BRI Super League: Cinta Tak Pernah Pudar, Erwan Hendarwanto Ungkap Alasan Tinggalkan PSIM dan Menerima Tantangan di Garudayaksa FC

Erwan Hendarwanto akhirnya buka suara mengenai alasan menerima tawaran sebagai pelatih Garudayaksa FC.

Bola.com, Yogyakarta - Erwan Hendarwanto akhirnya buka suara mengenai alasan menerima tawaran sebagai pelatih Garudayaksa FC. Ia mengakui langkah tersebut bukan keputusan mudah, karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PSIM Yogyakarta.

"Buat saya ini tantangan baru yang tidak mudah sebenarnya, tapi saya akan mencoba berkarier di tempat lain. Jadi dari awal musim saya ditawari, tapi waktu itu kan masih menjadi PSKC Cimahi. Dari PSKC saya ditawari untuk jadi head coach," buka Erwan kepada Bola.com, Selasa (10/2/2026).

"Tawaran itu datang tepat kurang lebih satu Minggu setelah final (Liga 2) tahun lalu. Cuma saat itu saya katakan bahwa saya ingin merasakan atmosfer Liga 1. Waktu itu ada beberapa tawaran masuk, salah satu yang menarik dari PSKC. Kemudian beberapa Minggu kemudian ada kabar PSKC dibeli Garudayaksa."

"Nah, itu menawari saya lagi, 'sekarang sudah berubah jadi Garudayaksa coach'. Tapi kembali lagi karena saya belum melakukan dan Liga 1 belum berjalan, masih ada rasa penasaran seperti apa sih Liga 1,"

"Setelah itu mereka menutup, enggak mencoba lagi. Setelah jalan, mereka di Liga 2 juga prestasinya bagus saat ini peringkat satu. Makanya saya enggak berpikir untuk punya gambaran, enggak mungkin lah ada tim yang menawari saya lagi karena saya sudah di PSIM."

"Enggak tahu di putaran kedua tawaran datang lagi ke saya. Saya juga bilang prestasinya kan bagus di peringkat pertama, alasannya kenapa kok masih menawari saya. Mereka bilang bahwa 'enggak tahu dari awal kita pengin dengan coach Erwan'," ungkap Erwan Hendarwanto.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Restu Keluarga Jadi Penentu

Keputusan besar itu diambil setelah Erwan berdiskusi panjang dengan keluarga dan manajemen. Pertimbangan lainnya ia sudah mengenal beberapa staf pelatih yang pernah bekerja sama dengannya di PSIM. Salah satunya pelatih fisik Asep Ardiansyah.

"Akhirnya saya pertimbangkan, saya diskusi dengan keluarga dan manajemen. Tak sampaikan bahwa saya akan mempertimbangkan tawaran ini. Setelah sepakat dengan keluarga, saya sampaikan ke manajemen bahwa ini permintaan saya," katanya.

"Tak anggap ini sebuah tantangan, bisa dikatakan ini perjalanan yang harus saya lalui karena beberapa kali saya ditawari. Dengan prestasi Garudayaksa seharusnya enggak ada kepikiran untuk mengganti pelatih karena sejauh ini bagus."

"Mungkin kalau prestasinya menurun dari peringkat satu ke empat masih bisa dipahami. Justru ini tidak hanya tantangan bisa memenuhi target dari manajemen, tapi tantangan untuk mempertahankan karena saya datang dengan prestasi yang bagus, jadi ini hal yang tidak mudah. Tapi saya justru tertantang, mudah-mudahan sesuai target."

"Kemudian memang di sini saya beberapa staf kepelatihan sudah kenal sejak dulu. Ada juga pelatih fisik PSIM musim lalu Asep, jadi secara adaptasi saya enggak kesulitan. Itu yang mendasari saya menerima tawaran ini," papar Erwan.

Target Promosi Liga 1

Soal target, Erwan Hendarwanto menyebut klub milik Presiden Prabowi Subianto itu membidik satu tujuan utama: promosi ke BRI Super League musim depan.

"Targetnya memang lolos Liga 1. Ya secara materi pemain juga cukup bagus. Ini yang menjadi dasar saya menerimanya, memang tadi saya juga sekilas melihat memang ada beberapa posisi yang harus kita modifikasi," ucap pelatih asal Magelang, Jawa Tengah itu.

"Tapi belum saya lakukan, saya hanya datang latihan menganalisa dulu, melihat dulu gitu. Saya sampai kemarin sore. Saya datang langsung ke lapangan melihat latihan," beber pelatih berusia 49 tahun itu.

Saat ini, klub berjuluk Spirit of Garuda itu bertengger di puncak klasemen sementara Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026. Garudayaksa FC mengukir 34 poin dari 18 laga yang dijalani.

Cinta yang Tak Pernah Pudar untuk PSIM

Minggu (9/2/2026) malam WIB, manajemen Laskar Mataram resmi mengumumkan perpisahan dengan Erwan Hendarwanto selaku asisten pelatih Jean-Paul van Gastel untuk paruh musim BRI Super League 2025/2026.

Meski kini memulai lembaran baru bersama Garudayaksa FC, sosok yang berjasa besar membawa PSIM promosi ke kasta tertinggi musim ini, setelah penantian 18 tahun itu menegaskan cintanya kepada Laskar Mataram tidak akan pernah pudar.

"Saya itu mencintai PSIM melebihi segalanya. Saya benar-benar mencintai PSIM bahkan keluarga pun kadang saya korbankan hanya untuk PSIM," ujar eks pelatih Persekat Tegal itu.

"Saya dengan PSIM melakukan itu benar-benar dari hati dan saya mendoakan PSIM tidak hanya sekadar mendoakan tapi puasa sama dzikir pun saya lakukan untuk suksesnya PSIM," pungkas Erwan Hendarwanto.

Video Populer

Foto Populer