Sukses


Cerita Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Tim Pelatih Primavera Como 1907: Pemain Jarang Main Instagram, Enggan Mengorbankan Perjuangan

Bola.com, Como - Dua tahun setengah sudah Kurniawan Dwi Yulianto menjadi bagian dari keluarga besar Como 1907, klub yang baru saja promosi dari Serie B ke Serie A untuk musim depan.

Kurniawan mendapatkan kesempatan sebagai asisten pelatih tim primavera Como 1907, tepatnya tim U-19 yang berkompetisi di Campionato Primavera 2. Namun, ia terkadang juga membantu di tim U-17.

Merujuk Transfermarkt, Como 1907 U-17 dilatih oleh David Bell, pria yang pernah bekerja di Manchester United pada area pengembangan pemain, Bristol Rovers, Bristol City, hingga Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI).

Kurniawan menceritakan pengalamannya di tim primavera Como 1907. Legenda Timnas Indonesia itu salut dengan pola pikir para pemain di Italia yang bersungguh-sungguh ingin menjadi pesepak bola profesional.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Ungkapan Kurniawan Dwi Yulianto

"Banyak hal yang saya dapatkan karena tim primavera ini kan U-19 dan masa transisisi ke profesional atau tim utama," ujar Kurniawan Dwi Yulianto dalam wawancara eksklusifnya bersama Bola.com yang tayang pada Selasa (14/5/2024) pagi WIB.

"Jadi apa yang dilakukan di tim U-19 itu adalah copy paste dari tim senior. Saat latihan pun banyak pemain primavera yang naik turun ke first team."

"Yang menarik tentu saja, yang selalu saya garis bawahi, adalah mindset para pemain di sini," kata pelatih yang biasa dipanggil Kurus tersebut.

3 dari 5 halaman

Menjaga Perjuangan

"Sebab, para pemain kan baru akan dapat kontrak pada usia 19 tahun kecuali mereka yang mempunyai talenta luar biasa mungkin sudah bisa diikat pada usia 16-17 tahun," ucap Kurniawan.

"Mereka berkompetisi secara regular sejak usia delapan tahun. Jadi goal-nya mereka di usia ke-19, lanjut tidak sebagai pemain profesional."

"Jadi mereka benar-benar hati-hati menjaga perjuangan sejak usia delapan tahun agar tidak sia-sia," imbuh mantan pelatih klub Malaysia, Sabah FC, tersebut.

4 dari 5 halaman

Ingin Jadi yang Terbaik

Kurniawan menjelaskan para pemain muda Como 1907 U-19 sudah ditanamkan sifat kompetitif sejak dini. Pemandangan pemain tidak mau kalah kerap ditunjukkan dalam sesi latihan.

"Secara mental, itu yang terlihat menonjol dan dibuktikan saat latihan. Mereka benar-benar ingin menjadi yang terbaik," tutur asisten pelatih Timnas Indonesia U-22 yang meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja itu.

"Selain itu, saya juga berterima kasih karena diberikan kebebasan di tim primavera. Kadang-kadang saya juga ikut ke tim U-17 karena saya ingin tahu apa yang menjadi kendala atau apa yang bisa saya bagikan ke sepak bola Indonesia," ungkap Kurniawan.

5 dari 5 halaman

Jarang Bermain Instagram

"Meski Como 1907 bukan tim besar seperti AC Milan, Inter Milan, atau Juventus, tapi mereka di Serie B saja mempunyai standarnya seperti itu," terang Kurniawan.

Sang pelatih juga berkisah para pemain muda Como 1907 jarang beraktivitas di media sosial. "Saya coba meminta username Instagram pemain. Saya cek postingan mereka tidak ada. Biasanya kosong atau cuma satu-dua," tutur Kurniawan.

"Mereka bilang 'saya tidak mau mengorbankan apa yang diperjuangkan selama ini ter-distract dengan hal-hal yang tidak penting. Saya ingin fokus di sepak bola'," kata Kurniawan mengakhiri.

Video Populer

Foto Populer