Sumardji Bicara Penunjukan John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia: Disesuaikan Karakter dan Budaya Indonesia

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, bicara mengenai keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Bola.com, Jakarta - Tak sedikit yang masih bertanya, terkait keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, angkat bicara mengenai penunjukan tersebut.

Sebelumnya beredar kabar, selain John Herdman, ada sejumlah nama yang masuk bursa. Satu di antaranya adalah asisten pelatih Liverpool asal Belanda berdarah Indonesia, Giovanni van Bronckhorst.

Namun, PSSI akhirnya memilih John Herdman sebagai suksesor Patrick Kluivert yang dipecat Oktober tahun lalu. Terkait penunjukan John Herdman, Ketua Badan Timnas Nasional (BTN) Sumardji membeberkan bahwa keputusan sudah melalui proses yang sangat panjang dan matang.

"Jadi kalau ditanya kenapa harus John? Yang pertama, ini sudah melalui proses yang sangat panjang dikarenakan memang kami ingin dari PSSI menginginkan memilih pelatih yang sesuai dengan karakter apa yang kita inginkan sesuai dengan budaya kita dan mau mengerti tentang budaya kita," kata Sumardji, via kanal YouTube Kompas TV.

Menurut Sumardji, PSSI tak hanya mempertimbangkan pemain lokal melainkan juga yang berkarier di luar negeri.

"Karena kita ini tidak hanya memikirkan bagaimana pemain-pemain lokal, tetapi juga kita harus memikirkan pemain-pemain dari diaspora, sehingga itu kita jadikan satu untuk bisa menjadi kekuatan yang sangat besar. Memang tujuan kita memilih John ini adalah goal-nya adalah untuk 2030 untuk lolos ke Piala Dunia," ujar Sumardji.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Bicara Target Harus Realistis

Ditanya apakah John Herdman hanya ditargetkan membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2023, Sumardji menegaskan bahwa semua target sudah dibahas dan itu dilakukan secara bertahap serta sikap realistis.

"Begini, pelatih itu ya, kami juga harus bisa menyampaikan secara realistis. Kalau realistis, bicara terlalu membumbung tinggi nanti hasilnya tidak sesuai, itu juga akan jadi masalah," tukas perwira menengah Polri berpangkat komisaris besar itu.

"Maka yang bisa saya katakan sejak awal kami wawancara John, berkaitkan dengan event yang memang di luar kualifikasi Piala Dunia itu juga menjadi keinginan semua untuk mendapatkan prestasi sesuai apa yang diharapkan," tutur Sumardji.

3 dari 3 halaman

Semua Butuh Waktu

Sumardji lantas membagikan pengalamannya saat Timnas Indonesia masih diarsiteki pelatih sebelumnya, termasuk Shin Tae-yong.

"Harus diingat semua itu butuh tahap penyesuaian yang memang membutuhkan waktu. Contoh, saya, karena kebetulan juga dari awal dulu, dari Shin Tae-yong saya juga ikut, sehingga saya tahu betul tahapan itu harus dilalui," papar Sumardji.

"Kalau langsung menginginkan pada Maret kemudian Juli nanti Piala AFF ditarget untuk juara, ini saya juga tidak bicara apa-apa. Kenapa? Karena kalau bicara target di tim, target di tim ya, sekali lagi target di tim, tentunya kami juga menginginkan yang terbaik. Keinginannya juara, tapi target tim ya begitu."

"Kalau kita bicara jangka panjang, semua itu ada tahapannya. Jadi sekali lagi, ini butuh pengertian semua. Jangan sampai pelatih baru datang, ditarget Maret harus menang semuanya, terus nanti Piala AFF harus juara. Ya, saya juga tidak bisa berkata apa-apa kalau begitu," tutup Sumardji.

Video Populer

Foto Populer