Chelsea Diingatkan Risiko Finansial jika Era Liam Rosenior Gagal

Chelsea dapat peringatan 'implikasi finansial' yang parah jika Liam Rosenior gagal.

Bola.com, Jakarta - Chelsea dihadapkan pada potensi konsekuensi finansial serius jika era kepelatihan Liam Rosenior tidak berjalan sesuai harapan.

Beban yang menanti pelatih anyar The Blues itu disebut jauh lebih berat dibandingkan tugas-tugas yang pernah ia emban sebelumnya.

Peringatan itu disampaikan mantan CEO Everton, Aston Villa, dan Aberdeen, Keith Wyness, yang menilai bahwa sekadar lolos ke Liga Champions sudah bisa dianggap sebagai ukuran keberhasilan Rosenior pada musim ini.

Wyness menyampaikan pandangannya secara eksklusif kepada Football Insider.

Rosenior baru memulai tugasnya sebagai manajer Chelsea dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Charlton Athletic di ajang Piala FA, beberapa hari setelah menggantikan Enzo Maresca.

Namun, ujian sesungguhnya segera datang. Pelatih berusia 41 tahun itu akan menjalani tes besar pertamanya saat Chelsea menjamu Arsenal di Stamford Bridge pada leg semifinal Carabao Cup.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Tekanan di Chelsea Jauh Berbeda

Dalam edisi terbaru podcast "Inside Track" milik Football Insider, Wyness mempertanyakan seberapa lama manajemen Chelsea akan bersabar jika performa tim menurun di bawah asuhan mantan pelatih Strasbourg tersebut.

"Saya pikir dia punya peluang, tetapi pertanyaannya adalah bagaimana dia menangani lonjakan besar ini, masuk ke Premier League dan kerasnya kompetisi di sana," ujar Wyness.

Ia menekankan bahwa alasan sejumlah pelatih papan atas digaji mahal adalah karena pengalaman panjang mereka menghadapi tekanan level tertinggi.

"Ada alasan mengapa nama-nama besar itu dibayar mahal. Mereka sudah punya 'luka', karena pernah berada di situasi seperti ini. Mereka tahu cara mengelola tekanan, berhadapan dengan media, dan mengatur ekspektasi. Semua itu butuh waktu bertahun-tahun," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Implikasi Finansial

Wyness berharap Rosenior mampu menjawab tantangan tersebut.

"Mari kita berharap Rosenior bisa melakukannya. Saya menyukainya, dan saya ingin dia diberi kesempatan. Dia pelatih muda Inggris yang bagus. Tapi, kita lihat seberapa besar kesempatan yang benar-benar diberikan kepadanya. Jika segalanya berjalan buruk, apakah Chelsea akan tetap bertahan dengannya?" katanya.

Wyness menegaskan bahwa target realistis sekaligus krusial bagi Rosenior adalah membawa Chelsea finis di zona Liga Champions.

"Jika dia bisa menutup musim dengan kuat dan membawa Chelsea ke Liga Champions, itu sudah bisa disebut sukses," ujarnya.

"Namun, tuntutan yang dia hadapi sekarang sangat berbeda. Di Strasbourg, tidak ada tekanan soal posisi akhir. Di Chelsea, ada implikasi finansial besar jika target tidak tercapai."

"Itu yang membuat situasinya sulit. Tapi, kami mendoakan yang terbaik untuk Liam. Kami akan terus mengawasinya," tambah Wyness.

4 dari 4 halaman

Kontrak Panjang

Chelsea tampaknya ingin memberi Rosenior ruang untuk bekerja. Klub London tersebut mengikatnya dengan kontrak berdurasi 6,5 tahun, sebuah sinyal kepercayaan jangka panjang.

Di sisi lain, manajemen juga mulai menyiapkan dukungan di bursa transfer Januari. Chelsea sedang bersaing dengan Liverpool dan Arsenal untuk mendapatkan bek muda Rennes, Jeremy Jacquet.

Pemain berusia 20 tahun itu masih terikat kontrak hingga 2029 sehingga perebutannya diprediksi tidak mudah.

Dengan tekanan hasil, ekspektasi finansial, dan persaingan ketat di papan atas, perjalanan awal Rosenior di Stamford Bridge akan menjadi sorotan besar, bukan hanya dari sisi sepak bola, tetapi juga dari sudut pandang bisnis klub.

 

Sumber: Football Insider

Video Populer

Foto Populer