Sukses


VIDEO: Taekwondo Jadi Cara untuk Melawan Praktik Pernikahan Anak-Anak di Zimbabwe

Bola.com, Harare - Natsiraishe Maritsa adalah seorang gadis asal Harare, Epworth, Zimbabwe. Ia menyukai ilmu bela diri taekwondo sejak usia lima tahun. Kini, ia tidak hanya giat berlatih tetapi juga memiliki misi mulia.

Dengan taekwondo, Natsiraishe Maritsa ingin provinsi Epworth terbebas dari pernikahan di bawah umur. Zimbabwe merupakan salah satu negara di mana praktik pernikahan anak-anak kerap terjadi.

Praktik terjadi karena faktor kemiskinan, tradisi, atau pun religi. Praktik itu tetap dilangsungkan meski sudah dilarang dalam Undang-Undang, yang menyebutkan bahwa seorang wanita bisa menikah dengan usia minimal 18 tahun, seperti dilansir AP.

Melihat praktik tersebut, Natsiraishe Maritsa mencoba menghapuskannya dengan mengajarkan taekwondo. Ia melakukannya di halaman rumah orangtuanya, sekitar 15 kilometer dari Harare, ibukota Epworth.

Menurut Maritsa, pernikahan anak-anak akan berdampak kepada kekerasan dalam rumah tangga. "Pernikahan anak ini menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga karena mereka masih usia muda dan mereka tidak bisa mengurus keluarga. Akhirnya mereka dipukuli dan mengalami kekerasan. Hal tersebut membuat saya sangat sedih," kata Maritsa.

Maritsa berharap dengan taekwondo, anak-anak yang belum ataupun yang sudah menikah, bisa tumbuh kepercayaan dirinya. Ia melakukannya bersama dengan organisasi yang dibentuk Vulnerable Underaged People's Auditorium (Auditorium Orang-Orang di Bawah Umur yang Rentan).

Dengan adanya pandemi COVID-19, tingkat kemiskinan semakin meningkat. Praktik pernikahan anak-anak juga akan semakin banyak terjadi. Maritsa dengan taekwondo berharap misinya tetap berjalan untuk menekan praktik tersebut di Epworth, Zimbabwe.

Video Populer

Foto Populer