Ahmad Bustomi Gembira dan Berduka di Saat Bersamaan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 12 Mar 2017, 14:30 WIB
Perasaan gelandang Arema, Ahmad Bustomi, saat ini campur aduk. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Perasaan gelandang Arema FC, Ahmad Bustomi, sedang campur aduk. Setelah absen di final Piala Presiden 2017 untuk menjadi wali nikah adiknya di Banjarmasin (12/3/2017), beberapa jam berikutnya Bustomi mendapatkan kabar duka. Ibu mertuanya yang berada di Malang, meninggal dunia.

"Kok ya momennya bersamaan seperti ini," kata Bustomi.

Kabar duka ini membuat mantan pemain Mitra Kukar itu harus segera kembali ke Malang. Padahal, dia semula berencana untuk sementara menikmati momen bahagia pernikahan adiknya. Saat berangkat ke Banjarmasin, Bustomi tidak merasakan firasat akan ada kabar duka. Mertua Bustomi dikabarkan meninggal karena serangan stroke.

Advertisement

Ahmad Bustomi rela melewatkan momen final Piala Presiden 2017 untuk jadi wali nikah sang adik di Banjarmasin karena waktunya memang bersamaan, Minggu (12/3/2017). Arema pun dengan berat hati memberikan izin kepada gelandang 32 tahun tersebut.

Tim pelatih Arema bahkan sempat mengubah komposisi tim sebanyak tiga kali untuk final Piala Presiden lantaran kebingungan setelah Bustomi izin tidak bisa tampil di partai puncak meski dalam leg kedua semifinal di Malang, Bustomi tidak dimainkan.

Pelatih Arema, Aji Santoso, ketika itu memilih Hanif Sjahbandi, Ferry Aman Saragih, dan Fellipe Bertoldo yang jadi motor di sektor gelandang. Bisa jadi waktu itu Arema menyimpan tenaga jebolan Persema Junior itu untuk laga final.

Tetapi, rencana itu tidak berjalan lantaran Ahmad Bustomi harus menghadiri pernikahan adiknya. "Tentu kami ikut berbelasungkawa dengan kabar meninggalnya ibu mertua Bustomi karena yang kami tahu, dia izin jadi wali nikah di Banjarmasin. Ternyata ada kabar duka juga. Semoga dia bisa tetap tabah menghadapi cobaan ini," ujar media officer Arema, Sudarmaji.

 

Berita Terkait