Bukan Sekadar Tambal Sulam, Marc Guehi Jawaban Man City atas Masalah Build-up

Kedatangan Marc Guehi ke Manchester City bukan hanya soal menambah kedalaman skuad. Lebih dari itu, bek timnas Inggris tersebut dinilai sebagai solusi konkret atas problem permainan City, terutama saat menghadapi tim yang memilih bertahan rendah dan menutup ruang.

Bola.com, Jakarta - Kedatangan Marc Guehi ke Manchester City bukan hanya soal menambah kedalaman skuad. Lebih dari itu, bek timnas Inggris tersebut dinilai sebagai solusi konkret atas problem permainan City, terutama saat menghadapi tim yang memilih bertahan rendah dan menutup ruang.

Masalah itu terlihat jelas ketika City tumbang 0-2 dari Manchester United akhir pekan lalu. Dalam laga tersebut, bek tengah City justru menjadi pemain yang paling leluasa menguasai bola, namun minim kualitas untuk memaksimalkan situasi tersebut.

Absennya John Stones, Josko Gvardiol, dan Ruben Dias membuat City kehilangan sosok bek yang mampu mengalirkan bola secara progresif. Dominasi penguasaan bola tidak diikuti dengan progresi permainan yang efektif dari lini belakang.

Di sinilah Marc Guehi masuk sebagai kepingan penting. Kemampuannya mengolah bola, membaca tekanan, serta membawa permainan ke area lawan diyakini memberi dimensi baru dalam skema Pep Guardiola.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 7 halaman

Kualitas Distribusi yang Lama Hilang

Guehi dikenal sebagai bek yang nyaman menguasai bola dengan kedua kaki. Ia tidak hanya piawai dalam passing pendek, tetapi juga mampu melakukan dribel progresif ketika tidak mendapat tekanan langsung.

Saat United menumpuk pemain di satu sisi, City kesulitan memindahkan arah serangan atau mengirim umpan jauh ke sisi berlawanan. Padahal, ini merupakan salah satu keunggulan Guehi.

Sepanjang musim lalu, Guehi mencatat rata-rata 7,3 umpan panjang per 90 menit dengan akurasi 45,7 persen. Angka tersebut menunjukkan keberaniannya dalam mengambil risiko sekaligus kemampuannya membaca ruang.

 

3 dari 7 halaman

Fleksibel dalam Skema Guardiola

Musim ini, City kerap mempertahankan dua bek tengah saat menguasai bola, sementara kedua full-back naik membantu serangan. Dalam situasi tertentu, Bernardo Silva bahkan turun di antara bek untuk membentuk tiga bek sementara.

Fleksibilitas Guehi menjadi nilai tambah besar. Bersama Crystal Palace dan timnas Inggris, ia terbukti mampu bermain sebagai bek tengah kiri maupun kanan dalam formasi empat bek, serta mengisi ketiga posisi dalam skema tiga bek.

Dengan City yang sering membangun serangan menggunakan struktur tiga bek saat menguasai bola, Guehi diyakini akan cepat beradaptasi, apa pun peran yang diberikan Guardiola.

 

4 dari 7 halaman

Duel Darat dan Perlindungan Sayap

Meski duel udara bukan kekuatan utamanya, Guehi sangat kompetitif dalam duel darat, khususnya di sisi kiri lapangan. Ia cerdas memanfaatkan tubuhnya dan berani melakukan tekel dengan kedua kaki.

Kualitas ini krusial untuk City, terutama ketika full-back mereka naik tinggi dan meninggalkan ruang di belakang. Kemampuan Guehi untuk naik menutup ruang di area lawan akan membantu menjaga keseimbangan saat City melakukan pressing tinggi.

Dalam konteks ini, kehadiran Guehi bukan hanya soal bertahan, tetapi juga melindungi struktur permainan City secara keseluruhan.

 

5 dari 7 halaman

Kepemimpinan di Tengah Generasi Muda

Pep Guardiola dalam beberapa pekan terakhir kerap memuji Abdukodir Khusanov dan Max Alleyne. Namun, absennya Ruben Dias membuat City kehilangan sosok pemimpin alami di lini belakang.

Pengalaman Guehi sebagai kapten Crystal Palace menjadi nilai tambah signifikan. Ia diharapkan menjadi suara penuntun bagi para bek muda City yang kini mendapat menit bermain lebih besar.

Dengan John Stones dan Nathan Ake yang kerap dilanda cedera serta memasuki fase akhir karier mereka di City, transfer ini terlihat sebagai langkah cerdas dan berjangka panjang.

 

6 dari 7 halaman

Investasi Serius, Bukan Reaksi Panik

Manchester City memang tertinggal tujuh poin dari Arsenal di klasemen Premier League, namun perekrutan Guehi dan Antoine Semenyo menegaskan ambisi mereka tetap besar di semua kompetisi.

Sumber internal menyebut transfer ini bukan reaksi panik akibat krisis pertahanan. Guehi sudah lama masuk radar City dan sejatinya akan diupayakan pada musim panas mendatang.

Dengan banderol 20 juta poundsterling, City mendapatkan salah satu bek Inggris terbaik saat ini, pemain berusia 25 tahun yang berada di puncak performa dan memilih Etihad Stadium meski diminati banyak klub top Eropa.

Sumber: BBC

7 dari 7 halaman

Persaingan di Liga Inggris

Video Populer

Foto Populer