Rosenior Berharap Penunjukannya Akan Dikenang Sebagai Keputusan Terbaik Chelsea

Liam Rosenior berharap penunjukannya sebagai pelatih kepala suatu hari dianggap sebagai keputusan terbaik Chelsea.

Bola.com, Jakarta - Liam Rosenior berharap keputusannya menerima jabatan pelatih kepala Chelsea suatu hari nanti akan dikenang sebagai keputusan terbaik yang pernah diambil klub London tersebut.

Kendati memenangi enam dari tujuh laga pertamanya sejak menggantikan Enzo Maresca awal bulan ini, suasana di tribune Stamford Bridge belum sepenuhnya bersahabat.

Ketidakpuasan terhadap kepemilikan klub masih terasa, dan situasi memanas ketika Chelsea tertinggal 0-2 dari West Ham pada laga kandang, Sabtu waktu setempat.

Atmosfer stadion berubah drastis di babak kedua. Chelsea bangkit dengan dua gol Joao Pedro yang menyamakan kedudukan, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan lewat gol penentu di masa tambahan waktu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Merangkul Suporter

Meski begitu, kegelisahan belum sepenuhnya hilang. Rosenior menyadari, tugas besarnya bukan hanya soal hasil, tetapi juga merangkul kembali kepercayaan suporter.

"Ini tanggung jawab saya, sepenuhnya tanggung jawab saya," ujar Rosenior.

"Saya berharap suatu saat nanti mereka akan mengatakan ini adalah keputusan terbaik yang pernah dibuat klub ini. Tapi, saya tidak bisa fokus ke sana. Ini klub besar dengan tradisi luar biasa dan sejarah meraih trofi. Mereka menginginkan itu, dan saya juga menginginkannya," ucapnya.

Ia menilai awal kiprahnya cukup menjanjikan, mengingat situasi yang dihadapi. Datang di tengah musim dengan waktu latihan yang terbatas, enam kemenangan dari tujuh pertandingan menjadi fondasi yang positif.

"Untuk pelatih yang masuk di pertengahan musim, dengan jumlah sesi latihan yang minim, lalu bisa meraih enam kemenangan dari tujuh laga, itu bukan awal yang buruk," katanya.

"Selama tim menunjukkan perlawanan, energi, dan intensitas seperti di babak kedua, para pendukung membuktikan mereka akan bersama kami dan mendukung kami. Saya benar-benar menikmati menjadi bagian dari klub ini," tambah eks pelatih Strasbourg tersebut.

Sejarah Tersendiri

Kemenangan atas West Ham juga mencatatkan sejarah tersendiri. Chelsea untuk pertama kalinya mampu memenangi laga Liga Inggris setelah tertinggal dua gol di babak pertama.

"Itu pencapaian besar, apalagi melawan tim yang sedang dalam performa bagus," ucap Rosenior.

"Banyak hal positif, dan banyak juga yang harus kami perbaiki. Saya tidak menutup mata soal itu. Tapi, melihat hati, mentalitas, semangat tim, dan kualitas mereka di babak kedua membuat saya sangat, sangat bahagia," tutur pelatih berusia 41 tahun itu.

Rosenior secara terbuka mengakui reaksi keras publik Stamford Bridge di paruh pertama laga. Menurutnya, itu wajar.

"Harus saya katakan, para fans luar biasa di babak kedua. Dua menit setelah babak kedua dimulai, saya bisa merasakan mereka sudah bersama kami," ujarnya.

"Mereka berhak mencemooh. Saya pun akan mencemooh jika berada di posisi mereka di babak pertama. Penampilan kami jauh dari level yang seharusnya, terutama soal energi dan pengambilan keputusan. Itu adil," akunya.

Momen Membanggakan

Baginya, perubahan suasana seusai pertandingan menjadi momen yang paling membanggakan.

"Melihat mereka 45 menit setelah laga berakhir begitu senang dan puas dengan apa yang mereka lihat dari tim membuat saya sangat bangga. Saya mengatakan kepada para pemain saat turun minum, kita bisa mengubah perasaan terburuk musim ini menjadi perasaan terbaik musim ini.”

Di kubu seberang, pelatih West Ham Nuno Espírito Santo tetap optimistis timnya mampu bertahan di Premier League. The Hammers kini terpaut lima poin dari Nottingham Forest yang berada di peringkat ke-17 dan masih memiliki satu laga tunda.

“Selama kami bisa mempertahankan level permainan seperti di babak pertama, kami akan memenangi pertandingan,” kata Nuno. “Dengan segala respek saya kepada Chelsea, pertandingan ini seharusnya menjadi milik kami.”

 

Sumber: The Guardian

Video Populer

Foto Populer