Sukses


Ada Apa dengan Pecco Bagnaia dan Sistem Pengereman Motor Ducati? Kok Justru Jadi Titik Lemah

Bola.com, Jakarta - Pecco Bagnaia mengeluarkan komentar menarik usai tidak finis pada balapan MotoGP India di Sirkuit Internasional Buddh, akhir pekan lalu.

Menurutnya ada masalah sistem pengereman di motor Ducati Desmosedici miliknya. Padahal pengereman adalah kekuatan utama dari juara dunia MotoGP 2022 itu.

Masalah pengereman ini muncul lantaran ban belakang slide terlalu agresif. "Perasaan saya adalah bahwa saya melakukan pengereman yang sama tetapi saya tidak menghentikan motor," kata Pecco Bagnaia.

"Jadi cukup sulit karena bagian belakang tidak membantu saya dalam pengereman. Juga ketika saya kecelakaan di India, itu terjadi setelah bagian belakang kembali sejajar dengan bagian depan."

"Biasanya saya bisa mengatasi hal ini. Tapi slide pada ban belakang saat masuk tikungan terlalu tidak stabil dan sulit untuk mengendalikannya," lanjutnya. 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Prioritas Perbaikan

Pecco Bagnaia pun memastikan gelaran MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, akhir pekan ini bakal dimanfaatkan dirinya untuk menemukan solusi dari masalah sistem pengereman. 

"Tujuan utamanya adalah menemukan perasaan saya pada pengereman. Saya yakin kami akan melakukannya," kata Bagnaia di Motegi. 

Musim lalu, MotoGP Jepang bukan jadi balapan yang positif buat Pecco Bagnaia. Kala itu ia mengalami kecelakaan. 

3 dari 3 halaman

Analisis Bagnaia

Pecco Bagnaia mengaku sudah melakukan analisis mendalam terhadap masalah pada sistem pengereman. Usai balapan MotoGP India, ia secara khusus melihat rekaman video. 

"Pada Senin malam jam 3 pagi saya menonton video titik pengereman di tiga putaran terakhir. Dengan melihatnya, saya bisa mengerti apa yang salah. Bagian belakang melakukan sesuatu yang aneh," katanya.

"Biasanya, ini adalah slide normal yang bisa saya kendalikan, pada akhir pekan lalu slide belakang melewati batas. Kami memahami hal itu." 

"Kami memutuskan untuk melakukan cara yang berbeda akhir pekan ini, kami akan mulai dengan dua set-up untuk memahami cara yang harus diikuti. Jelas bagi kami untuk memperbaiki area tersebut," tambahnya. 

Sumber: Crash 

 

Sepak Bola Indonesia

Video Populer

Foto Populer