Posisi Runner-up Sebelum Natal jadi Penanda Arsenal Bakal Juara

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 26 Des 2015, 18:35 WIB
Mesut Ozil (kiri), Theo Walcott (tengah), dan Olivier Giroud (kanan) merayakan gol Arsenal ke gawang Manchester City di Emirates, London, Selasa (22/12/2015) dini hari WIB. Keduanya menjadi kunci bagi The Gunners menuju trofi juara. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, London - Fenomena Liecester City menjadi magnet utama sepanjang musim 2015-2016. Tim asuhan Claudio Ranieri tersebut dianggap memiliki kapasitas untuk menjadi jawara di akhir musim. Tapi tunggu dulu, tim lain seperti Arsenal memiliki kans serupa, juga tim-tim besar lainnya.

Khusus Arsenal, secara tradisi dan statistik, justru armada Arsene Wenger ini yang punya momentum bagus untuk meraih trofi jawara Premiership musim ini. Setidaknya, kemenangan atas Manchester City, akhir pekan lalu, membuat mental mereka terangkat. Kepercayaan diri Olivier Giroud dkk kembali menanjak setelah sempat terpuruk, dan posisi teratas diambil Leicester City, setelah mereka bermain imbang kontra Norwich City (29/11/2015).

Advertisement

Data Euro Club Index mengungkapkan, justru posisi yang kini ditempati [Arsenal](2398119 "") menjadi penanda kuat kalau mereka akan menjadi yang terbaik pada musim panas tahun depan. Peringkat runner-up sebelum laga Boxing Day justru menjadi sinyal positif bagi The Gunners untuk mengangkangi Leicester City.

Pada dua momen ketika Arsenal berhasil finis di peringkat pertama di akhir musim, yakni pada musim 2011-2002 dan 2003-2004, mereka masuk ke perayaan Natal ada di posisi kedua klasemen sementara. Situasi tersebut kini terulang kembali.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengakui timnya memiliki rasa optimis tinggi merengkuh gelar yang ke-4 di era Premier League. Total, saat ini Arsenal sudah mengoleksi 13 trofi juara, baik di Divisi Satu dan Premiership.

Pada dua musim saat mereka menjadi juara dengan modal runner-up sebelum Boxing Day, Arsenal sukses menjadi yang terbaik dan tamppil dominan dibanding tim lain. Pada 2001-2002 misalnya, sosok Thierry Henry menjadi kunci dengan koleksi 24 gol. Jalan tersebut sedang diulangi Olivier Giroud.

Pada musim itu, Wenger berhasil membawa skuatnya tampil oke ketika bersua para kandidaat lain. Kala bersua Chelsea, mereka berhasil menuai hasil 2-1 dan 1-1, lalu kontra Liverpool (1-1 dan 2-1), Manchester United (3-1 dan 1-0) dan tim kejutan saat itu, Newcastle United (1-3 dan 2-0).

Tak jauh beda terjadi ada 2003-2004. Saat itu, Thierry Henry kembali menjadi pemain dengan koleksi gol terbanyak, 30 gol. Penampilan Arsenal kontra Chelsea juga dominan, yakni menuai kemenangan 2-1 pada dua pertemuan. Disusul bersua Liverpool (4-2 dan 2-1), Manchester City (2-1 dan 2-1) serta Manchester United (1-1 dan 0-0).

Musim ini, tak hanya bermodal tradisi, secara individu, beberapa pemain Arsenal juga sedang berada dalam top form. Selain Olivier Giroud, sosok Mesut Ozil juga memantik perhatian. Saat ini, Ozil sudah mengoleksi 15 assist, dan masuk dalam satu di antara lima pemain yang melakukan itu dalam satu musim.

Lihat saja, pria berkebangsaan Jerman tersebut sudah berpartisipasi pada 14 gol dalam 10 laga Arsenal. Total, Ozil sudah memiliki 18 assist sepanjang karier di Premier League, sama dengan Eden Hazard. Tapi Ozil menggapai itu hanya dalam 59 laga.

Sumber : Euro Club Index, Mirror

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini