Bek 20 Tahun Ini Tak Grogi Gantikan Goran Gancev di Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 24 Nov 2016, 17:15 WIB

Bola.com, Malang - Arema Cronus kemungkinan besar kehilangan bek tangguh Goran Gancev saat pertandingan melawan PS TNI di pekan 30 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, Jumat (25/11/2016). Bek asal Makedonia itu mengalami diare dan kondisinya masih lemas. Bahkan dua kali sesi latihan, dia tidak terlihat.

Kondisi itu membuat pelatih Arema, Milomir Seslija, menyiapkan bek muda jebolan SAD, Uruguay, Junda Irawan, untuk jadi pengganti Goran. Sebab, Arema sudah tidak punya lagi stok stopper setelah Ryuji Utomo mengalami patah tulang di sekitar engkel.

Jaminan Junda untuk jadi starter sudah terlihat dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Junda ikut menghadiri sesi itu. Dalam regulasi TSC, pemain yang ikut dalam jumpa pers sebelum pertandingan adalah pemain starter dalam pertandingan itu.

"Saya sudah dapat kepercayaan dari pelatih untuk siap jadi starter melawan PS TNI. Sekarang sudah tidak ada rasa grogi karena waktu melawan Perseru Serui sudah pernah main sebagai starter," kata Junda.

Advertisement

 

Pemain 20 tahun itu merasa lebih tenang jika main sejak menit awal. Alasannya, dia bisa adaptasi dengan atmosfer pertandingan lebih lama.

"Justru waktu main sebagai pengganti itu rasanya lebih tegang dan seperti ada beban karena beberapa kali saya main sebagai pengganti waktu pertandingan hanya tinggal 15-10 menit," lanjut mantan pemain Timnas U-19 ini.

Jika melihat dari posisi aslinya, Junda merupakan bek kiri. Namun, melawan TNI, dia kemungkinan besar jadi stopper berpasangan dengan kapten tim Hamka Hamzah. Lagi-lagi Junda merasa tidak tegang untuk memikirkan pertandingan nanti karena di Serui dia juga tampil sebagai stopper pada babak kedua.

"Tidak masalah jadi stopper. Apalagi berduet dengan Bang Hamka. Dia sosok senior dan kapten yang bisa membuat kami tampil lebih tenang. Dia selalu bilang intinya pemain belakang harus tanggung jawab, baik dalam hal posisi maupun saat melakukan kesalahan," kata pemain yang pernah menimba ilmu di tim junior Brisbane Roar Australia itu.

Perlu diketahui, saat ini Arema memang krisis stopper karena hanya Goran dan Hamka yang berposisi asli sebagai stopper. Selebihnya adalah pemain bek sayap atau gelandang bertahan yang sewaktu-waktu bisa ditarik jadi stopper.

"Bukan Arema namanya kalau tidak punya masalah dengan pemain cedera. Musim ini kami tidak pernah main dengan skuat terbaik. Selalu ada saja yang cedera. Tapi, saya apresiasi pemain yang tetap berjuang meski tampil bukan di posisinya," kata Milomir Seslija.