Sukses


    SK Pembekuan PSSI Dicabut, PSM Ingin TSC Jadi Kompetisi Resmi

    Bola.com, Makassar - PSM Makassar menyambut dengan sukacita pencabutan SK Pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi, Selasa (10/5). Hal itu dikatakan Sumirlan, Direktur PSM kepada bola.com, Rabu (11/5/2016).

    "Semoga SK itu jadi yang terakhir sekaligus jadi momentum kebangkitan sepakbola. Khususnya kompetisi yang setahun ini tertidur pulas," ujar Sumirlan yaang juga Ketua Tim 18 ISL ini.

    Sumirlan berharap dengan adanya SK ini diikuti juga dengan peningkatan status Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. "PSM ingin TSC 2016 jadi kompetisi resmi setelah PSSI aktif lagi dan sanksi FIFA dicabut. Kami ingin klub Indonesia kembali berkiprah di level Asia," tegas Sumirlan.

    PSM, lanjut Sumirlan, sangat berkeinginan mewakili Indonesia bertanding di level Asia. Dimana prestasi terbaik Juku Eja adalah menembus perempatfinal Liga Champions Asia pada musim 2001.

    Menurut Sumirlan, peluang TSC 2016 jadi kompetisi resmi terbilang besar. Apalagi, TSC 2016 baru memasuki pekan-pekan awal. Mantan kapten PSM ini yakin klub-klub peserta TSC 2016 sependapat dengan PSM.

    "Dari sisi kualitas pasti lebih baik. Karena sudah pasti klub-klub akan berbenah karena TSC 2016 berganti kompetisi dengan sistem promosi degradasi," jelas Sumirlan.

    Di lain pihak, dengan perubahan yang sejalan dengan peningkatan kualitas permainan tim, TSC bakal menyedot penonton dan sponsor lebih banyak. "Saat ini, TSC 2016 kan hanya sekadar hiburan pengobat dahaga klub dan suporter tanpa tujuan yang jelas," tuturnya.

    Soal pengesahan TSC 2016 jadi kompetisi, bisa diselesaikan lewat rapat Exco PSSI, Konggres Tahunan PSSI atau Konggres Luar Biasa (KLB) PSSI. Terkait KLB PSSI, Sumirlan sebagai Direktur PSM dan Ketua Tim 18 ISL menyatakan dukungannya agar bisa terselenggara.

    "Sejak dulu kami kan tidak pernah menentang adanya KLB yang penting sesuai statuta PSSI dan FIFA. Kalau mayoritas vooters menginginkan KLB, PSM pasti ikut untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik," tegasnya.

    Video Populer

    Foto Populer