Tour de France 2015 : Froome Tuntut Respek

oleh Diya Farida diperbarui 15 Jul 2015, 14:40 WIB
RESPEK - Pebalap Team Sky, Chris Froome, menuntut respek terhadap pencapaian dan kerja kerasnya di Tour de France 2015.(AFP/Jeff Pachoud)

Bola.com, La Pierre-Saint-Martin - Performa dominan pebalap sepeda Team Sky, Chris Froome, di Tour de France (TdF) 2015 kembali menuai respon kurang sedap. Ironisnya, salah satu respon tersebut datang dari Lance Armstrong, pemenang TdF 1999-2005 yang gelarnya dicabut lantaran terbukti menggunakan doping di periode kemenangannya itu.

Merasa 'gerah' dengan tudingan miring tersebut Froome akhirnya buka suara. Pebalap sepeda berkebangsaan Inggris menuntut respek terhadap pencapaian dan kerja kerasnya selama ini.

Advertisement

"Apa yang belum saya lakukan? Saya berusaha sebanyak mungkin menjadi juru bicara mengenai clean cycling. Saya bicara ke CIRC (Cycling Independet Reform Comission), saya memberi saran soal tes doping malam hari. Saya memaparkan pandangan, seperti saat di Tenerife, saat saya merasa kurangnya tes doping di sana. Apa lagi yang harus dilakukan pebalap sepeda bersih?" ungkap Froome, dilansir AFP, Rabu (15/7/2015).

"Saya adalah pebalap sepeda yang bersih. Saya bekerja sangat keras untuk bisa ada di posisi ini, dan saya sangat bangga akan hal itu. Tuduhan ini tidak membuat saya marah. Tapi, di saat sama, perlu adanya respek di level tertentu," sambungnya.

Froome mendapat sorotan tajam ketika ia sukses memenangi Etape ke-10 Tarbes - La Pierre-Saint-Martin, kemarin malam WIB. Didukung penampilan brilian Team Sky, pebalap sepeda berusia 30 tahun itu menyentuh garis finis seorang diri, dengan catatan waktu 4 jam 22 menit 7 detik.

Unggul 59 detik atas rekan setimnya, Richi Porte, yang finis sebagai runner-up. Sementara Gerraint Thomas, yang juga membalap untuk Team Sky, finis keenam dengan selisih waktu 2 menit 1 detik dari Froome.

Bagi Froome, kemenangan di etape pegunungan yang sarat trek tanjakan itu membawanya unggul sampai 2 menit 52 detik atas rival terdekatnya, Tejay Van Garderen, dari tim BMC Racing. Ini berarti, hak pakai yellow jersey tetap bertahan di tangan Froome di Etape ke-11 Pau - Cauterets-Vallee de Saint-Savin.

Baca juga:

Vuillermoz Dedikasikan Kemenangan TdF 2015 untuk Mendiang Ayah

Froome Prediksi Persaingan Makin Ketat di Etape ke-8 TdF 2015

Ini Dia Kasus Doping Pertama di Tour de France 2015