10 Cerita Menarik Jelang Final NBA 2017

oleh Oka Akhsan diperbarui 30 Mei 2017, 14:49 WIB
Duel LeBron James (Cleveland Cavaliers) kontra Stephen Curry (Golden State Warriors) pada Final NBA 2017 menjadi trilogi final pertama dalam sejarah NBA. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)

Bola.com, New York - Juara NBA dua tahun terakhir, Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers, akan berhadapan pada Final NBA 2017. Pertemuan ketiga kedua tim secara beruntun pada Final NBA akan menentukan siapa yang terbaik di antara kedua tim, setidaknya hingga tahun depan.

Advertisement

Keberhasilan Warriors dan Cavaliers melaju ke Final NBA 2017 bukan sebuah kejutan. Banyak pihak yang sudah memprediksi hal itu bahkan sebelum musim ini dimulai.

Memang Cavaliers sempat mengalami masalah pertahanan dan mengakhiri musim reguler sebagai unggulan kedua di bawah Boston Celtics. Namun, setelah itu Cavaliers begitu perkasa pada playoff dengan menorehkan rekor 12-1.

Bagaimana dengan Warriors? Mereka lebih dominan dengan rekor sempurna 12-0.

Tak ada masalah cedera pada ligamen lutut Stephen Curry, tempurung lutut Kyrie Irving, dan bahu Kevin Durant. Draymond Green juga tak mengalami problem technical foul yang signifikan.

Fakta Cleveland Cavaliers dan Golden State Warriors bisa tampil dengan tim terbaik menjanjikan laga final yang spektakuler. Berikut ini adalah 10 cerita menarik jelang Final NBA 2017 seperti yang dilansir situs resmi NBA:

2 dari 3 halaman

Cerita Menarik (1)

1. Pengawal Kevin Durant

Cleveland tak memiliki banyak opsi untuk menjaga Durant. Cavs tak bisa memerintahkan LeBron James mengawal Durant sepanjang laga karena dia bisa kelelahan. Maklum, Durant bukan Harrison Barnes yang pada tahun lalu menjadi forward utama Warriors.

Persentase shooting Durant pada playoff ini mencapai 55,6 persen. Dia juga mencatat rata-rata 28,5 poin per gim dalam dua pertemuan kontra Cleveland pada musim reguler.

James mungkin akan menjaga Durant pada menit-menit awal pertandingan. Namun, setelah itu tugas mengawal Durant akan dilakukan secara bergantian oleh Kevin Love, Iman Shumpert, dan pemain lain.

2. Tim Transisi

Warriors memimpin liga soal poin dari fast break, baik pada musim reguler (22,6 poin per gim) maupun playoff (20,7 poin per gim). Di sisi lain, Cavs hanya bisa mencetak 14 poin per gim dari fast break saat menghadapi tim yang lambat dalam transisi, Boston Celtics, pada final Wilayah Timur.

Pada musim reguler, Warriors unggul 53-16 atas Cavs dalam transisi. Mampukah kali ini Cleveland menekan jumlah angka Warriors dari fast break?

3. Tristan Thompson

Tristan Thompson hampir mencetak rata-rata dobel-dobel per gim pada postseason (9,2 poin dan 9,3 rebound). Zaza Pachulia pemain bertahan yang solid, tapi dia mungkin tak cukup kuat untuk terus berduel dengan Thompson di bawah ring. Artinya, Warriors akan sangat membutuhkan tenaga JaVale McGee.

4. Senapan Mesin Irving vs Si Awet Muda Curry

Pada playoff ini, Stephen Curry mencatat offensive rating yang luar biasa, yaitu 122,5. Di sisi lain, Kyrie Irving mencatat rata-rata 24,5 poin per gim. Jadi, siapapun yang tampil lebih baik di antara kedua pemain pada laga final nanti berpeluang membawa timnya meraih kemenangan.

5. Pengaruh Pelatih

Mike Brown adalah pelatih veteran dan Warriors boleh merasa tenang dia ada di sisi lapangan sebagai pelatih interim selama Steve Kerr absen. Namun, pelatih punya peranan penting di final. Masalahnya bukan soal kemampuan Brown, tapi soal respek. Kerr bisa memerintahkan Green untuk melakukan apa saja di lapangan karena Kerr adalah pelatih Green. Bagaimana dengan Brown? Tak ada yang mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. Hanya, tak mengetahui jawabannya cuma akan menguntungkan Cleveland.

3 dari 3 halaman

Cerita Menarik (2)

6. Defense Warriors

Pertahanan Warriors sangat luar biasa. Mereka memimpin di playoff dalam hal Defensive Rating (99,1) dan persentase field goal lawan (41,6 persen). Untuk menahan serangan Golden State saja di atas kertas Cavs bakal kewalahan, apalagi ditambah harus menembus defense rapat Warriors.

7. Kevin Love Vs Draymond Green

Kevin Love sangat mematikan ketika menghadapi Celtics pada final Wilayah Timur dengan mencetak rata-rata 22,6 poin dan 12,4 rebound per gim. Persentase tembakan tiga angkanya juga mencapai 53,5 persen. Love harus mengulangi performa bagus tersebut saat berduel dengan Green, calon peraih penghargaan Kia Defensive Player of the Year.

8. Jangan Lupakan Klay Thompson

Inilah salah satu faktor yang membuat Warriors hampir mustahil bisa dikalahkan. Thompson hanya mencetak 14,4 poin per gim pada playoff ini. Angka yang kurang meyakinkan jika dibandingkan dengan Curry atau Durant. Namun, hal itu terjadi karena perannya berubah. Jika dipercaya menjadi pencetak angka, Thompson masih tetap punya potensi membawa Warriors meraih kemenangan seorang diri.

9. Warisan LeBron James atau Warriors

LeBron James sedang mengejar hantu berkepala botak dengan enam cincin juara NBA (Michael Jordan). Dia bermain seperti monster dengan mencatat rata-rata 32,5 poin, 8,0 rebound, dan 7,0 assist per gim pada playoff ini. King James seolah ingin menegaskan bahwa ini adalah era-nya.

Namun, Warriors hampir meraih titel kedua beruntun pada tahun lalu andai Curry tak cedera, Durant sudah ada, dan Green tak terkena suspensi pada Gim 5. Warriors juga mengejar warisan, yaitu pembuktian sebagai tim terbaik NBA. Cara terbaiknya tentu dengan mengalahkan pemain terbaik saat ini. Memang tak mudah untuk melakukannya, tapi rasanya akan sulit melihat Warriors kalah lagi pada Gim 7 di Oracle Arena.

10. Jadi, Siapa yang akan Menang?

Warriors, dalam tujuh gim.