Sukses


Liga Inggris: Para Pendukung Liverpool Mengecam Komentar Frank Lampard Soal Kartu Merah Chelsea

Bola.com, Jakarta Kekalahan 0-2 Chelsea dari Liverpool di pekan kedua Liga Inggris, Minggu (20/9/2020) tidak lepas dari akibat kartu merah yang diterima bek tengah The Blues, Andreas Christensen, di menit ke-45. Namun, justru komentar Frank Lampard yang membela Christensen itulah yang menjadikan jagat internet ramai dengan kecaman pendukung Liverpool kepada sang bos Chelsea.

Ya, dengan status sebagai juara bertahan, Liverpool sebenarnya dalam posisi terancam karena laga digelar di kandang Chelsea, yang digadang-gadang menjadi calon juara musim ini karena aktivitas mereka yang luar biasa di bursa transfer. Tidak mengherankan juga bila akhirnya insiden dalam duel super panas tersebut dengan mudah menyulut reaksi publik. 

Sebelum Sadio Mane dua kali membobol tim tuan rumah, wasit dengan bantuan Video Assistant Referee (VAR) memutuskan mengusir Christensen keluar dari lapangan akibat pelanggarannya kepada Mane. Belakangan keputusan ini pun sejalan dengan bukti luka lebam akibat pelanggaran bek sentral asal Denmark itu di kaki Mane. 

Namun, dua bukti kuat itu dinilai Lampard tidak cukup untuk sebuah ganjaran kartu merah bagi Chelsea. "Saya tidak yakin itu adalah insiden yang harus dituntaskan dengan kartu merah. Wasit seharus tetap masih bisa memutuskan untuk memberikan kartu merah atau tidak," ujar Lamps seperti dikutip The Telegraph. 

2 dari 2 halaman

Lampard Disebut Tidak Sportif

Masih dalam konteks hasil wawancara pascalaga yang sama, Lampard juga menambahkan, "Ketika dalam tingkat pelanggaran yang lebih rendah kartu kuning sudah bisa dikeluarkan, sebagai wasit Anda harus benar-benar yakin bahwa dalam kondisi seperti itu kartu merah layak untuk diberikan kepada pemain. Saya sendiri tidak yakin, sekali lagi buat saya pelanggaran itu masih bisa menimbulkan kartu merah atau tidak."

Menanggapi berita dan pernyataan di atas, sontak para pendukung Liverpool menyebut Lampard bersikap tidak sportif dengan menilai sebuah insiden yang nyata-nyata sebagai sebuah pelanggaran berat secara tidak obyektif. Ada yang menyebut eks gelandang tengah timnas Inggris itu "tengah dilanda kepahitan hidup" dan ada pula yang tega menyebutnya "pelatih frustrasi", "tak punya lagi kredibilitas", "kehilangan akal sehat", serta "bermulut kotor". 

Julukan terakhir ini sebenarnya lebih terkait kasus terakhir ketika di akhir musim lalu Frank Lampard beradu argumen dengan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, di sisi lapangan. Saat itu Lamps menyebut Klopp dan Liverpool sebagai mahluk arogan dengan melakukan selebrasi gol yang berlebihan dan kerap memprotes wasit dengan gaya teaterikal yang tidak sopan. Akumulasi konfrontasi Chelsea dengan The Reds di Liga Inggris ini bakal memuncak di pertemuan jilid kedua antara mereka pada 20 Maret 2021 mendatang dan para pendukung Liverpool sudah tak sabar menanti apa komentar Lampard sesudah pertandingan nanti. 

 

  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Chelsea
  • Liga Inggris
  • Frank Lampard
Highlights Mola TV: Liverpool 2 vs 1 Sheffield United | Liga Inggris | (25/10/2020)

Video Populer

Foto Populer