BRI Super League: 4 Pertandingan Telan Kekalahan, Pelatih PSM Sebut Ada Kesalahan yang Banyak Dibuat

PSM Makassar keok 0-2 menghadapi Bali United dalam pekan ke-17 BRI Super League.

Bola.com, Parepare - Mirza Mustafic dan Thijmen Goppel menjadi momok untuk PSM Makassar saat menghadapi Bali United dalam pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie Parepare pada Jumat malam (9/1/2026).

Kekalahan dengan skor 0-2 ini, membuat PSM memperpanjang rekor tidak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir. Yang lebih menyakitkan, 4 pertandingan terakhir dilalui dengan kekalahan.

Apa yang terjadi dengan PSM saat ini, membuat sang arsitek Tomas Trucha angkat bicara. Ia menilai masih ada kesalahan yang dibuat anak asuhnya. Hal tersebut pun terjadi saat menghadapi Bali United yang membuat Mirza Mustafic mencetak gol di menit pertama dan gol kedua dari Thijmen Goppel.

“Ini bukan masalah konsentrasi, tapi organisasi pertahanan yang kurang. Kami membuat kesalahan yang mudah dimanfaatkan oleh pemain lawan,” ucapnya usai pertandingan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Seharusnya Lebih Agresif

Trucha menambahkan, Yuran Fernandes dkk seharusnya bisa bermain lebih agresif dari sebelumnya.

Dari data statistic, PSM Makassar kalah dari segi penguasaan bola dengan 42 persen berbanding 58 persen untuk Bali United. Selain itu tidak banyak peluang yang diciptakan dengan hanya 4 kali peluang yang mengarah ke gawang Bali United dari total 14 tembakan.

Bagi Trucha, ia mencoba untuk mengubah PSM menjadi lebih baik. Namun hal tersebut masih belum terealisasi dengan bagus.

“Kami mencoba untuk bermain lebih menyerang dan menciptakan peluang. Kami juga mencoba menguasai bola dengan lebih baik. Tapi ini adalah proses yang harus dijalani dan ada kesalahan yang kami buat,” ucapnya.

3 dari 4 halaman

Evaluasi

Di putaran kedua, ia mencoba untuk menemukan formula yang tepat untuk bisa memperbaiki PSM, termasuk dari segi mengkonversi peluang menjadi gol. Padahal dengan 10 pemain, Juku Eja menurut arsitek asal Republik Ceko tersebut, bisa setidaknya menahan laju Bali United.

Meskipun ia menyayangkan kartu merah yang diterima Syahrul Lasinari pada menit ke-24 terjadi terlalu cepat. Kartu merah ini yang membuat jalannya pertandingan tidak sesuai yang diharapkannya.

“Jujur, kartu merah berpengaruh terhadap kepercayaan diri tim. Kami bermain dengan 10 pemain, tapi saya rasa kami bisa menciptakan beberapa peluang. Kedepannya, kami mencoba untuk menemukan formula yang tepat untuk bagaimana menggunakan peluang yang diciptakan dengan baik,” tutupnya.

4 dari 4 halaman

Posisi Tim

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer