Sukses


Awas Jurgen Klopp, Bisa-Bisa Nasibmu bersama Liverpool Seperti Frank Lampard di Chelsea Lho!

Bola.com, Jakarta - Nyaris tak ada yang menyangka kalau Chelsea bakal dengan mudahnya memecat manajer sekaligus legenda hidup mereka, Frank Lampard. Ini menjadi sinyal buruk buat Jurgen Klopp yang masa depannya di Liverpool jadi tanda tanya besar.

Frank Lampard dianggap tidak memenuhi ekspektasi Roman Abramovich musim ini setelah terseok-seok di pentas Liga Inggris. Padahal, ratusan juta poundsterling telah dikucurkan agar Chelsea bisa bersaing dengan Liverpool, Manchester City, maupun Manchester United.

Gary Neville, mantan pemain Manchester United yang kini menjadi komentator di sejumlah media Inggris, menuturkan bahwa Frank Lampard adalah korban beratnya tekanan menjadi manajer Chelsea. Terlebih, Abramovich bukan tipe orang yang sabaran.

Di sisi lain, Frank Lampard memang belum memberikan apa-apa buat Chelsea. Ibarat mesin diesel, racikan timnya sebetulnya juga urung membuahkan hasil. Sayang, kata 'sabar' tak ada dalam kamus Abramovich.

Lampard telah memberikan segalanya sebagai pemain. Loyalitasnya tak perlu dipertanyakan. Gelar Liga Inggris sampai Liga Champions telah disumbangkannya. Namun itu semua terasa hampa ketika Chelsea dibawanya tak tentu arah.

Situasi serupa bisa menimpa siapapun, termasuk Jurgen Klopp yang mungkin buat semua pendukung Liverpool masih jauh dari kata 'pemecatan'. Tapi berkaca pada kasus yang menimpa Frank Lampard dan para manajer terdahulunya, bukan sesuatu yang mustahil kalau tiba-tiba manajemen The Reds memutuskan untuk mendepaknya dari Anfield.

Video

2 dari 3 halaman

Seharusnya Dipecat pada 2017

Musim 2019/2020 menjadi momen tak terlupakan buat seluruh elemen Liverpool. Itu adalah kali pertama di era Premier League, The Reds berhasil meraih juara, atau gelar Liga Inggris pertama sejak 30 tahun.

Hebatnya, semusim sebelumnya, Klopp berhasil memberikan trebel interkontinental buat Liverpool, yakni Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Akan tetapi, jauh sebelum Jurgen Klopp memberikan sederet trofi buat Liverpool, ia seharusnya sudah dipecat, tepatnya pada 2017. Legenda klub, John Barnes, memiliki alasan kuat.

"Seberapa sukses dia dalam dua tahun pertama dalam hal tertinggal 25 poin dari puncak? Tapi Liverpool percaya bahwa dia orang yang tepat," kata John Barnes.

"Jika dia berkulit hitam, dia akan kehilangan pekerjaannya dalam dua tahun pertama itu."

"Lalu, kalau dia orang Inggris, pasti sudah dipecat. Ada diskriminasi yang aneh di Inggris, tertama di Premier League," ujar Barnes lagi.

Perlu diketahui, Liverpool hanya finis di posisi kedelapan pada musim 2015/2016 dan posisi keempat pada 2016/2017. Namun, ada kepercayaan dari manajemen klub bahwa ia adalah orang yang tepat.

Kesabaran, kepercayaan, dan komitmen klub telah diberikan kepada Jurgen Klopp. Oleh karena itu, Liverpool bisa saja berubah pikiran jika manajer asal Jerman itu terus menerus menelan hasil buruk.

 

3 dari 3 halaman

Kesabaran dan Kepercayaan Sudah Diberikan, Lecet Sedikit Saja Bisa Berbahaya

Seperti telah diulas sebelumnya, Jurgen Klopp butuh waktu tak sebentar untuk memiliki tim seperti sekarang ini. Ada waktu yang dikorbankan, ada kepercayaan yang tak boleh dicederai.

"Sudah pasti kami tak bisa melakukannya dalam semalam. Semua orang menginginkan hal itu tetapi kami tak bisa melakukan hal itu, jadi saya minta waktu," kata Klopp kepada Football Show dari Sky Sports.

Sejak membesut Liverpool pada 2015 menggantikan Brendan Rodgers, butuh tiga tahun yang berbeda buat Klopp mengantarkan timnya ke final kejuaraan yang berbeda, yakni Liga Europa, Piala Liga, dan Liga Champions

Semuanya kandas.

Akan tetapi, Liverpool terus mendukung Jurgen Klopp membentuk klub yang diinginkannya, tim yang disegani di Inggris, kesebelasan yang merajai Eropa, mahakarya yang menguasai dunia.

"Mereka percaya dan yakin penuh, dan mereka bilang jalur itu akan membuat kami terus bertahan, dan segalanya akan baik-baik saja. Itulah yang kemudian kami lakukan," sambung Klopp.

Saat ini, Jurgen Klopp cuma butuh satu hal saja, yakni pembuktian. Yang jelas, ia harus berhati-hati, sebab ia bisa kapan saja, tanpa diduga, dipecat oleh Liverpool, sama seperti Chelsea memecat Frank Lampard usai sarapan.

Video Populer

Foto Populer