Sir Alex Ferguson Pernah Membaca Masa Depan Pengganti Ruben Amorim di MU

Sejak lama Sir Alex Ferguson punya pandangan soal sosok pengganti Ruben Amorim di MU.

Bola.com, Jakarta - Manchester United masih terus mencari kembali identitasnya sejak Sir Alex Ferguson mengumumkan pensiun pada 2013.

Setelah 27 tahun penuh trofi dan kejayaan, kepergian manajer legendaris asal Skotlandia itu menandai berakhirnya dominasi Setan Merah di sepak bola Inggris.

Ruben Amorim menjadi pelatih terbaru yang dipercaya mengembalikan klub ke jalur kejayaan. Namun, upaya pelatih berusia 40 tahun itu tak membuahkan hasil sesuai harapan.

MU  akhirnya mengakhiri masa jabatannya di Old Trafford. Posisi Amorim kini diisi sementara oleh Darren Fletcher, mantan gelandang Setan Merah, yang ditunjuk sebagai pelatih interim hingga klub menunjuk manajer permanen.

Penunjukan Fletcher menarik perhatian, terutama karena Sir Alex Ferguson sejatinya telah lama memberikan pandangannya soal masa depan pria Skotlandia itu di dunia kepelatihan, bahkan ketika Fletcher masih aktif bermain.

Seperti biasa, Ferguson memiliki penilaian yang tajam.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Cerita Ferguson

Dalam sebuah kesempatan saat Fletcher masih berstatus pemain, Ferguson mengungkapkan bahwa ia sudah mulai mempersiapkan peralihan peran Fletcher sejak mengalami masalah kesehatan pada 2011.

Saat itu, Fletcher didiagnosis menderita kolitis ulseratif, kondisi yang membuat karier bermainnya sempat diragukan.

Menyadari situasi tersebut, Ferguson menyiapkan rencana agar Fletcher bisa beralih ke dunia kepelatihan jika tak lagi mampu tampil di lapangan.

"Saya mulai mempersiapkannya agar bisa menjadi pelatih bersama kami. Itu, tanpa ragu, adalah pandangan jangka panjang saya," kata Ferguson, yang kini berusia 84 tahun.

Ferguson juga mengenang satu pernyataan Fletcher yang membekas di benaknya.

"Saya akan selalu ingat ketika dia berkata, 'Jika Anda bermain untuk Manchester United, ada tuntutan bahwa Anda tidak sekadar tampil biasa saja di sana. Jika Anda tidak bisa melakukannya di pertandingan cadangan, maka Anda sama sekali tidak punya peluang bermain untuk Alex Ferguson,'" kenangnya.

"Saya akan selalu ingat kata-kata itu. Dia tidak melihat saya, saya berdiri di dekat pintu. Seharusnya saya memberinya kenaikan gaji," ujar Ferguson berseloroh.

3 dari 4 halaman

Punya Bekal Kuat

Ketika ditanya apakah ia yakin Fletcher akan menekuni dunia kepelatihan setelah gantung sepatu, Ferguson menjawab tanpa ragu.

"Pasti. Dia sepenuhnya benar dengan apa yang dia katakan, karena tahun-tahun terbaik dalam hidup Anda adalah saat bermain. Setelah itu, semuanya menurun. Percayalah. Saya selalu memandang masa bermain sebagai bagian terbaik dalam hidup saya," ucap Ferguson.

Ferguson menilai Fletcher memiliki bekal kuat untuk melanjutkan karier sebagai pelatih, bahkan manajer.

"Saya pikir posisi jangka panjangnya adalah sebagai pelatih, mungkin bahkan manajer. Dia punya wibawa, dia punya pengorbanan. Ketika Anda menjadi manajer, itu adalah pengorbanan. Anda mengorbankan kehidupan keluarga," ujar Ferguson.

4 dari 4 halaman

Filosofi Fletcher

Tak lama setelah Fletcher resmi ditunjuk sebagai pelatih interim tim utama, sebuah video lama kembali beredar di media sosial. Video itu menampilkan Fletcher berbicara usai pertandingan tim Manchester United U-18, Agustus lalu.

Fletcher, yang kini berusia 41 tahun, telah menangani tim usia muda tersebut sejak Juli.

Dalam video itu, ia mengakui kerap memperlihatkan rekaman permainan pemain-pemain legendaris Setan Merah, seperti Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney kepada anak asuhnya, sebagai upaya menanamkan gaya bermain khas klub.

"Serangan cepat, itu adalah United yang sesungguhnya. Saya menunjukkan kepada mereka cuplikan Rooney, Ronaldo, Ji-sung Park… gol-gol dari serangan balik. Mencoba menunjukkan sedikit DNA Manchester United," ucap Fletcher.

Ia menegaskan keinginannya agar tim asuhannya memainkan sepak bola menyerang dengan tempo tinggi.

"Jika tim lawan ingin keluar dan menekan, kami punya kemampuan untuk memainkan bola di sekitar mereka. Jika mereka membiarkan garis pertahanan tinggi melawan pemain-pemain kami di sepertiga akhir, kami bisa sangat mematikan," imbuhnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer