Sukses


    Pelatih Vietnam Minta Maaf Soal Kartu Merah di Final Kontra Timnas Indonesia U-22

    Bola.com, Manila - Timnas Vietnam U-22 merebut medali emas setelah mengalahkan Timnas Indonesia U-22 dengan skor 3-0 di final cabor sepak bola SEA Games 2019, Selasa (10/12/2019). Namun, kesuksesan itu dinodai dengan insiden pelatih Vietnam, Park Hang-seo, diganjar kartu merah pada menit ke-77.

    Pelatih asal Korea Selatan tersebut melancarkan protes yang berlebihan saat terjadi insiden di lapangan. Pemain Vietnam, Trong Hoang, didorong dari belakang oleh Osvaldo Haay. Namun, wasit tidak menganggap insiden itu sebagai pelanggaran.

    Park Hang-seo berteriak melayangkan protes ke wasit Alshamrani dari Arab Saudi. Wasit sempat mengingatkannya untuk tenang. Namun, ia justru terlibat perselisihan kembali dengan wasit cadangan. Akhirnya Park mendapat kartu merah langsung.

    Park Hang-seo pun menyampaikan permintaan maaf selepas pertandingan. Ia berpikir seharusnya dapat lebih menahan emosinya.

    "Saya dengan tulus meninta maaf atas kartu merah itu. Dalam situasi itu, saya seharusnya lebih menahan diri," kata Park dikutip VnExpress, Rabu (11/12/2019).

    "Saya ingin meminta maaf kepada semuanya atas apa yang terjadi. Tapi saya pikir pada akhirnya kemenangan Vietnam adalah yang paling penting," imbuh Park.

    Pada semifinal SEA Games 2019 saat Vietnam melawan Kamboja, Park Hang-seo, menerima kartu kuning. Ia menerima kartu kuning karena memprotes terkait pelanggaran yang menimpa Trong Hoang.

    2 dari 2 halaman

    Medali Emas Pertama untuk Vietnam

    Torehan medali emas Vietnam di cabor sepak bola menjadi yang pertama pada ajang SEA Games. Mereka sebelumnya telah lima kali masuk partai final pada 1995, 1999, 2003, 2005, dan 2009.

    Namun, langkah mereka dikandaskan Thailand sebanyak empat kali dan satu kali dikalahkan Malaysia.

    Sementara itu, Indonesia terpaksa menunda lagi impian menyudahi paceklik medali emas di SEA Games yang telah berlangsung selama 28 tahun. 

    Indonesia kali terakhir menggenggam emas SEA Games pada 1991 di Manila, Filipina. 

    Sumber: VnExpress

    From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia

    Video Populer

    Foto Populer