Sukses


3 Pembalap Spesial yang Menjuarai Event Balap Motor dan Formula Sekaligus

Bola.com, Jakarta - Anda tentu sering mendengar pembalap MotoGP mendapat kesempatan mengendarai mobil Formula 1 (F1). Jika melihat ke belakang, nama-nama seperti Marc Marquez dan Valentino Rossi pernah melakukannya.

Sebaliknya ada juga pembalap Formula 1 yang mencoba mengendarai kuda besi MotoGP. Sebut saja Lewis Hamilton.

Tapi tahukah Anda dalam sejarahnya, ada pembalap yang sukses juara dunia balap motor lalu juga meraih hasil serupa ketika mencicipi balap formula atau mobil.

Ada 3 nama pembalap yang masuk daftar di atas. Namun paling hebat tentunya legenda motorsport asal Inggris, John Surtees.

John Surtees pembalap pabrikan MV Agusta, begitu dominan pada eranya. Dia merupakan juara dunia kelas 350cc sebanyak tiga kali dan kelas 500cc (nama kelas sebelum MotoGP saat ini) empat kali.

Dia berjaya di Kejuaraan Dunia Balap Motor periode 1956-1960. Lalu tahun 1960, ia membuat kejutan dengan mencicipi Kejuaraan Dunia Formula 1 bersama Lotus Climax.

Total ia mengecap 111 balapan Formula 1, menang enam kali dan paling mengejutkan. Dia juga juara dunia F1 pada musim 1964 ketika memperkuat Ferrari.

Sejauh ini John Surtees merupakan satu-satunya pembalap yang bisa mengawinkan gelar juara dunia kelas 500cc atau sekarang MotoGP dengan Formula 1.

2 dari 3 halaman

Mike Hailwood dan Johnny Cecotto

Selain John Surtees, ada dua nama lain pembalap motor juga hebat ketika beralih ke balapan formula meski belum sampai jadi juara dunia.

Adalah Mike Hailwood dan Johnny Cecotto. Mike Hailwood adalah juara dunia kelas 500cc sebanyak empat kali: 1962, 1963, 1964, dan 1965. Sebelumnya ia juga mengecap titel juara kelas 250cc tiga kali dan dua kali untuk kelas 350cc.

Lalu kemudian Mike Hailwood menjadi juara ketika mengikuti Formula 2 Eropa. Bakatnya di formula mengantarkannya ke ajang F1. Tapi hasil terbaiknya adalah dua kali naik podium.

Sementara Johnny Cecotto tak kalah hebatnya. Pembalap asal Venezuela ini merupakan juara dunia kelas 350cc tahun 1975 dan 750cc musim 1978. Tapi kemudian ia beralih ke Formula 2 Eropa dan turut merasakan titel juara.

Jadi apakah pembalap MotoGP atau Formula 1 era sekarang bisa mengikuti jejak para 3 senior di atas? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

 

Sumber: Speedweek

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer