3 Penyerang dengan Statistik Bertahan Terbaik di TSC 2016

oleh Bola diperbarui 08 Okt 2016, 11:00 WIB
Engelberd Sani, penyerang Madura United. (Labbola)

Bola.com, Jakarta - Pertandingan Timnas Indonesia yang diproyeksikan untuk ajang Piala AFF 2016 melawan Malaysia pada 6 September 2016 menyisakan sebuah tontonan menarik.

Pada babak pertama, barisan depan dan gelandang sayap timnas secara konstan melakukan tekanan dan berusaha memotong jalur umpan konstruktif yang hendak dibangun oleh barisan pertahanan Malaysia. Hasilnya, Harimau Malaya kalang kabut dan usaha skuat Garuda sukses menghasilkan tiga gol.

Advertisement

Bersandar pada racikan strategi Alfred Riedl pada pertandingan tersebut, tidak ada salahnya jika kita coba melihat statistik pemain menyerang pada ajang Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, yang mungkin saja memiliki potensi melakukan taktik pressing serupa. Berikut tiga di antaranya.

Engelberd Sani (Madura United)

Engelberd Sani asalah salah satu amunisi utama Madura United (MU) di sisi sayap yang tampil menawan. Pemain kelahiran Sorong, Papua ini sudah mencatatkan 19 kali penampilan bersama MU hingga pekan ke-21 TSC 2016.

Sebagai seorang pemain yang bertipe menyerang dengan rata-rata percobaan melewati lawan mencapai 2 kali per pertandingan, ia juga berkontribusi signifikan dalam sistem bertahan MU.

Engelberd merupakan pemain menyerang yang membukukan catatan tekel sukses tertinggi sampai saat ini (36). Jika ditotal, rata-rata Engelberd melepaskan percobaan tekel sebanyak 3-4 kali per laga yang dijalani. Bahkan ia juga menjadi pemain menyerang dengan angka percobaan tekel dan intersep terbanyak sampai saat ini (97).

Determinasinya dalam merebut bola dari pemain lawan nyatanya sangat tinggi, bahkan sempat tidak terbendung. Pada laga pekan ke-21 saat menghadapi Pusamania Borneo FC (30/09/2016), Engelberd Sani harus menerima kartu kuning kedua setelah berupaya merebut bola dari Ricky Ohorella. (Octavery Krisnandana)

Sponsored by:

 

 

2 dari 3 halaman

Riko Simanjuntak

Riko Simanjuntak, penyerang sayap Semen Padang. (Labbola)

Pada urutan selanjutnya terdapat nama putra asli Sumatra Utara, Riko Simanjuntak. Fasih bermain dengan pola 4-4-2 bersama Semen Padang (SP), ia menjadi pemain dengan catatan intersep terbanyak di TSC 2016 (15).

Selama 20 kali tampil membela tim Kabau Sirah, Riko melakukan percobaan intersep sebanyak 1.3 kali per pertandingan. Cukup impresif untuk seorang pemain menyerang.

Dengan sistem bertahan Kabau Sirah yang sering menempatkan pemain sayap mereka untuk bergeser ke tengah apabila lawan menguasai bola di sisi sayap sebalinya, tidak heran apabila rataan percobaan tekel pemain eks PSMS Medan ini termasuk yang terbaik untuk ukuran pemain dengan posisi seperti dirinya. Mencapai 2.4 kali per pertandingan dengan akurasi sebesar 41%.

Dengan usia yang masih 24 tahun dan sering menjadi pusat aliran bola timnya setiap kali bermain, Riko sepertinya pantas untuk diberikan kesempatan membela merah-putih di pentas internasional.

3 dari 3 halaman

Bayu Gatra

Bayu Gatra Sanggiawan, penyerang sayap Madura United. (Labbola)

Bayu Gatra adalah pemain menyerang yang paling banyak melakukan percobaan tekel dan intersep di setengah area permainan lawan sepanjang TSC 2016, muncul nama pemain muda berusia 23 tahun ini.

Bayu mencatatkan 21 kali intersep dalam 21 kali penampilannya. Hebatnya lagi, 11 intersep diantaranya dilakukan di area lawan. Dengan kata lain, 52% dari intersep yang ia lakukan tercipta saat lawan baru berusaha menyusun serangan atau melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.

Selain itu, pemain kelahiran Jember ini juga punya catatan tekel sukses dengan angka yang identik: 21 kali. Persentase sukses dari tiap upaya tekelnya sebesar 57%. Angka yang cukup impresif bagi pemain yang tugas utamanya bukan lah bertahan.

Bayu memang cukup terbantu dengan skema bertahan MU yang cepat melakukan tekanan saat baru saja kehilangan bola. Kabar baiknya, Bayu sempat dipanggil mengikuti seleksi timnas proyeksi AFF 2016 ini.

Sayangnya faktor kelelahan menyebabkan Bayu urung menjadi bagian dari timnas saat ini. Tapi, apabila melihat statistik di atas, rasanya peluang Bayu masih belum tertutup.