Soal Super Flu H3N2, Menkes Budi: Tidak Mematikan Seperti COVID-19

Menkes Budi Gunadi Sadikin klaim super flu tidak mematikan seperti COVID-19. Meski begitu ia mengimbau warga tetap waspada.

Bola.com, Jakarta - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menanggapi kemunculan influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan dikenal sebagai super flu.

Ia menegaskan, virus tersebut tidak memiliki tingkat fatalitas setara COVID-19 maupun tuberkulosis, meski masyarakat tetap diminta waspada.

Budi menyebutkan, influenza H3N2 bukanlah virus baru dan telah lama beredar sebagai bagian dari flu musiman. Karena itu, ia meminta publik tidak panik berlebihan.

"Jadi, enggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," ujar Budi, dikutip dari Antara, Sabtu (3-1-2026).

Menurut Budi, karakter influenza H3N2 serupa dengan flu pada umumnya dan dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.

Di negara-negara dengan empat musim, kasus flu ini biasanya meningkat saat musim dingin sehingga vaksin influenza diberikan secara rutin setiap tahun.

"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," imbuh Budi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Lonjakan Kasus Influenza

Sementara di wilayah tropis seperti Indonesia, lonjakan kasus influenza tidak sebesar di negara empat musim.

Meski begitu, Budi tetap menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh. Pola hidup sehat, istirahat cukup, dan olahraga teratur dinilai menjadi kunci agar tubuh mampu melawan virus secara alami.

"Kalau immune system kita bagus, itu kita bisa mengatasi sendiri. Tubuh kita karunia Tuhan ini luar biasa. Ini sudah ada tentaranya sendiri yang melawan virus-virus itu," ujarnya.

Sejalan pernyataan tersebut, Kementerian Kesehatan memastikan vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif dalam menekan risiko gejala berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza A (H3N2).

Penegasan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap subclade K.

3 dari 3 halaman

Pemantauan Ketat

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menjelaskan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan subclade K tidak memperlihatkan peningkatan tingkat keparahan dibanding klade influenza lainnya.

"Gejala umumnya seperti flu musiman, yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan," jelas Widyawati.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan ketat.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak dilaporkan berasal dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Widyawati menegaskan seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal secara global dan terus dipantau melalui sistem surveilans yang ditetapkan WHO.

 

Sumber: merdeka.com

Video Populer

Foto Populer