GP Argentina 2016 dan 4 Balapan MotoGP Paling Kontroversial

oleh Oka Akhsan diperbarui 08 Apr 2017, 06:30 WIB
Para pebalap mengganti motor di pitbox dalam situasi balapan flag-to-flag pada MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 3 April 2016. (Autosport)

Bola.com, Jakarta - Setelah mementaskan seri perdana yang penuh drama di Losail, Qatar, 26 Maret 2017, sirkus MotoGP akan kembali bergulir pada akhir pekan ini. Valentino Rossi cs. bakal beraksi di Termas de Rio Hondo dalam rangkaian MotoGP Argentina, 7-9 April.

Advertisement

Termas de Rio Hondo merupakan arena baru di kejuaraan dunia balap motor grand prix. Sirkuit tersebut baru tiga kali menggelar balapan sejak Argentina masuk kalender pada 2014.

Meski masih seumur jagung, Termas de Rio Hondo sudah masuk buku sejarah karena pernah menyajikan salah satu balapan paling kontroversial sepanjang masa, tepatnya pada MotoGP Argentina 2016.

Michelin menjadi sorotan setelah ban belakang motor Pramac Ducati milik Scott Redding pecah pada sesi latihan bebas keempat. Insiden Redding memaksa Michelin menarik kompon ban belakang yang mereka bawa pada akhir pekan itu dengan alasan keselamatan. Khawatir insiden pecah ban yang menimpa Loris Baz pada tes pramusim di Malaysia terulang, Michelin memperkenalkan ban belakang baru dengan konstruksi yang lebih keras.

Namun, setelah hujan mengguyur sirkuit selepas sesi pemanasan, Michelin memutuskan kembali memakai ban orisinal mereka. Hanya, para pebalap harus melakukan pit stop wajib saat lomba. Beruntung bagi Michelin karena tak ada insiden lagi dalam balapan.

Bukan baru kali itu saja ban dan hujan memicu kekacauan saat lomba. Berikut ini adalah empat balapan kontroversial lain yang pernah terjadi dalam sejarah MotoGP menurut situs Crash:

2 dari 5 halaman

MotoGP Australia 2013

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, masuk ke pit setelah didiskualifikasi dari balapan MotoGP Australia 2013. (Red Bull)

1. MotoGP Australia 2013

Aspal baru Phillip Island menimbulkan masalah jelang MotoGP Australia 2013. Kondisi cuaca yang sangat cerah membuat ban Bridgestone tak kuat menahan panasnya aspal.

Khawatir terjadi insiden ban kepanasan dan meledak di tengah lomba untuk pertama kali sepanjang sejarah, otoritas MotoGP menerapkan pit stop wajib. Pebalap wajib masuk pit pada lap kesembilan atau kesepuluh untuk mengganti ban.

Seluruh pebalap mematuhi kewajiban itu kecuali kandidat juara dunia Marc Marquez. Staf tim Repsol Honda lalai menghitung lap dalam balapan sehingga Marquez menjalani lap ke-11 dengan ban yang sama dan didiskualifikasi. Beruntung bagi Marquez, dia tetap menjadi juara dunia pada akhir musim.

3 dari 5 halaman

MotoGP Jerman 2014

Sebanyak 14 pebalap start dari pit lane pada balapan MotoGP Jerman 2014 di Sirkuit Sachsenring. (Red Bull)

2. MotoGP Jerman 2014

Balapan MotoGP Jerman 2014 akan selalu diingat karena start yang aneh.

Hujan yang singkat tapi deras memaksa pebalap yang sudah berbaris di grid kompak mengganti ban kering jadi ban basah. Namun, saat melakukan lap pemanasan, trek Sachsenring ternyata sudah mengering.

Sebanyak 14 pebalap lalu masuk pit untuk mengganti ban basah mereka dengan ban kering. Pemandangan unik pun terjadi di mana mayoritas pebalap start dari pit lane.

Hebatnya, semua pebalap yang start dari pit lane masuk trek dengan mulus tanpa insiden. Marc Marquez yang juga ikut start dari pit lane keluar sebagai pemenang.

4 dari 5 halaman

500cc Brasil 2001

Valentino Rossi beraksi pada MotoGP Brasil 2001. (Motovue)

3. 500cc Brasil 2001

Apapun bisa terjadi jika hujan turun saat balapan. Bukti nyata adalah kemenangan Jack Miller di Assen, Belanda, pada 2016.

Pada 2001, grand prix balap motor masih memakai regulasi balapan hujan yang lama. Balapan akan dihentikan ketika hujan dan dilanjutkan lagi saat cuaca membaik. Sang pemenang akan ditentukan lewat agregat waktu saat balapan dihentikan dan waktu saat pebalap finis setelah lomba dilanjutkan kembali.

Pada GP Brasil 2001, hujan mengguyur trek pada lap keempat. Bendera merah pun berkibar. Saat balapan dihentikan, Valentino Rossi sedang berada di peringkat ketiga, 0,195 detik di depan Carlos Checa.

Saat balapan yang tersisa 20 lap dilanjutkan lagi, Checa finis terdepan. Namun, yang menjadi pemenang bukan Checa melainkan Rossi yang finis kedua.

Sebabnya, saat finis Rossi hanya kalah 0,052 detik dari Checa, sedangkan saat lomba dihentikan Rossi unggul 0,195 detik. Artinya, Rossi secara agregat unggul 0,143 detik atas Checa sehingga dinobatkan sebagai pemenang. Selepas GP Brasil, regulasi agregat waktu untuk menentukan pemenang saat balapan hujan akhirnya diganti.

5 dari 5 halaman

MotoGP Italia 2004

Valentino Rossi memenangi balapan MotoGP Italia 2004 di Mugello. (Rossi Helmets)

4. MotoGP Italia 2004

Valentino Rossi kembali terlibat dalam balapan kontroversial pada MotoGP Italia 2004.

Dalam balapan di Mugello itu, Rossi sedang melakoni duel sengit dengan Sete Gibernau, Max Biaggi, dan Makoto Tamada di depan ketika tiba-tiba hujan mengguyur sirkuit sehingga memicu bendera merah. Saat itu balapan baru berlangsung 17 lap.

Start ulang lalu dilakukan saat hujan telah reda di mana posisi grid ditentukan dari posisi saat balapan dihentikan.

Berdasarkan peraturan saat itu, balapan akan ditentukan dengan balapan kedua sebanyak enam lap. Trek sudah mengering dan seluruh pebalap memakai ban kering. Rossi akhirnya jadi pemenang. Meski lombanya cuma enam lap, Rossi tetap mendapat nilai penuh. Baru mulai pada 2005 balapan MotoGP tetap dilanjutkan meski hujan.