Pep Guardiola Sindir Klub Rival soal Belanja Transfer: Manchester City Cuma Peringkat Ketujuh!

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan sindiran tajam kepada para rivalnya di Premier League terkait isu belanja transfer.

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan sindiran tajam kepada para rivalnya di Premier League terkait isu belanja transfer. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bukan hanya Man City yang layak disorot soal pengeluaran besar di bursa pemain.

Manchester City saat ini berada di posisi kedua klasemen Liga Inggris 2025/2026, tertinggal enam poin dari Arsenal. Pada bursa transfer Januari 2026, The Citizens memang cukup agresif dengan mendatangkan Antoine Semenyo dan Marc Guehi. Selain itu, City juga meminjamkan Kalvin Phillips ke Sheffield United.

Langkah tersebut melanjutkan perombakan skuad yang sudah dilakukan Guardiola sejak musim panas. Hasilnya langsung terlihat. Marc Guehi tampil solid di lini belakang yang sempat dilanda badai cedera, sementara Antoine Semenyo memberi dampak instan di lini serang.

Semenyo bahkan mencatatkan statistik impresif. Penyerang tersebut telah mencetak empat gol dari lima penampilan perdananya bersama City. Catatan itu membuatnya menjadi pemain kedua dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak gol di empat dari lima laga awal bersama klub, menyamai rekor Emmanuel Adebayor pada 2009.

Salah satu gol Semenyo juga tercipta saat City menghadapi Newcastle United di ajang Carabao Cup. City unggul 2-0 pada leg pertama semifinal dan akan menjamu Newcastle pada leg kedua di Etihad Stadium, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tanggapi Kritik Sambil Menyindir

Menjelang laga tersebut, Guardiola menanggapi kritik soal belanja transfer City dengan nada bercanda, namun sarat sindiran. Ia mengklaim City justru bukan klub dengan pengeluaran terbesar jika dilihat dari neraca bersih transfer dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya sedikit sedih dan kesal, karena dalam lima tahun terakhir, kami berada di peringkat ketujuh untuk net spend di Premier League,” ujar Guardiola sambil tersenyum, seperti dikutip dari Metro, Rabu (4/2/2026). 

“Saya ingin jadi yang pertama. Saya tidak mengerti kenapa klub tidak menghabiskan lebih banyak uang. Saya sedikit marah pada mereka!” lanjutnya dengan nada sarkastik.

Guardiola kemudian menambahkan bahwa jika belanja besar selalu dijadikan alasan kesuksesan, maka klub-klub lain seharusnya lebih mendominasi.

“Kalau dulu kami menang karena menghabiskan banyak uang, sekarang ada enam tim lain yang harusnya memenangkan Premier League, Liga Champions, dan Piala FA karena mereka menghabiskan lebih banyak uang dalam lima tahun terakhir. Ini fakta, bukan opini,” tegasnya.

 

Newcastle United Memilih Pasif

Di sisi lain, Newcastle United justru memilih pasif di bursa transfer Januari 2026. Manajer Eddie Howe mengakui kondisi finansial menjadi alasan utama timnya tidak banyak bergerak.

“Secara finansial, itu tidak memungkinkan. Kami mungkin melihat beberapa pemain muda untuk masa depan, tapi tidak ada yang benar-benar berdampak ke tim utama,” kata Howe.

Ia menegaskan Newcastle harus cermat dalam mengambil keputusan transfer dan lebih memilih fokus ke bursa musim panas.

“Bursa transfer musim panas jauh lebih mudah, pilihan pemain lebih banyak dan nilainya bisa lebih masuk akal. Kami harus bekerja sesuai kondisi yang ada,” pungkasnya.

Sumber: Metro, Bein 

Video Populer

Foto Populer