Sukses


Malaysia Hentikan F1 dan Hanya Fokus Gelar MotoGP

Bola.com, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia berencana menghentikan penyelenggaraan balapan F1 GP Malaysia di Sepang International Circuit (SIC) saat kontrak berakhir pada 2018. Selanjutnya, Negeri Jiran itu memilih fokus menggelar MotoGP saja.

Wacana menghentikan pergelaran F1 GP Malaysia awalnya dikemukakan oleh CEO SIC, Datuk Ahmad Razlan Ahmad Razali, pada Senin (24/10/2016).

Razlan mengatakan faktor penurunan penjualan tiket dan penonton televisi menjadi pertimbangan utama di balik gagasan untuk tak memperpanjang kontrak balapan F1.

Menurut Razlan, persentase jumlah penonton F1 GP Malaysia sejak 2014 merosot 10 persen setiap tahun. Bahkan, tiket yang terjual pada tahun ini disebut Razlan hanya 55-60 persen.

Razlan menambahkan rating televisi balapan musim 2016 merupakan yang terendah sepanjang sejarah pergelaran F1 GP Malaysia. Hanya, untuk hal ini Razlan tak menyebutkan angkanya.

Selain dua hal di atas, sponsor titel balapan F1 GP Malaysia, yaitu perusahaan minyak dan gas Malaysia, Petronas, juga sedang menghadapi krisis akibat penurunan harga minyak dunia.

"Mungkin Malaysia akan mendapat keuntungan jika tak lagi menggelar balapan F1. Saat ini, F1 sudah kehilangan daya tarik karena hanya didominasi satu tim," kata Razlan seperti dikutip dari situs New Straits Times Online.

Ide Razlan mendapat dukungan dari Menteri Olah Raga Malaysia, Khairy Jamaluddin, yang akrab dipanggil KJ. Lewat rangkaian tweet di media sosial twitter, KJ menjelaskan beberapa alasan logis mengapa Malaysia harus menyetop balapan F1 minimal untuk sementara waktu.

"Saat pertama kali menggelar balapan F1 pada 1999, itu menjadi sesuatu yang besar karena Malaysia menjadi negara pertama Asia di luar Jepang. Kini seri F1 di Asia sudah banyak sehingga keuntungan itu hilang," kata KJ.

"Penjualan tiket dan rating televisi menurun karena penonton asing bisa memilih ke Singapura, China, dan negara Timur Tengah. Intinya, biaya penyelenggaraan F1 terlalu tinggi, tapi keuntungan yang dihasilkan tak seberapa," ujar KJ.

Untuk mengisi kekosongan jadwal, KJ menyarankan SIC menggelar ajang balap lain yang biayanya lebih terjangkau seperti balap mobil turing GT Jepang.

"Mungkin suatu hari nanti jika sudah punya pebalap F1 yang kompetitif, Malaysia bisa menggelar balapan lagi," ujar KJ.

KJ mengatakan dengan menghentikan balapan F1 dana penyelenggaraan bisa dialihkan untuk hal lain seperti pengembangan bakat para pebalap Malaysia dan mempertahankan balapan MotoGP yang lebih populer.

"Di mata saya, Malaysia harus tetap menggelar balapan MotoGP karena biayanya lebih murah ketimbang F1, tiket selalu ludes, dan ada pebalap Malaysia di Moto2 dan Moto3," kata KJ.

Seperti dilansir Kantor Berita Malaysia, Bernama, Senin (24/10/2016), tiket MotoGP Malaysia yang digelar pada akhir pekan ini sudah habis terjual. Balapan di SIC tersebut diperkirakan akan ditonton lebih dari 90 ribu orang.

Kontrak MotoGP Malaysia akan habis pada tahun ini. Namun, Pemerintah Malaysia sudah memberi lampu hijau untuk memperpanjang kontrak tersebut setelah melakukan pertemuan dengan manajemen SIC, pada pekan lalu. Sementara itu, pembicaraan seputar nasib F1 GP Malaysia masih belum ditentukan waktunya.

Video Populer

Foto Populer