Sukses


Head to Head Hiddink Vs Van Gaal, Siapa Lebih Unggul?

Bola.com, Jakarta - Partai antara Chelsea melawan Manchester United yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge, Minggu (7/2/2016) malam WIB, menjadi panggung pertempuran bagi dua pelatih berkebangsaan Belanda, Guus Hiddink dan Louis Van Gaal. Berikut rekam jejak dan prestasi keduanya di dunia kepelatihan.

 

Berbicara soal usia, keduanya tak terlampau jauh. Hiddink berumur 69 tahun. Sementara itu, Louis Van Gaal lebih muda lima tahun dibandingkan dengan Hiddink. Oleh karenanya, keduanya memasuki dunia kepelatihan di era yang sama.

Guus Hiddink memulai karier kepelatihannya dengan membesut klub asal Belanda, PSV Eindhoven pada tahun 1987. Sebelumnya, Hiddink menjabat sebagai asisten pelatih di klub itu dari tahun 1983 hingga 1987. Kala itu, Hiddink diberikan tugas berat dari manajemen klub, yakni mengejar ketertinggalan tiga poin dari Ajax Asmterdam, selaku pimpinan klasemen Liga Belanda, di sisa 10 partai.

Hiddink berhasil menyelesaikan tugas berat tersebut. Dia membawa PSV Eindhoven tampil sebagai juara Liga Belanda dengan keunggulan enam poin dari Ajax Amsterdam. Keberhasilan itu langsung membuat nama Hiddink melonjak.

Selama tiga tahun masa kepemimpinannya, Hiddink berhasil membawa PSV Eindhoven menjadi salah satu raksasa Belanda. Dia berhasil membawa PSV meraih treble winner pada musim 1988, juara Liga Belanda, KNVB Cup, dan Piala Champions.

Sementara itu, Louis Van Gaal memulai karier kepelatihannya dengan menjadi asisten pelatih AZ Alkmar pada tahun 1986. Dua tahun setelahnya, Van Gaal direkrut sebagai asisten pelatih Ajax Amsterdam. Ketika Leo Beenhakker meninggalkan Ajax pada tahun 1991, Van Gaal mengambilalih jabatan pelatih Ajax Amsterdam.

Di bawah kepemimpinan Van Gaal, Ajax Amsterdam menjelma menjadi salah satu raksasa Belanda. Selama enam tahun masa kepemimpinannya, Van Gaal membawa Ajax Amsterdam tiga kali menjuarai Liga Belanda.

Prestasi

Setelah meninggalkan PSV Eindhoven, Hiddink melatih klub asal Turki, Fenerbahce. Semusim berselang, Hiddink hijrah ke Spanyol dengan menjadi pelatih klub Valencia. Namun, tantangan terbesar pertama Hiddink sebagai pelatih adalah mengarsiteki Timnas Belanda pada tahun 1994 hingga 1998.

Total selama 19 tahun kariernya di dunia kepelatihan, Guus Hiddink telah melatih 10 klub dan lima Timnas. Selama di Belanda, Hiddink mempersembahkan enam gelar Liga Belanda bagi PSV Eindhoven, empat gelar KNVB Cup, satu gelar Piala Champions, dan satu gelar Piala Super.

Sementara di Spanyol, Hiddink mengantar Real Madrid meraih juara Intercontinental Cup pada tahun 1998. Adapun di Inggris, Hiddink mengantar Chelsea menjadi juara Piala FA pada musim 2008 - 2009. Di level Timnas, perstasi terbaik Hiddink adalah mengantar Timnas Belanda meraih posisi ketiga Piala Dunia 1998 dan mengantar Timnas Rusia ke semifinal Piala Eropa 2008. Total, Hiddink menghasilkan 14 trofi sebagai pelatih.

Sementara itu, Van Gaal menjadi pelatih Barcelona setelah meninggalkan Ajax Amsterdam pada tahun 1997. Dia didaulat sebagai pengganti Bobby Robson di Blaugrana. Selama tiga musim masa kepemimpinannya di Barca, Van Gaal tiga kali menjuarai La Liga dan Piala Raja Spanyol pada musim 1997 - 1998, dan Piala Super Eropa 1997.

Setelahnya, Van Gaal ditunjuk sebagai pelatih Timnas Belanda pada tahun 2000. Namun, Van Gaal gagal total bersama Timnas Oranye. Van Gaal gagal mengantar Timnas Belanda lolos ke Piala Dunia 2002. Ini menjadi pertama kalinya Belanda gagal lolos kualifikasi Piala Dunia sejak tahun 1986. Van Gaal mundur pada 31 Januari 2002 dan digantikan oleh Dick Advocaat.

Total selama 30 tahun kariernya di dunia pelatih, Van Gaal melatih enam klub dan satu Timnas. Di Belanda, dia membawa Ajax tiga kali meraih gelar Liga Belanda, tiga kali juara Johan Cruijff Shield, sekali juara Liga Champions, Piala UEFA (kini Liga Europa), Piala Super Eropa, dan Intercontinental Cup. Serta, sekali juara Liga Belanda bersama AZ Alkmar

Di Spanyol bersama Barcelona, Van Gaal tiga kali menjuarai La Liga, sekali meraih gelar Piala Raja Spanyol dan Piala Super Eropa. Sementara itu, Van Gaal mengantar Bayern Munchen menjadi juara Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman. Total, dia mempersembahkan 20 trofi.


Rekor Pertemuan

Meski sudah 30 tahun berlalu, pertemuan antara mereka berdua sebagai pelatih belum terlalu banyak, jumlahnya baru sembilan. Itu terjadi karena Hiddink langsung berkelana ke banyak negara Eropa di awal kariernya, sementara Van Gaal bertahan 10 tahun di Belanda sebelum pergi ke luar negeri.

Maka tak mengherankan kalau pertemuan pertama mereka justru terjadi di luar Belanda. Tepatnya di Spanyol bersama dua klub rakasa negara tersebut, Barcelona dan Real Madrid.

Duel pertama terjadi pada 19 September 1998. Hiddink bersama El Real yang menjadi tuan rumah cuma bisa bermain imbang menjamu El Barca yang dilatih Van Gaal. Pada pertemuan kedua di Camp Nou musim yang sama, Van Gaal meraih kemenangan telak 3-0.

Itu kemudian menjadi satu-satunya kemenangan Van Gaal atas kompatriotnya itu. Setelah itu Hiddink selalu jadi pemenang di empat pertemuan, sementara bentrokkan terakhir tuntas 0-0 di Old Trafford, Desember lalu. Total dari sembilan pertemuan, Hiddink meraih empat kemenangan. Sementara itu, Louis Van Gaal baru sekali menang. Dua pertandingan tersisa berakhir imbang.

Sumber: Berbagai Sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini

 

 

 

 

Video Populer

Foto Populer