Sukses


Mengenang Musim Terbaik dalam Karier Mesut Ozil: Awal yang Manis di Real Madrid

Bola.com, Jakarta - Mesut Ozil resmi memutuskan pensiun dari dunia sepak bola profesional. Pemain asal Jerman itu pensiun pada usia yang masih produktif, yakni 34 tahun. 

Cedera menjadi alasan utama pensiunnya Mesut Ozil. Pemilik 92 caps di Timnas Jerman itu memang kerap mengalami cedera dalam beberapa musim terakhir. Ia tampak sudah tidak lagi nyaman bermain dengan kondisi cedera itu.

Meski akhir kariernya tidak terlalu gemilang, Mesut Ozil tetap dikenang sebagai salah satu playmaker terbaik yang pernah dimiliki sepak bola modern. Penampilan terbaik Ozil terjadi di Real Madrid.

Terutama pada musim 2010/2011. Itu adalah musim pertama Mesut Ozil bersama klub berjulukan Los Blancos tersebut. 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 6 halaman

Musim Terbaik

Mesut Ozil menjalani karier yang hebat bersama Schalke 04 dan Werder Bremen. Real Madrid pun kepincut untuk merekrutnya pada musim panas 2010.

Saat itu Madrid hanya mengeluarkan dana 18 juta euro atau kini setara Rp269 miliar untuk mendapatkan jasanya. Harga yang cukup murah untuk  pemain seperti Ozil saat itu.

Musim debut Mesut Ozil bersama Real Madrid berjalan sangat bagus. Saat itu ia dimainkan di posisi nomor 10 dalam formasi 4-2-3-1 racikan Jose Mourinho.

Mesut Ozil pun menjelma menjadi mesin pemberi assist utama Real Madrid. Ia mampu menyumbangkan 29 assist dan 10 gol dari 54 laga bersama Madrid pada musim 2010/2011. 

Pada akhir musim, Real Madrid pun mendapatkan gelar Copa del Rey. Trofi itu sangat berarti bagi Madrid. Apalagi saat itu Barcelona tengah berada pada fase puncak era Pep Guardiola. 

3 dari 6 halaman

Berjarak Satu Assist

Musim 2011/2012 atau musim kedua Mesut Ozil berjalan tak kalah impresif. Ia bahkan mampu mencetak 28 assist di sepanjang musim, atau hanya lebih sedikit satu assist ketimbang musim perdananya. 

Keberadaan Mesut Ozil di Real Madrid saat itu bahkan mampu memaksa Ricardo Kaka untuk terus berada di bangku cadangan. Padahal bintang Brasil itu digaet dari AC Milan dengan harga yang jauh lebih mahal ketimbang Ozil.

Pada akhir musim, Los Blancos pun mampu meraih gelar juara La Liga. Gelar itu cukup spesial, karena Madrid sempat puasa gelar juara liga selama empat tahun sebelum trofi pada musim itu datang. 

4 dari 6 halaman

Statistik Mesut Ozil di Level Klub

  • 643 pertandingan
  • 114 gol
  • 222 assist
  • 48 kartu kuning
  • 3 kartu merah
  • 1 gelar La Liga
  • 1 Piala Dunia
  • 4 Piala FA
  • 1 Copa Del rey
  • 1 DFB Pokal
  • 1 Supercopa De Espana
  • 2 Community Shield
  • 1 pemain terbaik Jerman
5 dari 6 halaman

Trofi Piala Dunia Bersama Timnas Jerman

Tidak hanya di level klub, prestasi Mesut Ozil bersama Timnas Jerman juga terbilang mentereng. Mulai membela tim senior Jerman pada 11 Februari 2009, Ozil mencatatkan 92 caps, mencetak 23 gol, dan 40 assist. 

Puncak karier Mesut Ozil bersama Timnas Jerman terjadi di Piala Dunia 2014. Pemain berdarah Turki itu turut membantu Jerman merengkuh trofi juara di ajang tersebut. 

Meski mempersembahkan titel Piala Dunia, Mesut Ozil beberapa kali mendapatkan perlakuan rasisme dan diskriminatif dari suporter Timnas Jerman. Aksi itu karena Ozil berdarah Turki.

Dia bahkan dikambing hitamkan terkait kegagalan Timnas Jerman lolos dari fase grup Piala Dunia 2018. Setelah ajang itu, Mesut Ozil memutuskan pensiun dari timnas. 

"Perlakuan yang saya terima dari DFB dan yang lainnya membuat saya tak mau lagi mengenakan kostum Timnas Jerman,” tulis Ozil di Twitter pribadinya ketika itu.

6 dari 6 halaman

Simak Posisi Real Madrid di Bawah Ini:

Sepak Bola Indonesia

Video Populer

Foto Populer