Cerita Mane tentang Salah, Amarah di Burnley, dan Hubungan Mereka Kini

Sadio Mane mengungkap perasaannya tentang Mohamed Salah dan buka suara soal insiden panas di Burnley.

Bola.com, Jakarta - Mantan bintang Liverpool, Sadio Mane, akhirnya membeberkan pandangannya mengenai Mohamed Salah dan berbicara terbuka untuk pertama kalinya tentang keributan yang sempat terjadi di bangku cadangan.

Saat masih sama-sama memperkuat Liverpool, Mane dan Salah menjadi dua di antara penyerang paling berbahaya di Premier League. Keduanya membentuk trio mematikan bersama Roberto Firmino di bawah asuhan Jurgen Klopp, dan kontribusi gol mereka begitu luar biasa.

Kolaborasi Mane-Salah bahkan tercatat sebagai satu di antara duet paling ditakuti dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan total 22 gol yang tercipta dari kerja sama mereka.

Namun hubungan keduanya tak selalu mulus. Ketika sedang berada di puncak performa, sempat muncul ketegangan yang tak terlupakan. Pada laga melawan Burnley tahun 2019, Mane terlihat meluapkan amarah karena merasa tak mendapat umpan dari Salah.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Perasaan Sebenarnya

Tiga tahun kemudian, kebersamaan mereka di Liverpool berakhir. Kini, Mane mengungkapkan perasaan sebenarnya tentang kompatriotnya sesama pemain Afrika tersebut.

"(Salah adalah) pemain hebat. Pemain bagus. Pemain hebat," kata Mane berbicara kepada legenda Manchester United, Rio Ferdinand.

Ferdinand kemudian menanyakan apakah keduanya pernah memiliki rivalitas internal, layaknya rivalitas dirinya dengan Nemanja Vidic.

"Semua orang biasanya mengatakan hal yang sama. Tapi, itu bukan… saya rasa itu bukan sesuatu yang buruk," jawab Mane, jujur.

"Saya ini orang yang tenang, tapi saya berteman dengan semua pemain di tim. Memang seperti itu saya. Dan saya pikir Mo juga orang yang sangat baik. Di dalam lapangan, kadang dia mengoper kepada saya, kadang tidak. Tapi, Anda tahu, hanya Bobby yang benar-benar selalu membagi bola. Kadang memang begitu…"

3 dari 5 halaman

Insiden dengan Salah di Laga Burnley

Pernyataan Mane tentang momen ketika Salah memilih menahan bola ketimbang mengoper kepadanya kembali mengingatkan pada insiden panas enam tahun lalu. Penyerang asal Senegal itu meluap emosinya setelah ditarik keluar saat Liverpool menang 3-0 atas Burnley.

Kala itu, Mane marah besar karena menurutnya Salah tak memberikan umpan yang bisa membuka peluang, dan justru memilih menembak sendiri.

Beberapa menit kemudian, Klopp menarik Mane keluar dan amarahnya berlanjut di bangku cadangan. Mane membuat sejumlah gestur kesal dan perlu ditenangkan oleh James Milner.

Mane kemudian mengingat kembali momen itu saat berbicara kepada Ferdinand.

"Saya masih ingat satu pertandingan ketika saya benar-benar marah karena dia tidak mengoper kepada saya, padahal dia seharusnya mengoper," ucapnya.

"Saya sangat marah setelah pertandingan. Keesokan harinya, dia datang kepada saya. Dia ingin bicara, tapi dia tidak tahu kapan dan bagaimana harus memulainya. Dia pikir saya masih marah karena kami langsung pulang dan tidak sempat berbicara," lanjut Mane.

"Keesokan harinya, dia datang dan berkata: 'Bisa kita bicara?' Saya jawab: 'Oke, tidak masalah.' Lalu dia bilang: 'Kau pikir saya tidak mau mengoper kepadamu? Saya tidak mencetak gol, Bobby yang mencetak gol. Tapi, saat saya mendapat bola, saya tidak sedang berpikir atau melihatmu untuk mengoper. Saya hanya dapat bola dan langsung ingin menembak. Tapi, saya tidak punya masalah denganmu dan kalau saya melihatmu dan bisa mengoper, pasti saya lakukan.'" tutur Mane menirukan ucapan Salah.

4 dari 5 halaman

Makin Erat

Mane mengaku merespons dengan mengatakan:

"Tidak apa-apa, sudah lewat. Saya marah karena saya pikir kamu bisa lebih sering mengoper kepada saya dengan kualitasmu."

Ia menambahkan bahwa setelah insiden tersebut, hubungan mereka justru makin erat.

"Kadang hal seperti itu terjadi. Bagi penyerang, ketika melihat bola, kita sering tak melihat siapa pun. Jadi, bagi saya, itu bukan hal pribadi. Dia hanya ingin mencetak gol, gol, dan gol," ujarnya.

Menurut Mane, dirinya bahkan pernah berkata kepada Salah.

"Mo, saya tahu kamu ingin menjadi lebih… saya bisa banyak membantumu karena saya tahu kamu ingin menjadi top score. Kamu mau… saya ada. Saya bisa membantumu karena saya tidak punya masalah dengan itu. Saya akan lebih sering membantumu," ucap Mane.

5 dari 5 halaman

Kerja Sama Terbaik dalam Karier Mane

Meski trio Mane-Firmino-Salah dianggap satu di antara kombinasi lini depan terbaik dalam sejarah Liverpool, Mane menyebut ada rekannya yang justru menjadi mitra paling serasi dalam kariernya.

Ia berkata kepada Ferdinand:

"Orang-orang biasanya membicarakan trio depan, saya, Bobby, Mo, tapi kalau Anda lihat (Andy) Robertson, lihat bagaimana dia terus melakukan overlap dan keinginannya untuk memenangi setiap bola. Itu luar biasa."

"Saya dan Robbo, saya rasa… itu adalah kerja sama terbaik sepanjang karier saya karena kami saling memahami," katanya.

Menurutnya, sinergi dengan Robertson terjadi secara alami sejak awal.

"Sejak dia datang, rasanya semuanya mengalir saja. Saya membantu dia, dia membantu saya."

"Ketika saya menguasai bola dan kami menghadapi winger yang sulit untuknya, keesokan harinya dalam latihan kami saling berkata: 'Hei, kamu bantu saya, saya bantu kamu.' Begitu katanya."

Mane kemudian menjawab kepada Robertson:

"Tenang, saya akan ada di sini. Saya akan selalu ada untukmu. Jangan khawatir. Kita kunci dia sama-sama."

Mane menutup dengan mengatakan bahwa semua itu adalah bagian dari kerja tim.

"Jadi, kapan pun… itu semua soal kerja sama."

 

Sumber: Talksport

Video Populer

Foto Populer