Barcelona Dibantai Atletico, Taktik Flick Dipertanyakan Pemain Sendiri

Barcelona menelan kekalahan terberat musim ini usai dibekuk Atletico Madrid, Kamis malam, yang praktis menutup peluang lolos ke final Copa del Rey. Hasil tersebut memicu ketegangan internal, dengan skuad disebut meminta pelatih Hansi Flick agar lebih fleksibel dalam pendekatan taktik.

Bola.com, Jakarta - Barcelona menelan kekalahan terberat musim ini usai dibekuk Atletico Madrid, Kamis malam, yang praktis menutup peluang lolos ke final Copa del Rey. Hasil tersebut memicu ketegangan internal, dengan skuad disebut meminta pelatih Hansi Flick agar lebih fleksibel dalam pendekatan taktik.

Sepanjang laga, Atletico berulang kali mengekspos lini belakang Barcelona. Garis pertahanan tinggi dan pressing agresif yang menjadi ciri khas Flick justru mudah ditembus dalam sejumlah momen krusial.

Usai pertandingan, Flick tetap menyatakan kebanggaannya terhadap performa tim sepanjang musim. Namun laporan dari Catalunya menyebutkan bahwa keesokan paginya menjadi salah satu momen paling emosional bagi pelatih asal Jerman tersebut sejak tiba di klub.

Flick dikabarkan mempertanyakan intensitas, komitmen, serta energi para pemain, terutama pada babak pertama. Ia menilai pendekatan agresif tetap harus dijalankan dengan disiplin penuh.

Meski begitu, para pemain tidak sepenuhnya sepakat bahwa masalah hanya terletak pada daya juang. Mereka merasa ada faktor lain yang membuat sistem tersebut sulit berjalan maksimal.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Skuad Minta Pendekatan Lebih Pragmatis

Menurut laporan The Athletic, skuad Barcelona mengadakan pembicaraan internal dengan Flick yang tidak dijadwalkan sebelumnya. Dalam diskusi itu, para pemain menyampaikan bahwa kondisi tertentu membuat garis pertahanan tinggi dan pressing intens kurang realistis untuk dipaksakan.

Kekalahan dari Atletico bukanlah kasus pertama. Hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge serta kekalahan 1-4 dari Sevilla disebut sebagai contoh pola serupa.

Para pemain meminta pendekatan yang lebih pragmatis dalam menghadapi lawan tertentu dan di situasi tertentu. Bukan untuk mengubah filosofi dasar, melainkan memberi penyesuaian berdasarkan konteks pertandingan.

 

Absennya Pedri dan Raphinha Jadi Sorotan

Salah satu faktor yang dianggap krusial adalah absennya Pedri dan Raphinha.

Tanpa Pedri yang biasanya menjaga ritme dan penguasaan bola di lini tengah, Barcelona kesulitan mengontrol tempo. Sementara itu, ketiadaan Raphinha mengurangi agresivitas pressing serta ketajaman di sepertiga akhir lapangan.

Skuad disebut tidak berniat mengubah identitas permainan yang diusung Flick. Namun mereka berharap ada penyesuaian taktis yang lebih kontekstual, tergantung lawan serta komposisi pemain yang tersedia.

Kini, pertanyaannya adalah apakah Flick bersedia memberi ruang kompromi, atau tetap teguh dengan pendekatan agresifnya hingga akhir musim.

Video Populer

Foto Populer