5 Pemain Indonesia Terbaik 2016

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 31 Des 2016, 07:05 WIB
5 Pemain Indonesia Terbaik 2016

Bola.com, Jakarta - Sepanjang tahun 2016, pesepak bola Indonesia tak lagi dibuat pusing akibat terhentinya kompetisi. Berbagai turnamen digelar pada tahun tersebut hingga ajang Torabika Soccer Championship yang tuntas pada 18 Desember lalu.

TSC 2016 menjadi ajang persaingan klub-klub elite di Indonesia. Hasilnya memang tidak ada banyak kejutan, tim yang meraih juara ISL selama tiga kali, Persipura keluar sebagai juara TSC. Arema yang pada awal TSC diprediksi menjadi juara harus puas di posisi runner-up, disusul Madura United dan Sriwijaya FC.

Advertisement

Kejutan terjadi di mana Persib Bandung dan PSM Makassar, dua klub yang terpuruk pada awal musim melesat ke papan atas. Persib mengakhiri TSC dengan peringkat kelima disusul PSM Makassar di posisi keenam.

Dalam ajang TSC 2016, meski tak ada sistem promosi degradasi, event tersebut menjadi ajang bersaing para pesepak bola Indonesia. Dalam daftar 10 pemain pencetak gol terbanyak, memang hanya ada dua nama yang berpaspor Indonesia, yakni Cristian Gonzales (15 gol) dan Sergio van Dijk (12).

Namun, ada beberapa pemain Indonesia yang mencuri perhatian sepanjang TSC. Berikut lima pemain Indonesia terbaik 2016 pilihan Bola.com yang ditentukan melalui konsistensi penampilan di kompetisi domestik (TSC 2016) dan mancanegara, serta Timnas Indonesia. Lima pemain yang dipilih berdasarkan posisi, mulai kiper, bek, sayap, gelandang, dan striker.

2 dari 6 halaman

Kiper

Kurnia Meiga kembali dalam performa apik di Timnas Indonesia setelah mengalami cedera. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Kiper-Kurnia Meiga

Bola.com memilih kiper Arema FC Kurnia Meiga sebagai kiper Indonesia terbaik 2016. Sebagai ukuran, Arema merupakan tim yang paling sedikit kebobolan, yakni 22 kali. 

Kurnia Meiga tampil dalam 18 laga dan hanya kebobolan 9 kali. Dia absen mulai pekan ke-19 akibat cedera. Pesaing terdekat Kurnia Meiga untuk kategori kiper lokal terbaik adalah Jandia Eka Putra. Kiper Semen Padang tampil dalam 22 laga dan kebobolan 16 kali. 

Posisi Kurnia Meiga diganti Kadek Wardana lalu sang kakak, Achmad Kurniawan yang juga tampil brilian. AK yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit kebobolan 13 kali dalam 16 penampilan. 

Kurnia Meiga absen hampir setengah musim sehingga posisinya di Timnas Indonesia juga digeser Andritany Ardhiyasa. Namun, kredit diberikan kepada Kurnia Meiga setelah pulih dari cedera dan mengawal gawang skuat Garuda di Piala AFF 2016.

Timnas Indonesia memang kebobolan 13 gol sepanjang turnamen, namun Kurnia Meiga melakukan banyak penyelamatan gemilang.

3 dari 6 halaman

Bek

Hamka Hamzah, bek tersubur di TSC 2016. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bek-Hamka Hamzah

Hamka Hamzah adalah maut bagi tim-tim lawan Arema FC. Ya, performanya mengawal lini belakang Singo Edan, berduet dengan Goran Gancev dan Ryuji Utomo menghasilkan benteng kukuh. Arema tercatat sebagai tim yang paling sedikit kebobolan, yakni hanya 22 gol.

Sepanjang memperkuat Arema, Hamka hanya absen empat kali, tiga di antaranya akibat akumulasi kartu dan sekali absen karena tidak fit. Penampilan Hamka tak hanya menonjol sebagai pengawal pertahanan, tapi juga membantu lini depan Singo Edan.

Hamka adalah bek tersubur di TSC 2016 dengan torehan 9 gol. Di Arema, dia jadi 'striker' kedua setelah Cristian Gonzales yang mengoleksi 15 gol. Tak hanya itu, Hamka juga memberikan empat assist. Pencapaian ini adalah yang terbaik mengingat usia Hamka 32 tahun.

4 dari 6 halaman

Gelandang

Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri masuk nominasi pemain terbaik TSC 2016. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Gelandang-Rasyid Bakri

Rasyid Bakri adalah gelandang terbaik 2016 dalam ajang TSC pilihan Bola.com. Pemain berusia 25 tahun asal Gowa, Sulsel, masuk dalam nominasi pemain terbaik TSC 2016, bersaing dengan Hamka Hamzah, Beto Goncalves, dan Boaz Solossa.

Performa Rasyid Bakri di lini tengah PSM Makassar cukup krusial membawa tim Juku Eja melesat, terutama pada putaran kedua setelah ditangani Robert Alberts. Sepanjang TSC 2016, Rasyid tampil 30 kali, mencetak tujuh gol dan delapan assist.

Akurasi operan dan tembakan mantan pemain Timnas U-23 ini juga di atas 50 persen. Labbola mencatat, akurasi tembakan Rasyid Bakri 65 persen, sementara akurasi operan 74 persen. Pesaing terdekat Rasyid Bakri adalah Kim Jeffrey Kurniawan. Dalam hal akurasi tembakan dan operan, Kim lebih unggul.

Namun, Kim hanya mencetak empat gol dan satu assist. Rasyid Bakri juga unggul dalam kuantitas bertanding, yakni tiga kali lebih banyak daripada Kim Jeffrey.

 

5 dari 6 halaman

Sayap

Andik Vermansah, stabil di Selangor FA dan sukses di Timnas Indonesia. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Sayap-Andik Vermansah 

Andik Vermansah adalah satu-satunya pemain asing Selangor FA yang dipertahankan untuk kompetisi Malaysia Super League 2017. Andik bersama Selangor FA lolos ke final Piala Malaysia 2016 dan berada di posisi kelima MSL 2016.

Penampilan apik Andik di Malaysia membawanya kembali tampil di Piala AFF 2016. Posisi Andik di sayap kanan hampir tak tergantikan. Sepanjang Piala AFF 2016, Andik absen sekali pada laga final akibat cedera. Posisinya digantikan Zulham Zamrun.

Andik mencetak satu gol selama Piala AFF 2016, yakni ke gawang Singapura pada laga terakhir babak penyisihan Grup A. Gol tersebut masuk daftar 10 gol terbaik Piala AFF 2016.

Pesaing terdekat Andik adalah Irsyad Maulana (delapan gol dan tiga assist) dan penyerang sayap Persipura Jayapura, Ferinando Pahabol yang mengoleksi tujuh gol dan tiga assist dalam 30 penampilan.

Kedua pemain ini masuk dalam seleksi Timnas Indonesia, namun Irsyad kalah bersaing dengan Andik Vermansah dan Zulham Zamrun. Sementara, Pahabol sebenarnya diplot menggantikan Irfan Bachdim menjelang Piala AFF 2016, namun tidak dilepas oleh klub.

6 dari 6 halaman

Striker

Boaz Solossa, pemain yang berpengaruh di Persipura dan Timnas Indonesia

Striker-Boaz Solossa

Boaz Solossa, kapten Persipura Jayapura dan Timnas Indonesia ini mengoleksi 11 gol dan tiga assist dalam TSC 2016. Jumlah gol yang ia lesakkan memang kalah dari Cristian Gonzales (15) dan Sergio van Dijk (13). Namun, Boaz adalah penyerang asli Indonesia yang mencetak gol terbanyak di TSC.

Boaz juga menjadi salah satu pemain kunci Persipura meraih juara TSC 2016. Seperti diketahui, performa Persipura jeblok pada awal musim, namun berhasil bangkit pada 8 pekan terakhir sehingga mampu menggeser Arema dan Madura United.

Pesaing terdekat Boaz adalah Cristian Gonzales. Bomber Arema ini masih subur dengan mencetak 15 gol meski usianya mencapai 40 tahun.

Penampilan apik Boaz Solossa berlanjut ke Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Boaz mencetak tiga gol dan satu assist dan mengantarkan skuat Garuda lolos ke final.

Berita Terkait