Bali United Melempem di Putaran Kedua BRI Super League Musim Ini, Masa Emas Pelatih Belanda Sudah Habis atau Salah Pilih Pemain?

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, sedang pusing tujuh keliling karena timnya belum pernah menang pada putaran kedua BRI Super League musim ini.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Bali United, Johnny Jansen, sedang pusing tujuh keliling. Memasuki putaran kedua BRI Super League 2025/2026, Tim Serdadu Tridatu tak kunjung meraih kemenangan.

Padahal dalam enam pertandingan terakhir putaran pertama liga, Bali United tampil trengginas. Tidak sekalipun juga gawang Mike Hauptmeijer kebobolan. Sekarang hanya dalam empat pertandingan, gawang Bali United kebobolan 10 gol!

Tim Serdadu Tridatu juga hanya meraih satu poin dari empat pertandingan, yakni saat bermain imbang 3-3 kontra Semen Padang di Stadion Dipta. Adapun tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Situasi itu jelas membuat Johnny Jansen sakit kepala. Suporter bersuara lantang. Flare dinyalakan, bangku Stadion Dipta dirusak, sampai suporter ada yang melempar sandal ke lapangan saat menelan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dituntut Out

Mereka seakan kesal dengan kinerja Johnny Jansen. “Jeje Out” bergema saat ini. Jeje adalah panggilan akrab dari Johnny Jansen.

Saat disinggung terkait banyaknya jumlah kebobolan Bali United dalam empat pertandingan terakhir, Johnny Jansen sedikit kesal. Ia mengatakan tidak ada yang memuji atau menanyakan saat Bali United nirbobol dalam enam pertandingan.

Bahkan, ia menjelaskan empat pertandingan terakhir, Bali United masih bermain sangat baik. “Main enam kali dan tidak ada kebobolan, tidak ada yang bertanya tentang pertahanan kami,” tegasnya.

“Sekarang, kami kebobolan selalu diungkit. Sebenarnya kami bermain sudah bagus. Saat melawan Semen Padang, kami kebobolan tiga gol melalui skema servis. Melawan Kediri, dua gol dari kesalahan komunikasi,” tambahnya.

 

Masa Kelam Jansen

Apa yang terjadi sekarang, bisa saja dianggap sebagai masa kelam pelatih asal Belanda tersebut di Bali United. Beberapa pelatih termasuk Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, tidak bisa memberikan warna berbeda dalam sepak bola Indonesia.

Namun, Johnny Jansen tetap bergeming. Ia masih menilai perkembangan Bali United sudah cukup baik.

Termasuk ia pasang badan dengan rekrutan baru pada putaran kedua. Mereka adalah Teppei Yachida, Yusuf Meilana, dan Diego de Jesus Campos Ballestero.

Ketiganya belum menunjukkan performa menjanjikan. Bahkan Yusuf Meilana menjadi aktor dibalik gol semata wayang Persija.

 

Ekspektasi untuk Diego Campos Terlalu Tinggi?

Untuk Diego Campos, penampilannya belum bisa dikatakan sempurna. Ia belum bisa mencetak gol dalam tiga pertandingan. Bahkan, ia hanya bermain dari bangku cadangan. Padahal ekspektasi suporter begitu besar untuknya.

Diego Campos datang dengan profil yang mentereng. Ia menyandang gelar top skorer CONCACAF Central America Cup 2024/2025 dan pengalaman bermain di MLS serta liga-liga Eropa (Norwegia dan Swedia).

Johnny Jansen menjelaskan ada perbedaan mendasar antara bermain di Amerika Tengah dengan atmosfer kompetisi di Indonesia, meskipun keduanya memiliki kesamaan dari segi iklim tropis.

 

Butuh Waktu Adaptasi

"Jika Anda mendatangkan pemain dari tempat lain, mereka pasti butuh waktu untuk beradaptasi. Jika Anda datang dari Kosta Rika ke sini, oke, suhunya mungkin hampir sama, tapi hal lainnya berbeda," ujarnya.

Pelatih asal Belanda tersebut menekankan ekspektasi agar pemain langsung nyetel dan tampil meledak pada laga perdana adalah hal yang sulit diwujudkan secara instan.

"Tidak mudah untuk datang dan langsung turun ke lapangan, bermain bagus, dan beradaptasi secepat itu. Dia butuh waktu lebih. Tapi saya bisa melihat dia semakin membaik, meski dia tetap masih butuh waktu lagi," tutupnya.

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer