Ayah Milos Kerkez Ikut Emosi Lihat Aksi Martinelli ke Conor Bradley, Kirim Pesan Keras

Ayah Milos Kerkez tersulut emosinya lihat tindakan Gabriel Martinelli ke Conor Bradley. Ia mengirim pesan keras.

Bola.com, Jakarta - Laga Arsenal kontra Liverpool yang berakhir imbang tanpa gol, Jumat dini hari WIB kemarin, sejatinya tidak menghadirkan drama besar di atas lapangan.

Namun, hasil 0-0 di Stadion Emirates tersebut justru meninggalkan satu insiden yang ramai dibicarakan, yakni momen ketegangan antara Gabriel Martinelli dan Conor Bradley di penghujung pertandingan.

Insiden itu terjadi hanya beberapa detik sebelum laga usai. Bradley lebih dulu membuang bola keluar lapangan. Namun, dalam proses tersebut, ia terlihat mengalami masalah pada lututnya dan terjatuh sambil menahan rasa sakit.

Martinelli, yang mengira Bradley sedang berupaya mengulur waktu, salah menafsirkan situasi tersebut.

Penyerang Arsenal asal Brasil itu kemudian mencoba menarik Bradley agar segera meninggalkan lapangan. Aksi tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pemain di lapangan, sekaligus menuai sorotan dari suporter dan pengamat yang menyaksikan pertandingan.

Reaksi keras tak hanya datang dari dalam stadion. Ayah rekan setim Bradley, bek Liverpool, Milos Kerkez, Sebastijan Kerkez, juga disebut merasa tersulut oleh tindakan Martinelli.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Pesan Keras

Melalui unggahan Instagram Story yang kini telah dihapus, Sebastijan mengirimkan pesan bernada mengancam yang ditujukan kepada pemain Arsenal tersebut. Tangkapan layar unggahan itu beredar luas di media sosial dan, setelah diterjemahkan, memuat pernyataan:

"Di tempat asal saya, hal-hal seperti ini ditangani dengan cara yang sedikit berbeda. Seseorang perlu mengajarkan sedikit budaya dasar sebelum saya yang harus melakukannya."

Nada kemarahan serupa juga terlihat dari analis sepak bola Gary Neville. Dalam siaran langsung pertandingan, mantan bek Manchester United itu melontarkan komentar keras.

"Kamu idiot," ujar Neville yang ditujukan kepada Martinelli.

"Saya heran tidak ada pemain Liverpool yang menghampirinya dan memarahinya habis-habisan. Saya benar-benar marah melihat Martinelli. Jujur saja, saya tidak tahu bagaimana pemain Liverpool bisa menahan diri untuk tidak menghajarnya," lanjut Neville.

Komentar Neville tersebut justru memantik kritik lanjutan. Sejumlah penggemar menilai sang pundit terlalu jauh karena seolah menyarankan kekerasan sebagai cara menyikapi tindakan yang dianggap tidak sportif.

3 dari 4 halaman

Redam Polemik

Di tengah berbagai reaksi emosional, situasi ini tampaknya tidak akan berbuntut panjang.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, memilih meredam polemik dan menilai insiden tersebut telah dibesar-besarkan. Ia mengatakan bahwa Martinelli kemungkinan besar hanya salah paham.

"Saya tidak mengenal Gabriel Martinelli secara pribadi, tetapi kesan saya dia adalah orang yang baik. Masalahnya, dan ini juga menjadi masalah umum dalam sepak bola, adalah begitu banyaknya aksi buang-buang waktu dan pemain yang berpura-pura cedera di menit-menit akhir pertandingan. Dalam situasi seperti itu, wajar jika seseorang yang ingin mencetak gol menjadi kesal dan mengira lawannya sedang mengulur waktu," ujar Slot.

"Saya 100 persen yakin, jika dia tahu cedera apa yang dialami, dia tidak akan pernah melakukan apa yang ia lakukan," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Sampaikan Penyesalan

Martinelli telah menyampaikan penyesalannya. Melalui pernyataan di media sosial, pemain sayap Arsenal itu mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Bradley dan menyampaikan permintaan maaf.

"Conor dan saya sudah saling berkirim pesan dan saya telah meminta maaf kepadanya. Dalam panasnya momen, saya benar-benar tidak menyadari bahwa dia mengalami cedera serius," kata Martinelli.

"Saya ingin mengatakan bahwa saya sangat menyesal atas reaksi saya. Sekali lagi saya mengirimkan doa terbaik untuk Conor agar segera pulih," imbuhnya.

Dengan adanya permintaan maaf tersebut, federasi sepak bola Inggris (FA) tidak diperkirakan akan mengambil langkah lanjutan. Martinelli sudah menerima kartu kuning atas tindakannya, dan sanksi itu diyakini menjadi hukuman terakhir atas insiden tersebut.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer