Slamet Nurcahyo: Piala Presiden Obat Kerinduan Pesepak Bola

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 29 Agu 2015, 15:10 WIB
Slamet Nurcahyo tidak ingin bicara dulu soal peluang Persebaya Surabaya juara Piala Presiden. Fokus utamanya melalui penyisihan Grup A dengan mulus dulu. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Jakarta Slamet Nurcahyo merupakan salah satu andalan Persebaya Surabaya di sektor penyerangan. Pemain mungil nan lincah ini memang berposisi sebagai gelandang serang.

Ia punya kecenderungan doyan merangsek ke pertahanan lawan. Slamet kerap menjadi solusi kala timnya sedang mengalami kebuntuan.

Advertisement

Berkali-kali sang pemain membuktikan ketajamannya. Terakhir, Slamet mencetak gol di pertandingan resmi ketika Persebaya mengalahkan Mitra Kukar 1-0 di ISL 2015, yang belakangan terhenti karena perseteruan PSSI dengan Kemenpora.

Di Piala Presiden 2015, Slamet kembali menjadi andalan Persebaya "United" dalam membongkar pertahanan lawan. Apa saja ambisinya bersama tim berjulukan Bajul Ijo kali ini? Berikut penuturan Slamet pada Bola.com.

Bagaimana Anda melihat Piala Presiden 2015?

Ini turnamen besar dan media yang tepat untuk mengobati kerinduan kami para pesepak bola berlaga di lapangan setelah kompetisi dihentikan, dan turnamen pramusim batal digelar. Dan yang terpenting, lahan mencari nafkah kami sudah kembali.  

Apakah turnamen ini cukup prestisius bagi Anda?

Sangat prestisius, karena hanya empat tim ISL yang tidak ambil bagian. Dari keempat tim itu, cuma Persipura Jayapura bisa dibilang tim raksasa. Jadi, persaingan di Piala Presiden nanti masih bisa dibilang akan tetap berlangsung ketat. Apalagi jika melihat antusiasme pesertanya.

Bagaimana persiapan tim Anda menghadapi persaingan di Grup A?

Kami berlatih keras sebulan lebih. Setiap pemain menjaga kondisi, termasuk saya. Bahkan saya hanya pulang sekali selama persiapan. Ini semua semata-mata agar kondisi kami selalu terjaga. Kami juga semakin kompak, baik saat bermain maupun di luar lapangan.

Apakah Anda yakin Persebaya bisa lolos dari fase grup?

Saya optimistis bisa. Bukannya takabur, tapi kami merasa sangat siap menghadapi turnamen ini. Meski hingga uji coba terakhir lawan tim Pra-PON Papua Barat hasil yang kami capai tak maksimal, saya yakin atmosfer di Piala Presiden akan melambungkan motivasi kami.

Siapa lawan paling berat di Grup A?

Tentu Persib Bandung, karena mereka dihuni pemain berkualitas di semua lini. Mereka juga main di kandang sendiri.

Menurut Anda Soal target juara yang dicanangkan manajemen?

Target yang sangat berat. Tapi kami yakin, tidak ada yang tidak mungkin. Bola itu bundar, selain kualitas teknis, juara juga ditentukan oleh faktor keberuntungan. Kami sudah mempersiapkan diri secara maksimal, semoga keberuntungan menaungi kami.

Target pribadi Anda?

Saya juga ingin juara. Tapi saya fokuskan bagaimana caranya bisa lolos dari fase grup lebih dulu.

Harapan Anda usai Piala Presiden nanti?

Saya berharap, setelah turnamen ini selesai, kompetisi kembali diputar. Tidak ada lagi masalah-masalah yang mengganjal perhelatan kompetisi. Sudah, tak usah ribut-ribut lagi.

Baca Juga:

Pelatih Persebaya Kebingungan Tetapkan Skuat ke Piala Presiden

Persebaya United, Nama Anyar Persebaya di Piala Presiden

Demi Jadi Juara, Ilham Udin Armaiyn Dilarang Manja di Persebaya