Regulasi F1 2026 Tidak Memuaskan, Max Verstappen Pertimbangkan Pensiun

Setelah finis di posisi kedelapan pada Grand Prix Jepang hari Minggu (29/3/2026), Max Verstappen kembali menegaskan ketidaksenangannya terhadap regulasi unit tenaga baru yang diperkenalkan untuk musim F1 2026.

Bola.com, Jakarta - Pembalap Formula 1, Max Verstappen, dikabarkan tengah mempertimbangkan secara serius masa depannya di F1 di tengah ketidakpuasannya terhadap regulasi baru yang berlaku pada musim 2026.

Juara dunia F1 empat kali itu bahkan disebut-sebut bisa saja secara mengejutkan meninggalkan ajang balap paling bergengsi di dunia itu pada akhir musim ini.

Setelah finis di posisi kedelapan pada Grand Prix Jepang hari Minggu (29/3/2026), Max Verstappen kembali menegaskan ketidaksenangannya terhadap regulasi unit tenaga baru yang diperkenalkan untuk musim F1 2026.

Ketika ditanya dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live di Suzuka, apakah hal itu berarti ia bisa saja meninggalkan F1 di akhir tahun, Verstappen menjawab dengan tegas: "Itulah yang saya maksud. Saya sedang memikirkan segalanya di dalam paddock ini."

"Secara pribadi saya sangat bahagia. Anda juga menunggu 24 balapan. Kali ini 22, tapi biasanya 24. Dan kemudian Anda hanya berpikir, apakah ini sepadan?"

"Atau apakah saya lebih menikmati berada di rumah bersama keluarga? Bertemu teman-teman lebih sering ketika Anda tidak menikmati olahragamu?" lanjutnya.

Verstappen masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir musim 2028, tapi ia telah beberapa kali menyatakan bisa saja meninggalkan F1 lebih awal.

Pembalap asal Belanda berusia 28 tahun yang menjadi seorang ayah tahun lalu ini dikenal sebagai pengkritik paling vokal dan paling keras terhadap regulasi dan mobil baru F1, bahkan menyamakannya dengan "Formula E yang disuntik steroid."

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Laporan Media Belanda: Verstappen Hadapi Pekan-Pekan Krusial

Konsistensi keluhan Verstappen soal kurangnya kesenangan dalam balapan musim ini telah memicu laporan dari media Belanda terkemuka, De Telegraaf, yang mengklaim ia tengah serius mempertimbangkan pensiun.

Laporan tersebut datang dari jurnalis Belanda terpercaya, Erik van Haren, yang dikenal dekat dengan kubu Verstappen dan biasanya dapat diandalkan dalam segala hal yang berkaitan dengan pembalap Red Bull tersebut.

Media itu melaporkan Verstappen menghadapi minggu-minggu krusial ke depan saat ia mempertimbangkan masa depannya selama jeda F1 pada April mendatang, yang terjadi setelah pembatalan double-header di Timur Tengah akibat peningkatan eskalasi geopolitik di area tersebut.

Perasaan Jujur

Max Verstappen kembali berbicara jujur tentang perasaannya. Menurutnya, ada aspek-aspek tertentu yang membuatnya kini harus memikirkan masa depannya.

"Ketika saya masih kecil, inilah yang ingin saya lakukan, dan saat itu saya tidak tahu apa yang akan saya capai dan berapa banyak uang yang akan saya hasilkan. Anda tidak pernah memikirkan itu sewaktu kecil. Dan ini juga bukan tentang itu," ujar Verstappen.

"Saya ingin berada di sini untuk bersenang-senang, menikmati waktu yang luar biasa, dan menikmati diri sendiri. Saat ini, itu tidak benar-benar terjadi."

"Tentu saja saya menikmati aspek-aspek tertentu. Saya menikmati bekerja bersama tim saya. Mereka seperti keluarga kedua. Namun, begitu saya duduk di dalam mobil, sayangnya itu tidak terlalu menyenangkan."

"Saya mencoba. Saya terus mengatakan kepada diri sendiri setiap hari untuk mencoba dan menikmatinya. Tapi itu sangat sulit," lanjutnya.

Balap Mobil Sport, Pilihan Alternatif Verstappen?

Salah satu opsi yang mungkin bagi Verstappen adalah beralih sepenuhnya ke balap mobil sport.

Ia telah mengambil bagian dalam beberapa balapan sekali tampil dan sedang mempersiapkan diri untuk pertama kalinya berlaga di ajang bergengsi Nurburgring 24 Hours pada bulan Mei mendatang.

"Saya memiliki banyak proyek lain yang membuat saya sangat bersemangat," ujarnya.

"Balap GT3. Bukan hanya sebagai pembalap, tetapi juga sebagai tim. Sangat menyenangkan dan mengasyikkan untuk membangunnya. Dan saya benar-benar ingin mengembangkannya lebih jauh dalam beberapa tahun ke depan."

"Bukan berarti jika saya berhenti di sini, saya tidak akan melakukan apa-apa. Saya akan selalu bersenang-senang. Dan saya juga akan menikmati banyak hal lain dalam hidup saya."

"Tapi sejujurnya, agak menyedihkan bahwa kita bahkan membicarakan hal ini. Tapi itulah kenyataannya. Kamu tidak perlu merasa kasihan padaku. Saya akan baik-baik saja," lanjutnya.

Sumber: Crash

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer