Uang Jadi Faktor Manny Pacquiao Pilih Timothy Bradley

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 15 Jan 2016, 20:05 WIB
Faktor finansial disebut sebagai faktor utama Manny Pacquaio memilih Timothy Bradley sebagai lawannya. (Reuters)

Bola.com, Manila - Faktor finansial disebut sebagai faktor utama Manny Pacquaio memilih Timothy Bradley sebagai lawannya pada pertarungan terakhirnya, 9 April 2016. Fakta ini diungkapkan penasihat Pac-Man, Michael Koncz.

“Kami melihat apa yang menjadi paket finansial terbaik bagi Manny dan saya langsung bernegosiasi dengan Amir Khan. Saya bahkan membiarkannya (Khan) mengetahui apa yang harus kami bayarkan kepada Bradley untuk pertarungan ini, dengan harapan Khan lebih realistis (soal bayaran),” ujar Koncz, seperti dilansir GMA News, Jumat (15/1/2016).

Advertisement

“Saya bahkan juga merenungkan tentang Adrien Broner, tapi kami harus melihat semuanya dalam sebuah paket kesepakatan dan untungnya, atau sayangnya, paket terbaik yang bisa saya dapatkan untuk Manny adalah rematch melawan Bradley,” imbuh dia.

Koncz menyadari bakal menerima banyak kritikan saat pertarungan Pacquiao kontra Bradley diumumkan. Tetapi dia buru-buru membela Pacquiao dengan menyebut memang tak banyak opsi tersisa untuk pertarungan pamungkas Pac-Mac.

“Bukan kesalahan kami jika tak banyak opsi lawan tersisa. Itu harus digarisbawahi. Jadi, kami hanya bisa melakukan yang terbaik dan ini bukan kesalahan Manny,” ujar Koncz.

“Sekali lagi, tugas saya adalah melakukan yang terbaik untuk Manny dan sayangnya, apakah fans senang atau tidak, ada finansial aspek yang berpengaruh besar dan itulah yang saya lakukan,” sambung dia.

Seperti diketahui, Pacquiao panen kritikan saat memilih juara dunia kelas welter WBO, Timothy Bradly, sebagai lawannya. Pertarungan itu bakal menjadi pertemuan ketiga bagi kedua petinju.

Pada pertarungan pertama di tahun 2012, Bradley sukses mengalahkan Pacquiao dengan keputusan juri yang dianggap kontroversial. Pac-Man berhasil membalas dendam dua tahun berselang, dengan mengalahkan Timothy Bradley dengan keputusan bulat. Pertarungan jilid kedua tersebut juga berlangsung lebih kompetitif.