Peparnas 2016 : Nur Aimah Buktikan Diri dengan 3 Medali Emas

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 21 Okt 2016, 18:31 WIB
Atlet asal Kalimantan Selatan, Nur Aimah, merebut tiga medali emas pada ajang Peparnas 2016 di Jawa Barat. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Bandung - Atlet difabel asal Kalimantan Selatan, Nur Aimah, tampil luar biasa pada Peparnas 2016. Baru pertama kali turun pada ajang empat tahunan ini, Nur sukses merebut tiga emas sekaligus dari cabang renang klasifikasi S7.

 

Advertisement

Dia mampu menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya dada, 50 meter gaya dada, dan 50 gaya bebas. Tak hanya merebut medali emas, dia juga mampu memecahkan rekor Peparnas.

"Ini berkat latihan terus dan semangat saya yang tak habis. Saya juga mengikuti instruksi pelatih dengan baik," ujar Nur kepada Bola.com di kolam renang UPI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/10/2016).

Gadis berusia 16 tahun tersebut mengaku baru menjalani latihan sebagai atlet renang pada 2014. Dia sempat ditentang orang tua karena harus pindah ke Solo untuk fokus latihan.

Namun, tekad bulat membuat Nur nekat untuk menjalani karier menjadi atlet. "Orang tua sempat melarang karena takut saya kenapa-kenapa. Namun, dari diri saya sendiri sudah bertekad bulat jadi tetap dijalani," katanya.

Atlet asal Kalimantan Selatan, Nur Aimah (tengah), bersama rekan-rekannya menunjukkan medali yang mereka raih pada Peparnas 2016 di Jawa Barat. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Nur mengaku mengalami kekurangan pada tangan dan kaki kiri sejak lahir. Keadaan ini sempat membuatnya putus asa. Namun, anak dari pasangan Dardiansyah dan Marisah ini perlahan mampu melewati masa sulit.

"Saya pernah merasa putus asa, minder karena dilihatin orang, diomongin orang, tapi biar saja. Waktu di Solo saya bertemu teman-teman difabel lainnya, terus melihat ada yang lebih tidak beruntung daripada saya. Jadi itu membuat saya kian bersemangat dan termotivasi. Saya bersyukur sekali masih bisa jalan sementara yang lain mungkin tidak," ungkap Nur.

"Kalau orang cacat biasanya dihina dan dianggap tidak bisa apa-apa. Saya membuktikan kalau orang cacat itu juga bisa berprestasi," tambahnya.