2 Formasi yang Membuat Manchester United Menakutkan

Hasil lawan Norwich City adalah kemenangan yang sangat dibutuhkan Manchester United setelah jalani musim yang membosankan. Solskjaer telah membuat beberapa pergantian taktis dalam formasinya.

Jakarta - Manchester United mencatat kemenangan tandang pertama mereka di Liga Premier dalam delapan bulan. Itu terjadi ketika mereka mengalahkan Norwich City 3-1.

Ini adalah kemenangan yang sangat dibutuhkan Manchester United setelah menjalani musim yang membosankan. Tiga kemenangan dalam 10 pertandingan liga dan enam dari 14 laga di semua kompetisi secara akurat mencerminkan masalah tim.

Kemenangan melawan Norwich menjadikan MU sudah membuat dua kemenangan tandang berturut-turut di seluruh kompetisi. Sisi positif besarnya adalah bahwa penyerang United semua terlibat dalam tujuan mereka.

Daniel James menghasilkan assist mewah untuk gol Marcus Rashford sementara Anthony Martial mencetak gol dengan sentuhan rapi.

Mungkin malam itu bisa lebih buruk bagi tuan rumah jika Martial dan Rashford tidak melewatkan tendangan penalti. Kedua penalti yang terlewat itu juga memunculkan perdebatan tentang siapa pemain yang tepat sebagai penendang penalti yang ditunjuk.

Sejak pertandingan kontra Liverpool yang berakhir 1-1 dan engejutkan banyak orang, manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer telah membuat beberapa pergantian taktis dalam formasinya.

Tetapi formasi mana yang akan bekerja lebih bagus untuk tim, dan siapa yang harus bermain di mana? Beriktu dua formasi yang dapat memberikan hasil bagi United:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Formasi 3-5-2

David De Gea, Harry Maguire, Victor Lindelof, Axel Tuanzebe, Aaron Wan-Bissaka, Luke Shaw, Scott McTominay, Paul Pogba, Daniel James, Anthony Martial, Marcus Rashford

Formasi ini dimaksudkan untuk mencegah tim dari lebih banyak kebobolan. Dengan lima pemain yang berpikiran defensif, MU dapat menempatkan benteng di lini belakang dan menggunakan langkah sayap belakang untuk maju ke depan.

Paul Pogba tentu saja harus bisa meningkatkan area lini tengah. Dan, dia akan memiliki perlindungan yang dia butuhkan untuk menekan ke depan dan memainkan kunci umpan ke depan. Rashford dan Martial memiliki kemampuan untuk saling melengkapi di bidang permainan; yang terlihat dalam pertandingan Norwich saat mereka bergabung untuk goal ketiga.

4-2-1-3

David De Gea, Harry Maguire, Axel Tuanzebe, Aaron Wan-Bissaka, Luke Shaw, Scott McTominay, Fred, Paul Pogba, Daniel James, Anthony Martial, Marcus Rashford

Dalam formasi ini, Lindelof takkan banyak terlibat. Dalam pertandingan yang dimainkan musim ini, Tuanzebe telah menunjukkan pertahanan yang lebih kuat; ia memiliki kekuatan untuk menjaga penyerangan. Pertandingan liga kandang melawan Crystal Palace dan Liverpool adalah contoh yang bagus untuk itu.

Dalam dua kasus itu, Lindelof diintimidasi oleh Jeffrey Schlupp dan Sadio Mane. Melawan Palace, Schlupp melompati pelatih asal Swedia itu untuk membebaskan Jordan Ayew, yang kemudian memiliki jalur yang jelas menuju gawang dan mencetak gol.

Melawan Liverpool, Mane dengan mudah mengalahkan Lindelof di kotak penalti, namun beruntung golnya dibatalkan VAR.

Fred masuk ke dalam formasi ini karena dia adalah pelintas yang lebih baik daripada Nemanja Matic yang sudah tua. Dia juga bisa melindungi Pogba dan memungkinkan pemain Prancis itu bermain lebih jauh ke depan.

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Achmad Yani/Bogi Triyadi, Published 31/10/2019)

Video Populer

Foto Populer