BRI Super League: PSIM Menang Telak di Markas Madura United, Van Gastel Sebut Kartu Merah Jadi Pembeda

PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan hasil impresif.

Bola.com, Pamekasan - PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan hasil impresif. Laskar Mataram sukses membungkam tuan rumah Madura United tiga gol tanpa balas pada laga pekan ke-17.

Tiga gol PSIM dicetak via brace Fahreza Sudin pada menit ke-56, (63’) dan Franco Ramos (58'). Laga ini digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1/2026) malam WIB.

Hasil ini menjadi suntikan moral berharga bagi Laskar Mataram setelah melewati paruh pertama kompetisi. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengakui kemenangan timnya tak lepas dari situasi laga yang diwarnai banyak kartu merah.

“Ya, saya pikir pertama-tama, selamat atas hari jadinya Madura United. Yang kedua, saya pikir ini adalah pertandingan kartu merah,” ujar Jean-Paul van Gastel selepas laga.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

3 Pemain Diusir Wasit

Duel tersebut berlangsung dalam tensi yang cukup tinggi. Kedua kesebelasan bahkan harus kehilangan masing-masing pemain karena kartu merah yang diberikan wasit Nendi Rohaendy.

Madura United terpaksa bermain dengan sembilan pemain, setelah di menit 45+1' bek Nurdiansyah dan penjaga gawang Miswar Saputra menit ke-90+2' dikartu merah.

Adapun satu pemain PSIM yang dihadiahi kartu merah wasit yakni Franco Ramos. Dia diusir dari lapangan di menit ke-75, atau 17 menit seusai membobol gawang Laskar Sape Kerrab.

“Saya pikir kartu merah sangat memengaruhi permainan dan saya pikir kami mendapat keuntungan dari kartu merah, katakanlah dua kartu merah dari Madura,” kata Van Gastel.

 

3 dari 3 halaman

Fahreza Sudin Bersinar

Gelandang serang PSIM, Fahreza Sudin, tampil sebagai bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetaknya. Pemain berusia 25 tahun itu mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang mampu memanfaatkan situasi di lapangan.

“Dari pemain kami bekerja keras dan Alhamdulillah bisa mengambil tiga poin dari kesalahan Madura karena kartu merah. Jadi kami pemain ya cukup bekerja keras,” ucap Fahreza Sudin.

Soal gol yang diukirnya, Fahreza mengaku sangat bahagia bisa menjawab kepercayaan pelatih. Ia juga menyinggung momen gol pertama yang sempat membingungkan.

"Saya pikir satu gol sih, mungkin Haljeta masuk duluan dia yang dihitung. Perasaan saya bahagia banget. Coach sudah percaya saya bermain dan bisa mencetak gol buat tim,” ungkapnya.

 

Video Populer

Foto Populer