Arsenal Dianggap Tak Berniat Jadi Juara, Mainnya di Gigi 2

Legenda Arsenal, Paul Merson, melontarkan kritik tajam kepada para pemain The Gunners setelah hasil imbang 2-2 melawan Wolves.

Bola.com, Jakarta - Legenda Arsenal, Paul Merson, melontarkan kritik tajam kepada para pemain The Gunners setelah hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers.

Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan harus puas berbagi angka dengan tim papan bawah tersebut.

Meski masih memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan lima poin, situasinya belum sepenuhnya aman. Pasalnya, pesaing terdekat mereka, Manchester City, masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Berbicara di Sky Sports, Merson menegaskan bahwa peluang Arsenal untuk menjadi juara sangat bergantung pada konsistensi hingga akhir musim. Ia mengingatkan bahwa jika Manchester City mampu memenangkan seluruh sisa pertandingan mereka, maka gelar bisa saja berpindah tangan.

“Kalau Man City memenangkan semua pertandingan mereka mulai sekarang, mereka akan jadi juara. Jadi ya, ini hasil yang mengecewakan,” ujar Merson.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Main di Gigi 2

Pernyataan itu menegaskan bahwa setiap kehilangan poin bisa berakibat fatal dalam persaingan ketat menuju tangga juara.

Merson secara khusus menyoroti cara bermain Arsenal yang dianggapnya terlalu santai saat sudah unggul. Menurutnya, The Gunners tampil seperti bermain di gigi dua dan kurang menunjukkan urgensi sampai Wolves berhasil menyamakan skor.

“Anda tidak bisa bermain di gigi dua. Saat skor jadi 2-2 baru terlihat urgensi, semua pemain mulai berlari. Anda tidak bisa bermain seperti itu. Setiap pertandingan sekarang adalah final sampai akhir musim,” tegasnya.

Ia menilai Arsenal seharusnya bisa mengunci pertandingan lebih cepat jika mempertahankan tempo tinggi sejak awal hingga akhir laga.

Kehilangan Intensitas

Menurut Merson, perbedaan tempo menjadi faktor utama mengapa Wolves bisa kembali ke pertandingan. Jika Arsenal bermain cepat dan agresif, tim tuan rumah diyakini tidak akan mampu mengimbangi.

“Kalau Arsenal bermain dengan tempo tinggi, Wolves tidak akan bisa hidup. Tapi kalau mereka bermain lambat dan malas, Wolves akan selalu punya peluang di pertandingan,” tambahnya.

Hasil imbang ini menjadi peringatan keras bagi skuad muda Arsenal bahwa perjalanan menuju gelar belum selesai. Dengan tekanan yang semakin besar dan ancaman nyata dari Manchester City, setiap laga kini benar-benar menentukan.

Merson pun mengingatkan bahwa kehilangan poin seperti ini bisa “menggigit balik” di akhir musim. Jika Arsenal ingin mengangkat trofi, mereka harus menjaga standar permainan dan intensitas di setiap menit pertandingan.

Video Populer

Foto Populer