14 Fakta yang Wajib Diketahui Jelang Duel Portugal Vs Prancis

oleh Rizki Hidayat diperbarui 10 Jul 2016, 12:22 WIB
Prancis sukses menyapu bersih kemenangan dalam 10 laga terakhir kontra Portugal. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Paris - Portugal dan Prancis akan saling berhadapan pada laga final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Senin (11/7/2016) dini hari WIB. Di atas kertas, peluang Les Blues memetik kemenangan sekaligus meraih trofi juara lebih besar ketimbang A Selecao.

Advertisement

Prancis lolos ke partai puncak Piala Eropa setelah membungkam Jerman dua gol tanpa balas di Stade Velodrome pada 8 Juli 2016. Sementara itu, Portugal melenggang ke final usai mengalahkan Wales dengan skor 2-0 di Parc Olympique Lyonnais, 7 Juni 2016.

Bagi kedua negara, ini adalah pertemuan ke-25 di seluruh ajang kompetisi. Prancis lebih dominan dengan meraih 18 kemenangan, Portugal lima kemenangan, dan satu pertandingan tersisa berakhir imbang.

Bukan hanya itu, Les Blues juga sukses menyapu bersih kemenangan dalam 10 laga terakhir kontra Portugal. Dengan catatan tersebut, Prancis dijagokan bakal membungkam Portugal dan merengkuh trofi Piala Eropa yang ketiga. Apalagi, mereka bertindak sebagai tim tuan rumah.

Meski demikian, Portugal diyakini akan merepotkan Prancis. A Selecao tak terkalahkan dalam 13 pertandingan kompetitif di bawah asuhan Fernando Santos. Lalu, siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan menjadi jawara Eropa tahun ini? Patut untuk ditunggu.

Berikut ini 14 fakta menarik jelang laga Portugal vs Prancis:

1. Ini akan menjadi pertemuan keempat antara Portugal kontra Perancis di turnamen besar. Prancis berhasil meraih tiga kemenangan, semuanya terjadi di semifinal (Piala Eropa 1984, Piala Eropa 2000, dan Piala Dunia 2006).

2. Portugal merupakan tim yang paling banyak menjalani pertandingan dalam sejarah Piala Eropa, yakni 34 laga. Namun, mereka belum pernah sekalipun keluar sebagai pemenang.

3. Sebelum Portugal, Argentina dan Italia adalah negara yang lolos ke final dengan status peringkat tiga terbaik pada fase grup di turnamen besar (Piala Dunia dan Piala Eropa). Argentina pada Piala Dunia 1990, sedangkan Italia pada Piala Dunia 1994.

4. Portugal tak terkalahkan dalam 13 pertandingan kompetitif di bawah asuhan Fernando Santos (9 menang; 4 imbang). Delapan dari sembilan kemenangan ditentukan berkat gol tunggal.

5. Di turnamen besar, Portugal hanya kalah sekali dari 13 pertandingan terakhir. Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi pada laga melawan Jerman di fase grup Piala Dunia 2014.

6. Portugal hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan terakhir pada fase knock-out di Piala Eropa. Kebobolan itu adalah ketika bermain imbang 1-1 melawan Polandia pada perempat final Piala Eropa 2016.

7. Bagi Prancis, ini adalah untuk kelima kalinya berlaga di final pada turnamen besar. Les Blues berhasil meraih tiga kemenangan dan keluar sebagai juara pada Piala Eropa 1984 dan 2000, serta Piala Dunia 1998. Sementara itu, kekalahan terjadi pada final Piala Dunia 2006.

8. Prancis tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan saat bermain di kandang sendiri pada turnamen besar, dengan rincian 16 kemenangan dan dua kali imbang.

9. Hanya Jerman dan Spanyol (3 gelar) yang lebih banyak mengoleksi trofi juara Piala Eropa dibandingkan Prancis (2 gelar).

10. Prancis adalah tim yang paling banyak mencetak gol di Piala Eropa 2016 dengan 13 gol dalam enam laga. Mereka tidak pernah mencetak banyak gol di turnamen besar sejak Piala Eropa 2000 (13 gol).

11. Portugal berhasil memenangkan tiga dari empat adu penalti di turnamen besar (75 persen). Di antara negara-negara Eropa yang menjalani empat adu penalti di turnamen besar, hanya Jerman yang persentasenya lebih besar dibandingkan Portugal, yakni 86 persen.

12. Tingkat keberhasilan Prancis saat menjalani adu penalti di turnamen besar hanya mencapai 50 persen. Les Blues meraih tiga kemenangan dari enam adu penalti.

13. Cristiano Ronaldo adalah pemain yang paling sering tampil pada putaran final Piala Eropa (20 laga).

14. Didier Deschamps akan menjadi orang kedua yang berhasil meraih trofi Piala Eropa sebagai pemain dan pelatih setelah Berti Vogts. Vogts sukses membawa Jerman Barat menjuarai Piala Eropa 1972 ketika masih aktif bermain, dan mengantarkan Jerman merengkuh trofi Piala Eropa 1996 sebagai pelatih. Sedangkan Deschamps, menjabat sebagai kapten ketika Prancis menjadi kampiun Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Sumber: Sky Sports