Sukses

Informasi Peristiwa

  • Jenis PeristiwaKunjungan dan Seminar
  • Tanggal Peristiwa23 Juni - 1 Juli 2017
  • Tujuan KunjunganBali, Yogyakarta, Jakarta
  • Agenda di Jakarta30 Juni - 2 Juli 2017

Jumat

  • 12:30 WIBTiba di Jakarta
  • 12:50 WIBMenuju Hotel Mandarin, Jakarta Pusat
  • 14:40 WIBMenuju Istana Bogor, Jawa Barat
  • 15:55 WIBPertemuan dengan Jokowi di Istana Bogor
  • 18:45 WIBMenuju Kediaman Eddy Sariaatmadja
  • 21:35 WIBKembali ke Hotel Mandarin, Jakarta Pusat

Sabtu

  • 09:35 WIBMenuju Kota Kasablanka, Acara Kongres Diaspora Indonesia
  • 11:45 WIBKembali ke Hotel Mandarin, Jakarta Pusat
  • 12:55 WIBAcara internal

    Minggu

    • 10:00 WIBMenuju Bandara Halim Perdana Kusuma
    • 10:45 WIBLepas landas menuju Seoul, Korea Selatan

      Informasi Profil

      • NamaBarack Hussein Obama II
      • Tempat LahirHonolulu, Hawaii, Amerika Serikat
      • Tanggal Lahir4 Agustus 1961
      • IstriMichelle Obama
      • AnakMalia Obama, Natasha Obama
      • ProfesiPengacara, Profesor Hukum Konstitusi
      • Partai PolitikDemokrat

      Jabatan

      • Presiden Amerika Serikat2009-2017
      • Senator Amerika Serikat dari Illionis2005-2008
      • Anggota Senat Illionis1997-2004

        Barack Hussein Obama II adalah Presiden ke-44 Amerika Serikat. Pria yang lahir di Honolulu, Hawaii ini memenangkan pemilihan umum 2008 dengan perolehan suara sebesar 52,9% dan berhasil mengalahkan rivalnya, John McCain untuk menggantikan George W. Bush. Beliau juga dikenal sebagai presiden pertama yang berkulit hitam yang juga menjabat selama dua periode.

        Sebelum menjadi presiden, Obama adalah seorang jaksa hak-hak sipil dan pengajar di Universitas Hukum Chicago. Beliau juga berasal dari anggota senat Illionis dan Senator Amerika Serikat dari Illionis. Suami dari Michelle Obama ini juga merupakan lulusan dari Universitas Columbia dan Sekolah Hukum Harvard.

        Tahun 2009, Obama mendapat penghargaan Nobel Perdamaian. Pada masa jabatannya yang pertama, beliau menarik keterlibatan Amerika dalam perang Irak, menambah tentara di Afghanistan, dan memberi perintah intervensi militer di Libya.

        Kunjungi Indonesia Pada Juni - Juli

        Lebaran merupakan momen bagi sebagian besar warga Indonesia untuk pulang kampung alias mudik dan berkumpul bersama keluarga, begitu pula Barack Obama. Pada libur Lebaran ini, Obama dan keluarganya mudik ke Indonesia.

        Namun, tujuannya mudik kali ini untuk berlibur ke Pulau Bali. Obama dan keluarga akan berlibur hingga Rabu 28 Juni 2017. Dia juga akan berkumpul dengan saudara beda ayah, Maya Soetoro dan keluarga.

        Kunjungan ke Indonesia ini merupakan kali pertama bagi Obama setelah tak lagi menjabat di Gedung Putih. Ia akan datang bersama sang istri, Michelle Obama, serta kedua anaknya yang belum pernah berkunjung ke Indonesia, Malia dan Natasha.

        Bakal Boyong Manusia ke Mars pada tahun 2030


        Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama bertekad bahwa ia akan membawa Amerika Serikat (AS) ke Planet Mars pada 2030.
        Dalam hal ini, pemerintah AS dipastikan bakal bekerjasama dengan NASA dan beberapa perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengembangan inovasi teknologi antariksa.

        Kami memiliki misi penting yang akan mencetak sejarah Ameriksa Serikat di Tata Surya. Kami akan mengirimkan manusia ke Planet Mars pada 2030 dan memastikan mereka kembali ke Bumi dengan aman dan selamat, kata Obama sebagaimana dikutip Mirror dari CNN, Kamis (13/10/2016).

        "Saya Tak Mau Kaitkan Terorisme dengan Islam"


        Tina Houchins mengajukan sebuah pertanyaan serius untuk Barack Obama, tentang mengapa Presiden Amerika Serikat itu menolak untuk menyebut istilah 'teroris Islam'.

        "Kehidupan anak saya terenggut dalam aksi terorisme," kata Houchins, ibu dari seorang tentara berpredikat 'Gold Star' -- yang gugur di medan tempur, seperti dikutip dari CNN, Jumat (30/9/2016). Putranya yang berusia 19 tahun tewas di Irak pada 2007 lalu.

        "Anda masih yakin bahwa tindakan teroris itu dilakukan atas dasar motif keyakinan agama? Dan jika demikian, mengapa Anda masih menolak untuk menggunakan terminologi...teroris Islam?"