Piala Kemerdekaan: PSS Merasa Dirampok Wasit

oleh Gatot Susetyo diperbarui 22 Agu 2015, 23:44 WIB
PENGUJUNG - Persekap Pasuruan sukses paksakan hasil imbang saat menjajal PSSI di penyisihan Grup D, Sabtu (22/8/2015). Gol penyama kedudukan dicetak di pengujung laga. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Madiun - PSS Sleman batal merayakan kemenangan di Stadion Wilis Madiun, Sabtu (22/08/2015) malam. Tiga poin yang sudah ada di depan mata ‘dirampok’ wasit Askhari setelah Persekap berhasil menyamakan kedudukan pada menit 90 lewat sepakan Maryono.

Padahal anak-anak Elang Jawa—julukan PSS—sudah unggul sejak menit ke-56 hasil tendangan jarak jauh Dicky Prayoga. Hasil imbang 1-1 ini menahan laju anak didik Didik Listiyantara untuk bersaing di papan atas Grup D Piala Kemerdekaan.

Advertisement

PSS masih mengumpulkan poin empat, sementara Persekap tujuh angka dari tiga kali berlaga. Usai kebobolan kiper PSS, Samsidar, sempat mengejar asisten wasit II
Muhamad Sainudin hingga ke tengah lapangan. Namun upaya protes mantan kiper PSM ini dicegah aparat keamanan.

“Gimana enggak kesal. Pertandingan kurang dua menit, gawang saya kebobolan. Ada tiga pemain PSS yang tergeletak di lapangan, tapi wasit tetap membiarkan permainan jalan terus,” ucap Samsidar.

Sementara pelatih PSS, Didik Listiyantara tak mau berkomentar soal wasit. Toh protes keras pun tak akan mempengaruhi hasil akhir. “Secara umum, bukan kami saja yang mengeluhkan soal kinerja wasit. Anda lihat sendiri, layak tidaknya mereka memimpin Piala Kemerdekaan ini?” ujar Didik Listiyantara.

Soal permainan, Didik memuji kinerja Ade Christian dkk. Para pemain telah menjalankan skema yang sejak jauh hari dirancang tim pelatih. Sehingga pemain
Persekap tak bisa mengembangkan permainan.

“Lawan tak bisa bermain seperti sebelumnya. Kami telah antisipasi kelebihan mereka soal kerja sama dan penguasan bolanya. Makanya, kami mainkan irama pertandingan. Karena gagal dapat tiga poin, kami masih harus bekerja keras lagi dua laga sisa
nanti,” kata Didik.

Arsitek Persekap, Ashari Cahyani mengaku beruntung di menit akhir bisa menyamakan kedudukan. Tedi Heri Setiawan dkk. memang kesulitan mengembangkan permainan khas mereka dengan kecepatan dan bola-bola pendek.

“Pemain Sleman lebih pengalaman. Makanya mereka yang mengatur ritme permainan di lapangan. Kami bersyukur malam ini tak kalah. Sehingga peluang kami masih terbuka,” tuturnya.

Baca Juga:

Kalteng Putra dan PS Kwarta Petik Kemenangan Perdana

Kontestan Grup D Piala Kemerdekaan Terlibat "Perang" Bonus

Jadwal Piala Kemerdekaan, Rabu (19/8/2015)