Sukses


MotoGP: Peran Pedrosa di Balik Sukses Marc Marquez

Jakarta Bos KTM di MotoGP, Mike Leitner menyebut ada andil Dani Pedrosa di balik kesukesan pembalap Honda, Marc Marquez. Leitner mengatakan, motor yang digunakan Marquez juga mantan juara dunia MotoGP dari Honda, Casey Stoner, dikembangkan berdasarkan masukan Pedrosa.

"Sebetulnya, mereka memulai dengan motor yang dikembangkan dari sisi Pedrosa," kata Leitner seperti dilansir Crash.

Pernyataan tersebut dilontarkan Leitner untuk menjawab keraguan publik kepada Pedrosa. Dengan tinggi hanya sekitar 165 cm dan berat 51kg, publik meragukan Pedrosa mampu menjadi pembalap penguji yang baik bagi KTM.

Meskipun, Pedrosa punya segudang pengalaman di MotoGP bersama Repsol Honda. Leitner membebaskan anggapan itu kepada publik.

Namun dari pengalamannya bekerja dengan Pedrosa, fisik yang lebih kecil bukanlah masalah. "Satu yang sangat jelas, terutama dengan fisiknya adalah terutama dengan beratnya, dia harus bekerja sangat detail agar bisa kompetitif. Ini sebetulnya bagi saya adalah tanda positif bagi seorang pembalap penguji," kata Leitner.

Seperti diketahui, Pedrosa telah memutuskan pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini. Ia lalu bergabung dengan KTM sebagai pembalap penguji.

KTM sendiri akan mengandalkan Pol Espargaro dan Johann Zarco sebagai pembalap MotoGP di musim depan. Untuk pembalap penguji, Mika Kalio akan menemani Pedrosa.

2 dari 3 halaman

Akan Sukses

Lebih lanjut, Leitner meyakini Pedrosa akan bisa mendongkrak prestasi KTM. Itu berkaca dari kesuksesan Marquez mengendarai motor yang dikembangkan dari masukan Pedrosa.

"Ini memberi saya kepercayaan diri bahwa dia akan melakukan pekerjaan dengan baik," kata Leitner.

"Dia adalah pembalap MotoGP berpengalaman dan dia bisa fokus kepada aspek yang Mika tidak bisa kembangkan karena dia telah lama absen di MotoGP. Saya kira, Pedrosa bisa membantu banyak untuk bisa melangkah ke tahapan berikutnya," ujar Leitner mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Jadwal Sementara MotoGP 2019

1. GP Qatar: Losail International Circuit,10 Maret

2. GP Argentina: Termas de Rio Hondo, 31 Maret

3. GP Americas: Circuit of the Americas, 14 April

4. GP Spanyol: Circuito de Jerez-Angel Nieto, 5 Mei

5. GP Prancis: Le Mans, 19 Mei

6. GP Italia: Autodromo di Mugello, 2 Juni

7. GP Catalunya: Circuit de Barcelona-Catalunya, 16 Juni

8. GP Belanda: TT Circuit Assen, 30 Juni

9. GP Jerman: Sachsenring, 7 Juli

10. GP Cek: Automotodrom Brno, 4 Agustus

11. GP Austria: Red Bull Ring - Spielberg, 11 Agustus

12. GP Inggris: Silverstone Circuit, 25 Agustus

13. GP San Marino: Misano World Circuit Marco Simoncelli, 15 September

14. GP Aragon: MotorLand Aragon, 22 September

15. GP Thailand: Changi International Circuit, 6 Oktober

16. GP Jepang: Twin Ring Motegi, 20 Oktober

17. GP Australia: Phillip Island Circuit, 27 Oktober

18. GP Malaysia: Sepang International Circuit, 3 November

19. GP Valencia: Circuit Ricardo Tormo, 17 November.

 

Sumber: liputan6.com

Irfan Jaya Coba Kekuatan Djanur di Lapangan Bulu Tangkis

Tutup Video

Video Populer

Foto Populer