Sukses


Sihir 45 Menit Thiago di Liverpool Mendadak Membuat Bruno Fernandes Berasa Biasa Aja, Suporter Manchester United Dilarang Baper

Bola.com, Jakarta - Liverpool menghajar Chelsea dua gol tanpa balas pada duel pekan kedua Premier League 2020-2021, Minggu (20/9/2020) malam WIB. Laga ini juga menjadi saksi debut bintang baru The Reds, Thiago Alcantara. Kinerja sang playmaker asal Spanyol amat memesona. Benarkah ia lebih hebat dari seorang Bruno Fernandes yang dibangga-banggakan Manchester United musim lalu?

Transfer eks Bayern Munchen ini baru diresmikan beberapa hari lalu, tidak ada yang menduga Jurgen Klopp langsung memainkannya. Meski baru masuk di babak kedua, Thiago tampil percaya diri di lapangan.

Dia memang tidak berkontribusi untuk dua gol Liverpool, yang keduanya dicetak oleh Sadio Mane. Namun, performa Thiago secara menyeluruh patut diapresiasi meski hanya tampil 45 menit.

Thiago hanya tampil 45 menit, tapi sudah cukup untuk membuktikan kualitasnya dan menegakan mengapa Liverpool membutuhkan pemain seperti ini.

Tercatat, Thiago menuntaskan 75 umpan sukses selama 45 menit bermain. Jumlah itu setidaknya 17 lebih banyak dari pemain Chelsea mana pun yang tampil sampai 90 menit.

Juga, dengan 75 operan ini, Thiago mencetak rekor baru di Premier League perihal jumlah operan terbanyak yang bisa dibuat pemain dalam waktu 45 menit. 

Tidak hanya itu. Dia sebagian besar (56) operan Thiago pun tercipta di wilayah bermain Chelsea.

Ini membuktikan bahwa Thiago adalah pemain yang tepat untuk gaya bermain menekan dan dominasi ala Liverpool. Sekaligus membuktikan bahwa pemain Liverpool langsung memercayai Thiago dengan segala kualitas yang dimiliki.

Aksi sang bintang langsung disebandingkan dengan Bruno Fernandes, gelandang serang andalan Manchester United, klub seteru The Reds.

Musim lalu, penggemar Liga Inggris dibuat terpesona dengan sihir yang diperagakan Bruno Fernandes. Direkrut pada tengah musim, gelandang serang asal Portugal tersebut menjadi sosok pembeda bagi klub barunya.

United yang sempat tertatih-tatih di putaran pertama Premier League, menyudahi musim dengan bertengger di posisi tiga besar. Hal yang diragukan banyak orang bisa mereka lakukan.

Bruno Fernandes memang punya peran vital untuk Manchester United. Ia mencetak 8 gol dan 7 assist dari 14 pertandingan bersama Setan Merah di Premier League.

Berdasarkan statistik Whoscored, sang gelandang dinilai 7,73. Selama Fernandes tampil, Man United tercatat tidak terkalahkan di Liga Inggris: menang 9 kali dan seri 5 kali.

United yang awalnya ada di urutan 5 dengan 34 poin (tertinggal 14 angka dari Leicester City) bisa finis di posisi 3 dengan 66 poin, unggul empar angka dari The Foxes.

2 dari 5 halaman

Sihir Bruno Musim Lalu

Sejak Bruno Fernandes masuk Manchester United, ia memang diberi kesempatan sebagai eksekutor utama tim. Kemampuannya melakukan tendangan bola mati, terutama penalti amat luar biasa.

Dari 5 penalti yang diperoleh Red Devils, empat di antaranya diambil sang gelandang berusia 25 tahun, satu sisanya oleh Marcus Rashford. Artinya, 4 dari 8 gol Fernandes berasal dari titik putih. Sementara yang lain, 2 dari open play, 1 dari set pieces (tendangan bebas), dan 1 serangan balik.

Di ajang Piala FA, Bruno Fernandes juga mencetak gol via penalti kala bersua Chelsea. Demikian pula ketika Manchester United menghadapi Club Brugge di Liga Europa.

Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, sempat memuji sembari menyindir kehebatan Bruno sebagai Raja Penalti.

"Bruno Fernandes datang dalam keadaan fit, bermain dengan sangat baik, dan meningkatkan performa Man United secara keseluruhan,” kata Mourinho kepada media Portugal, Record seperti dikutip Metro.

"Dia juga terbukti menjadi penendang penalti yang hebat, salah satu eksekutor terbaik di dunia, karena dia punya 20 kesempatan untuk mencetak gol penalti," tutur sang pelatih Tottenham.

Lepas dari kontroversi penalti, harus diakui kehadiran Bruno Fernandes memberi harapan bagi fans Manchester United. Sejumlah legenda Man United meyakini klubnya bisa menumbangkan dominasi Liverpool dan Manchester City.

"Bruno Fernandes pemain yang selama ini dinantikan United. Ia bisa membawa kami terbang tinggi. Sudah sepantasnya Liverpool dan Manchester City mewaspadai kami," ungkap Garry Neville, pundit Sky Sports yang notabene mantan bek kanan Manchester United.

Ole Gunnar Solskjaer dipuji setinggi langit, karena melakukan transfer brilian. Suporter Man United mulai bermimpi klub kesayangannya bisa kembali jadi juara Liga Inggris musim ini.

Tapi dunia terasa berbalik di awal musim 2019-2020. Bruno Fernandes yang dielu-elukan musim lalu, mendadak kehilangan kesaktiannya saat Setan Merah menjajal tim medioker Crystal Palace. Pasukan Ole digasak 1-3 di Old Trafford.

Sepanjang laga, Bruno tak melakukan banyak hal. Sihir-sihirnya seakan hilang tanpa bekas.

 

3 dari 5 halaman

Thiago Membuat Lini Tengah The Reds Lebih Hidup

Perhatian kemudian tertuju ke sosok Thiago. Pemain asal Spanyol tersebut langsung tampil memesona di laga debutnya bersama Liverpool.

Hanya bermain selama 45 menit, pemain yang menjadi salah satu aktor kunci saat Bayern Munchen memenangi Liga Champions, Thiago membuat banyak mata tak bisa berkedip. Ia memeragakan permainan cantik di sektor tengah The Reds.

Ia membuat permainan cepat Liverpool terasa lebih hidup lewat umpan-umpan terukurnya.

Thiago didatangkan dengan harga relatif murah, sekitar 30 juta pounds (sementara Bruno dihargai 55 juta euro dari Sporting Lisbon). Dan dia hanya butuh 45 menit untuk menunjukkan mengapa Liverpool membutuhkannya.

Trio penyerang The Reds, Salah-Mane-Firmino, jelas akan lebih dimanjakan di depan gawang. Operan Thiago akan memudahkan mereka, meski tak selalu langsung, tapi bola akan sampai di sana.

"Thiago adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Kami beruntung memilikinya," ujar Sadio Mane soal Thiago.

Baru laga pertama, baru 45 menit, dan Thiago sudah mencuri perhatian. Mendadak orang melupakan sosok Bruno Fernandes. Kemampuan sang bintang mendadak dianggap biasa-biasa saja.

Pastinya Thiago Alcantara membuat Jurgen Klopp punya lebih banyak pilihan di lini tengah. Lebih dari itu, transfer Thiago juga membuat Klopp punya tambahan satu 'pemain baru' untuk menjadi bek tengah.

Jika berkaca pada laga melawan Chelsea, Klopp punya satu bek tengah tambahan pada diri Fabinho. Pemain asal Brasil tampil bagus saat berduet dengan Virgil van Dijk untuk posisi bek tengah.

"Saya pikir tidak ada pembicaraan tentang Liverpool yang membutuhkan bek tengah lagi. Karena mereka punya begitu banyak gelandang tengah, mereka harus memberinya (Fabinho) menit bermain," kata Jamie Carragher.

Jika memainkan Fabinho sebagai bek tengah, maka Jurgen Klopp tetap punya ruang untuk Gini Wijnaldum. Gelandang asal Belanda itu sudah menjadi andalan Klopp dalam tiga musim terakhir. Wijnaldum tak perlu pindah ke Barcelona.

 

4 dari 5 halaman

Kuat dalam Bertahan

Kehadiran Thiago membuat aliran bola Liverpool lebih cair dan dari situ mereka mendominasi laga. Dua gol Liverpool tercipta pada babak kedua, ketika Thiago berada di atas lapangan.

Jurgen Klopp langsung memuji aksi Thiago. Walau keselitan saat bertahan, Thiago tetap tampil bagus. "Saat menyerang, dengan bola, itulah dia, dia ingin mengoper bola," puji Klopp.

Thiago memang identik dengan operan dengan visi ciamiknya. Akan tetapi, di laga melawan Chelsea, dia memberi bonus yang pasti membuat fans Liverpool jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Thiago membuat satu tekel kepada N'Golo Kante, pemain Chelsea yang dikenal jarang kehilangan bola. Thiago membuat bola lepas dari kaki Kante, walau gagal menguasai balik bola itu.

Setelah itu, Thiago mendapat respon dari James Milner. Keduanya seolah sama-sama puas dengan aksi yang dilakukan pada Kante. Thiago telah memberi lebih dari sekadar pengumpan bagi Liverpool. Ia bisa diandalkan sebagai pemain pemutus alur serangan lawan. Hal ini yang dinilai tak dimiliki Bruno Fernandes.

Memang masih terlalu dini menilai Thiago akan sukses bersama Liverpool. Atau sebaliknya Bruno bersama Manchester United. Persaingan Premier League 2019-2020 masih panjang. Akan sangat menarik menyaksikan aksi kedua maestro lini tengah tersebut.

Sumber: Berbagai sumber

5 dari 5 halaman

Video

Highlights Mola TV: Manchester United 0 vs 0 Chelsea | Liga Inggris | (24/10/2020)

Video Populer

Foto Populer