Sukses


PBSI Incar Bawa Pulang Piala Thomas 2020 ke Indonesia

Bola.com, Jakarta - PP PBSI berharap tim bulutangkis Indonesia bisa membawa pulang gelar juara dari perhelatan Piala Thomas 2020. Harapan itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, pada peringatan ulang tahun ke-69 PBSI pada Selasa (5/5/2020). 

Susy Susanti mengatakan PBSI berharap di usia ke-69 tahun ini bisa terus membuahkan prestasi untuk Indonesia. Olimpiade Tokyo 2020 awalnya merupakan target utama PBSI di tahun ini. Namun, bergesernya penyelenggaraan olimpiade menjadi tahun depan, membuat laga final Piala Thomas dan Uber 2020 menjadi major event yang paling penting di tahun ini.

"Harapannya tetap jaya dan bisa terus memberikan prestasi terbaiknya dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," kata Susy, melaui rilis yang diterima Bola.com, Rabu (6/5/2020). 

"Target PBSI saat ini yang paling utama adalah semua atlet sehat dulu, dan memang tahun ini kami berharap bisa membawa pulang Piala Thomas ke Indonesia," ucap Susy.

Perhelatan Piala Thomas dan Uber awalnya diagendakan berlangsung pada 16-24 Mei 2020 di Aarhus, Denmark, namun kemudian diundur dari pandemi virus corona. 

Jadwal Piala Thomas  kemudian diundur menjadi 15-23 Agustus 2002, kemudian ditunda lagi menjadi 2-11 Oktober di tempat yang sama. 

Penundaan yang kedua dilakukan karena Denmark ingin perhelatan Piala Thomas dan Uber bisa berlangsung lebih meriah dan disaksikan lebih banyak penonton. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

PBSI Tetap Berjanji Hadirkan Prestasi

Sementara itu, PBSI merayakan ulang tahun di tengah suasana negeri yang dilanda wabah virus corona. PBSI tetap memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sampai hari ini seluruh keluarga besar PBSI diberi nikmat sehat.

Kesehatan dan keselamatan atlet, pelatih dan seluruh keluarga besar PBSI menjadi prioritas PBSI saat ini. Ketua Umum PP PBSI Wiranto menyampaikan imbauan untuk terus bersama-sama berjuang melawan COVID-19.

"Saya mengajak warga PBSI untuk terlibat dalam perjuangan bangsa Indonesia. Saya tahu bahwa atlet, pelatih dan pengurus, sudah terbiasa berjuang memenangkan setiap pertandingan di arena bulutangkis dari waktu ke waktu," kata Wiranto.

"Namun kali ini lawan yang kita hadapi berbeda, dia tidak kelihatan, bisa menyerang siapa saja yang lengah. Hanya ada satu cara melawannya yaitu memutus mata rantai penyebarannya," lanjut Wiranto.

Wiranto juga meminta agar PBSI untuk menaati dan membantu pemerintah memutus mata rantai COVID-19 dengan cara yang dapat dilakukan sendiri. Ia menyampaikan rasa bangganya kepada para atlet dan pelatih atas kesadaran dan keikhlasan mereka untuk tetap tinggal di pelatnas dan berlatih guna mempersiapkan diri ke turnamen yang akan datang.

"PBSI berulang tahun ke-69, 69 adalah angka yang istimewa, angka 69 dibolak-balik tetap 69. Artinya dalam kondisi apapun, dalam kesulitan apapun, PBSI akan tetap menghadirkan prestasi yang membanggakan seluruh bangsa indonesia," ujar Wiranto.

Sebagai bentuk syukur pada HUT ke-69, pada Rabu ini keluarga besar PBSI mengadakan doa dan buka puasa bersama. Acara tersebut dihadiri para atlet pelatnas dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto.

 

 

Wawancara Khusus Memphis Depay

Video Populer

Foto Populer