Vietnam Akan Larang Motor Bensin, Produsen Jepang Khawatir Dampaknya

Vietnam akan menghentikan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin di pusat kota Hanoi, memicu respons dari produsen otomotif Jepang.

Bola.com, Jakarta - Kebijakan pemerintah Vietnam untuk menghentikan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin di pusat kota Hanoi memicu kekhawatiran besar di kalangan produsen otomotif Jepang.

Pabrikan seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki menilai rencana tersebut berisiko menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan potensi kebangkrutan di sektor industri sepeda motor.

Dilansir dari reccessary.com, pemerintah Jepang bersama para produsen asal negaranya telah meminta otoritas Hanoi menunda penerapan kebijakan tersebut. Mereka mengusulkan agar diberikan masa transisi yang cukup agar industri dapat menyesuaikan diri dengan perubahan menuju kendaraan listrik.

Rencana pelarangan sepeda motor bensin ini dijadwalkan mulai berlaku pada pertengahan 2026. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi tingkat polusi udara di kawasan perkotaan, khususnya di Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jepang Kirim Surat Resmi

Menurut laporan, Kedutaan Besar Jepang di Hanoi telah mengirim surat resmi kepada pemerintah Vietnam pada September lalu.

Surat itu berisi peringatan bahwa pelarangan mendadak bisa menimbulkan dampak besar bagi jaringan distribusi dan penyedia komponen sepeda motor.

Jepang juga meminta agar pemerintah Vietnam menyiapkan "peta jalan yang jelas" untuk proses elektrifikasi, termasuk masa adaptasi dan penerapan regulasi secara bertahap.

Kelompok industri memperkirakan sekitar 2.000 dealer dan 200 pemasok komponen akan terdampak langsung oleh kebijakan ini, yang berpotensi mengancam ratusan ribu lapangan kerja.

Para pelaku industri berharap masa transisi yang lebih panjang, dua hingga tiga tahun, dapat diberlakukan agar produsen memiliki waktu untuk menyesuaikan rantai pasok, memperluas infrastruktur pengisian daya, dan memperbarui standar keselamatan kendaraan.

Vietnam, Pasar Sepeda Motor Besar

Vietnam merupakan satu di antara pasar sepeda motor terbesar di dunia dengan nilai mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS.

Berdasarkan data Mordor Intelligence, terdapat hampir 80 juta unit sepeda motor terdaftar di negara tersebut, dengan tingkat penetrasi mencapai 80 persen dari populasi.

Di pasar ini, Honda mendominasi dengan pangsa pasar sekitar 80 persen dan berhasil menjual 2,6 juta unit, tahun lalu.

Kendati kendaraan listrik (EV) mulai meningkat popularitasnya dan penjualan mobil bensin terus menurun, pendapatan utama Honda di Vietnam masih bertumpu pada bisnis sepeda motor konvensional.

Walau perusahaan sudah memperkenalkan model motor listrik, penjualan sepeda motor bensin tetap mendominasi. Setelah pemerintah Vietnam mengumumkan rencana larangan tersebut, penjualan Honda turun tajam hingga 22 persen pada Agustus lalu.

Meski ada sedikit pemulihan pada September, total penjualan tahunan masih mencatat penurunan dua digit.

Sumber industri menyebutkan, Honda kemungkinan akan menyesuaikan kapasitas produksinya di Vietnam, tetapi tidak berencana menutup fasilitas pabrik yang sudah beroperasi di negara itu.

 

Sumber: merdeka.com

Video Populer

Foto Populer