Sukses


Angga / Ricky 2 Kali Kalah di Semifinal, Pelatih Buka Suara

Bola.com, Jakarta - Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, buka suara soal pencapaian dan penampilan anak asuhnya Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi pada dua turnamen level Super Series terakhir di Denmark (18-23 Oktober 2016) dan Prancis (25-30 Oktober 2016).

Secara hasil, prestasi Angga/Ricky tergolong baik. Ganda putra ranking 14 BWF (per 26 Oktober 2016) itu selalu lolos ke semifinal.

Namun, pada dua kesempatan itu Angga/Ricky takluk dari lawan yang sama, yakni pasangan Thailand, Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet.

Angga/Ricky kalah dua gim langsung 11-21, 18-21 di Denmark. Sementara itu, di Prancis Angga/Ricky sempat hampir menang sebelum menyerah 18-21, 21-17, 19-21.

“Menurut saya kekalahan Angga/Ricky di Denmark disebabkan karena permainan mereka tidak keluar. Tidak ada keberanian dari mereka. Tapi kekalahan di Prancis masih bisa dipertanggungjawabkan. Mereka mendapat banyak hikmah dan pelajaran,” kata Herry di situs resmi PBSI.

“Di Prancis, setelah kalah pada gim pertama Angga/Ricky bisa mengubah pola permainan pada gim kedua dan berhasil. Pada gim ketiga juga mereka sempat unggul walaupun akhirnya kalah. Sebenarnya bisa menang, cuma mungkin kurang beruntung saja,” ujar Herry.

Sebagai catatan, Angga/Ricky selalu mengalahkan Bodin/Nipitphon pada dua pertemuan awal. Angga/Ricky menang 21-16, 21-16 di Taiwan Terbuka 2015 dan unggul 21-18, 18-21, 21-16 pada Kejuaraan Asia 2016. Artinya, rekor pertemuan Angga/Ricky dengan Bodin/Nipitphon menjadi 2-2.

“Pasangan Thailand ini sudah banyak perkembangannya, terutama Nipitphon. Biasanya setiap pertandingan yang diincar itu Nipitphon karena sering mati dan membuat kesalahan. Namun, sekarang dia banyak kemajuan,” kata Herry mengakui.

Berkaca dari dua kekalahan di semifinal pada Denmark dan Prancis, Herry menegaskan bakal mengevaluasi penampilan Angga/Ricky. Salah satunya adalah menyiapkan program latihan tambahan.

“Menurut saya ada dua aspek yang harus diperbaiki Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, yaitu dari fisik dan teknik. Terutama Angga, kekuatan tangan dan kakinya harus ditambah lagi. Untuk Ricky sudah bagus, tapi tak ada salahnya ditambah lagi agar lebih mantap di lapangan,” ujar Herry Iman Pierngadi.

Euforia fans Timnas Prancis usai lolos babak 16 besar Piala Dunia 2022

Video Populer

Foto Populer