yang kuat di Benua Asia. Kiprah mereka juga kerap melahirkan pemain-pemain yang kemudian menjadi ikon bagi sepak bola di sana.

Siapa saja mereka? Yuk simak ulasan menarik dari Bola.com berikut ini.

==

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Mohammed Husein Saeed

Bagi publik sepak bola Irak, nama Mohammed Husein Saeed merupakan legenda besar Timnas mereka. Pria kelahiran Baghdad 21 Januari 1958, menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak sepanjang masa Timnas Irak.

Mohammed Husein Saeed total mencetak 78 gol dari 137 pertandingan resmi bersama Timnas Irak. Ia pertama kali membela negaranya pada September 1976 dan pensiun di tahun 1989.

Mohammed Husein Saeed yang berposisi sebagai penyerang tengah, lebih banyak memperkuat klub Al-Talaba. Sementara prestasinya bersama Timnas Irak adalah, ikut bermain di Piala Dunia edisi 1986 Meksiko, dan tiga kali keikutsertaan di Olimpiade.

3 dari 4 halaman

Zidane Iqbal

Zidane Iqbal merupakan pesepak bola yang lahir dari pasangan ayah asal Pakistan dan ibu berkebangsaan Irak. Namun, Iqbal justru lahir di Manchester, Inggris, pada 27 April 2003.

Zidane Iqbal menjadi pemain keturunan Inggris-Asia Selatan pertama yang bermain untuk Manchester United. Istimewanya lagi, debut itu tercatat di ajang sebesar Liga Champions.

Karena garis keturunan dan tempat kelahirannya itu, Zidane Iqbal berkesempatan untuk membela tiga negara, yakni Inggris, Irak, dan Pakistan.

Namun, ternyata ia memilih untuk membela Irak setelah mendapatkan paspor pada Mei 2021. Ketika itu, Iqbal memperkuat Irak U-20 di ajang Piala Arab U-20 2021.

Debutnya bersama timnas Irak kemudian terjadi di kelompok U-23. Dia bermain pada ajang Piala WAFF 2021, turnamen antarnegara Asia Barat. Saat itu, dia menjadi salah satu di antara 23 nama pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas Irak U-23 yang bersaing di Piala WAFF U-23 2023

Di level senior, debutnya tercipta ketika memperkuat timnas Irak pada gelaran Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Iqbal bermain pada dua laga ketika menghadapi Iran dan Lebanon.

Zidane Iqbal kini memperkuat klub Belanda, FC Utrecht setelah pindah dari MU pada musim panas 2023. Kabarnya ia dibeli dengan mahar 1 juta pounds dan kontraknya berlaku sampai 2027 mendatang.

4 dari 4 halaman

Younis Mahmoud

Bagi publik sepak bola Asia, nama Younis Mahmoud adalah pahlawan Irak saat menjuarai Piala Asia 2007 yang saat itu digelar di empat negara termasuk Indonesia.

Ia menjadi pahlawan kemenangan Irak di partai final. Irak menang tipis 1-0 atas Arab Saudi dalam partai final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Gol tunggal Irak dicetak oleh Younis Mahmoud.

Younis Mahmoud bisa disebut sebagai legenda besar sepak bola Irak. Tidak hanya menjadi pahlawan kemenangan negaranya di final Piala Asia 16 tahun silam. Tapi ia juga tercatat sebagai pemain dengan caps terbanyak Timnas Irak dengan 148 laga.

"Memenangkan Piala Asia 2007 dalam keadaan luar biasa merupakan prestasi yang luar biasa bagi tim Irak, karena kita semua tahu bahwa situasi yang sedang dialami Irak dan masih berlangsung selama lebih dari 40 tahun," jelas Mahmoud dalam sebuah wawancara saat itu.

Sumber: Berbagai sumber

Video Populer

Foto Populer